Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Buku Cerita


__ADS_3

'Antar Nana kembali, sekarang juga!' entah sudah berapa kali Anton membaca pesan dari Risa, yang memintanya untuk segara mengantar sang putri pulang ke rumah ibu Ria.


Tentu saja Anton tidak membalas pesan tersebut, karena dia pasti akan langsung menghubungi Risa, tapi sayangnya, sang istri selalu menolak sambungan ponselnya, padahal Anton hanya ingin berbicara langsung untuk menjawab pesan dari sang istri.


Anton tidak berniat untuk membalas pesan Risa, meskipun sambungan ponselnya tidak diangkat, dan kini dia keluar dari dalam kamarnya, menuju kamar Nana dimana dia baru saja masuk ke dalam kamar, setelah menyantap makan malam.


Anton menyuruh pengasuh Nana untuk keluar dari dalam kamar sang putri, saat dia baru masuk ke dalam kamarnya.


"Papa, sini," panggil Nana.


Tentu saja membuat Anton langsung mendekati putri sambungnya sambil mengukir senyum.


"Ada apa, sayang?"


"Aku ingin Papa membacakan buku cerita untukku, sebelum Papa pergi,"


"Papa tidak akan pergi," sambung Anton, karena belum lama dia berkata ingin pergi sebentar pada Nana, untuk ke rumah kedua orang tuanya, dimana Leta tinggal disana, tapi sekarang dia mengurungkan niatnya, meskipun papa Martin akan mengatakan hal serius padanya.


"Oh ya," ucap Nana yang terlihat begitu bahagia, lalu memeluk Anton yang sudah duduk tepat disampingnya.


"Iya, sayang,"


"Terima kasih papa,"


"Sayang,"


"Iya, pa,"

__ADS_1


"Papa ingin bicara padamu,"


"Aku tidak akan mendengarkan apa yang akan Papa katakan, pasti Papa ingin mengantar aku menemui mama," sahut Nana yang sudah sering dengar dari Anton sejak pagi, setelah kepulangannya dari rumah sang nenek. "Aku sudah bilang pada papa, mama itu sekarang jahat, aku tidak mau dengan mama,"


"Heh, sayang. Mama tidak jahat,"


"Jahat Pa, buktinya dia membentak aku, dan marah marah, aku benci mama, dan aku tidak ingin bertemu dengan mama," sahut Nana, yang kini menjatuhkan tubuhnya lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Membuat Anton, juga merebahkan tubuhnya tepat disamping Nana.


"Sayang, mama marah karena dia sedang kesal, sebenarnya dia sangat menyayangi kamu,"


"Kesal padaku, aku tidak melakukan kesalahan apa pun, Pa. Pokoknya aku benci mama, mama jahat,"


"Sayang, kamu tidak boleh bicara seperti, tidak ada seorang ibu yang jahat pada anaknya, kamu tahu buku cerita yang sering papa bacakan untuk kamu tentang binatang, binatang yang tidak memiliki akal saja sangat mencintai anaknya, apa lagi manusia yang memiliki akal, tentu saja sangat mencintai anaknya,"


"Tapi kenapa Mama marah-marah padaku?"


"Mama sedang kesal sayang, dan itu biasa dialami oleh ibu hamil, seperti mama," bohong Anton, tidak mungkin dia menceritakan apa yang sedang dia alami bersama Risa pada putri kecilnya yang tidak tahu apa-apa.


"Oh ya?"


"Iya, sayang, jadi besok kita temui mama, oke," ujar Anton sambil membelai lembut rambut Nana.


Membuat Nana langsung mengangguk. "Dan sekarang anak papa tidurlah, ini sudah malam,"


"Tidak mau, sebelum papa membacakan buku cerita untukku,"

__ADS_1


"Baiklah, papa akan membacakan buku cerita untukmu," sambung Anton sambil mengukir senyum pada sang putri.


*


*


*


Pagi hari, Risa mengomel sendiri membuat ibu Ria yang sedang menyiapkan sarapan hanya menggelengkan kepalanya, melihat sang putri.


Pasalnya saat dia sedang ada masalah dengan mantan suaminya pertama, Risa hanya diam mengurung diri di dalam kamar, tidak seperti sekarang ini.


"Ris, sudahlah. Ibu yakin Anton akan mengantar Nana nanti,"


"Tapi dia tidak membalas pesanku, Bu,"


"Apa dia tidak menelpon kamu?"


Namun, Risa tidak menjawab pertanyaan sang ibu, karena memang berapa kali Anton menelponnya, tapi sengaja tidak dia angkat.


"Kenapa tidak di jawab?" tanya ibu Ria, membuat Risa kini beranjak dari duduknya, lalu menatap pada arah pintu yang di ketuk dari luar.


"Pasti dia," ucap Risa yang langsung menuju pintu rumahnya, berharap Antonlah yang datang untuk mengantar putrinya.


Risa tidak mengatakan apa pun, setelah dia membuka pintu rumahnya, melihat mama Marta, papa Martin dan juga Leta berada di depan pintu.


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2