Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Pelangi


__ADS_3

Risa dibuat dilema atas niatnya sendiri, membuatnya hanya tetap di dalam kamar, dan tidak melakukan apa pun, apa lagi setelah beberapa hari lalu, sang putri pergi menemui Anton, hingga saat ini belum juga kembali.


Risa pun tidak meminta sang suami untuk mengantar Nana seperti yang sudah-sudah.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?" tanya Risa sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar, hasil buah cintanya dengan Anton sang suami. Dengan kedua bola matanya terus menatap keluar jendela, dimana hujan tidak berhenti sedari tadi, menambah semakin dilemanya Risa.


"Bu, aku sedang tidak ingin di ganggu," ujar Risa, tanpa menoleh kearah pintu, ketika pintu kamarnya dibuka, karena tatapan matanya terus menatap keluar jendela.


Dan Risa sangat terkejut, ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, karena sedari tadi, dia memang sedang berdiri sambil menatap keluar jendela.


Namun, Risa menyadari siapa yang sedang memeluknya dari belakang, dari wangi parfum yang dia rindukan, dan kenyamanan saat di peluknya. "Mas," ucap Risa dalam posisinya, dan tidak berniat untuk melepas pelukannya yang membuatnya merasa nyaman.


"Iya, ini aku. Sayang," balas Anton yang kini melepas pelukannya, lalu membalik tubuh sang istri untuk menghadap kearahnya. Kemudian membelai lembut pipi Risa sang istri.


"Kita mulai hubungan kita dari awal, sayang, aku tahu apa yang kamu katakan tempo hari tidaklah sungguh-sungguh, kamu masih mencintaiku bukan?"


Tapi Risa tidak menjawab pertanyaan dari sang suami, dan memilih diam, membuat Anton langsung meraih dagu sang istri agar bisa menatapnya dengan lekat, wanita yang sangat dia cintai.


"Aku tahu, kamu tidak mudah memaafkan aku begitu saja, tapi izinkan aku untuk membuktikan padamu, betapa aku sangat mencintaimu, sayang." ucap Anton dengan sangat tulus.


Refleks Risa pun langsung mengangguk, karena tidak di pungkiri, dia masih mencintai Anton, meskipun kesal.

__ADS_1


Tapi kekesalan itu mulai pudar, ketika mengingat perkataan sang ibu, yang benar adanya. Dirinya tidak bisa membenci Anton hanya karena satu kesalahan, dan mengabaikan kebaikannya selama ini, apa lagi Anton adalah suami yang sangat bertanggung jawab, tidak seperti suaminya yang pertama.


"Terima kasih, sayang," Anton pun langsung membawa Risa kedalam pelukannya, setelah sang istri mengangguk untuk mengiyakan apa yang dikatakannya. "Dan maafkan suamiku ini, sayang,"


"Aku juga minta maaf, Mas. Sudah mengatakan apa yang seharusnya tidak aku katakan," Risa juga menyesali niatnya yang ingin bercerai dengan Anton.


Membuat Anton kini melepas pelukannya lalu meraup wajah Risa. "Kamu pantas mengatakan hal seperti itu, karena aku salah, sayang. Tapi aku akan menebus kesalahan itu, dan aku berjanji tidak akan berbohong padamu sekecil apa pun itu,"


Ibu Ria yang mendengar percakapan sang putri dan juga sang menantu dari balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat, langsung mengukir senyum. Karena Anton akhirnya mengikuti sarannya, dibanding saran dari adik angkatnya yang ibu Ria dengar beberapa waktu lalu.


Terbitnya pelangi yang begitu indah setelah hujan, menggambarkan perasaan Anton dan juga Risa saat ini, yang merasa lebih baik setelah apa yang keduanya lewati.


"Sayang," panggil Abton.


"Iya, Mas,"


"Bagaimana jika kita liburan ke luar negeri," usul Anton.


"Untuk apa,"


"Aku belum pernah mengajak kamu pergi jalan-jalan ke luar negeri,"

__ADS_1


"Tidak perlu, Mas. Aku malah ingin berkunjung ke makam Leta,"


"Untuk apa?"


"Ingin berkunjung saja, apa Mas, mau mengantar aku?"


Anton pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang istri.


"Mas, apa Mas datang bersama Nana?"


"Tidak, aku datang sendiri. Nana bersama mama di rumah, dan sekarang kita kembali ke rumah,"


"Jadi mama di rumah?"


"Iya, dia sudah menunggu kedatangan kamu, sayang. Begitu pun dengan papa, dia juga ingin kamu kembali ke rumah,"


"Aku merasa malu pada mereka, dengan sikapku ini,"


"Itu hal wajar, sayang. Mama dan papa malah merasa sangat bersalah padamu, karena kejadian ini," Anton pun beranjak dari tepatnya, lalu mengulurkan tangannya kearah Risa. "Kita kembali sekarang,"


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2