Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Cemas


__ADS_3

"Ya Tuhan, ke mana Risa," ucap Anton setelah menghubungi sang istri.


Namun, ponsel Risa mati. Tentu saja membuat Anton begitu kuatir, pasalnya sudah jam delapan malam sang istri belum juga pulang ke rumah, sejak tadi pagi pergi dengan Neta, yang katanya hanya ingin berbelanja.


"Net, ya Tuhan," kecemasan tidak bisa di tutupi lagi oleh Anton, karena ponsel Neta juga tidak aktif. Dan dia pun langsung menghubungi sang mama untuk menanyakan keberadaan sang istri dan juga Neta.


Namun, jawaban mama Marta membuat Anton semakin cemas, saat sang mama tidak tahu keberadaan Neta dan juga Risa.


"Pa, ayo makan malam," ajak Nana yang kini sudah berada di dalam kamar Anton.


"Sebentar, sayang. Papa sedang menunggu mama pulang, jika Nana sudah lapar, Nana dulu yang makan malam di temani Mbak,"


"Aku ingin di temani Papa," kini Nana menarik tangan Anton untuk keluar dari dalam kamar.


Tentu saja, Anton tidak ingin menolak ajakan sang putri, dan berjalan menuju ke mana sang putri membawanya.


"Sayang," panggil Anton, ketika sudah berada di ruang makan.


"Iya, Pa,"


"Apa mama tidak menghubungi kamu, sayang?"


"Tidak, mama pergi dengan Tante Neta kan?"


"Iya, kenapa Mama belum juga pulang ya?"

__ADS_1


"Jika Papa bertanya pada aku, aku harus bertanya pada siapa?" tanya Nana balik. "Tenang saja, Pa. Mama tidak akan nyasar, dia sudah besar," ucap Nana sambil tersenyum kearah Anton, yang langsung mendapat senyum balasan dari Anton, dengan terpaksa, karena dia begitu cemas dengan sang istri yang belum bisa dihubungi.


"Malam semuanya," mendengar suara yang sangat Anton hafal membuatnya langsung menatap kearah sumber suara, dimana Neta dan juga Risa baru masuk ke dalam rumah.


Tentu saja Anton yang sudah duduk di kursi makan, kini beranjak dari duduknya dan meninggalkan sang putri dengan pengasuhnya, lalu menghampiri Neta dan juga sang istri yang sedang tersenyum kearahnya.


"Jangan tersenyum," kesal Anton pada Risa ketika sudah mendekatinya.


"Loh, kok Mas Anton marah?" tanya Risa penasaran, melihat raut wajah sang suami.


"Tentu saja aku marah, kenapa kamu baru pulang? Dan kenapa ponsel kamu tidak bisa dihubungi? membuat cemas saja"


"Oh, maaf Mas," kini Risa melingkarkan tangannya di lengan Anton. "Jangan marah, tadi tidak sempat memberi tahu Mas, jika aku pulang agak telat,"


"Terus kenapa ponsel kamu dimatikan?"


"Ya elah, baru ditinggal sehari sudah kelimpungan apa lagi di tinggal lama," sambung Neta memotong pembicaraan Anton dan juga Risa.


Tentu saja mendengar ucapan dari Neta, membuat Anton dengan segera menatap pada adiknya tersebut.


"Apa yang kamu bicarakan, hah?"


"Tanya saja sama kakak ipar,"


Tentu saja Anton kini menoleh pada sang istri yang masih memeluk lengannya.

__ADS_1


"Sayang, apa maksud dari ucapan Neta?"


"Oh itu, pekan depan dia akan mengajak aku untuk menghadiri acara fashion di luar negeri,"


"Aku tidak mengijinkan kamu pergi," larang Anton.


"Kenapa Mas,"


"Aku bilang tidak, ya tidak,"


"Biarlah kakak pergi, lagian pergi dengan aku, sekalian liburan, kakak ipar kan belum pernah pergi ke luar negeri," ucap Neta.


"Tidak, sekarang kamu pulang," pinta Anton pada Neta.


"Kamu mengusirku?"


"Iya, karena sejak ada kamu disini, istriku selalu bersama denganku, aku ini suaminya," kesal Anton, karena mamang sekarang Risa sangat dekat dengan Neta, membuatnya jarang bersama dengan sang istri.


"Ye elah, cemburu hanya pada pria kali, jangan sama aku, aku ini wanita sama dengan kakak ipar, dan malam ini aku ingin menginap dan tidur bersama kakak ipar,"


"Tidak bisa, sekarang kamu pulang," pinta Anton, karena sudah berapa malam dia tidak tidur bersama dengan Risa, karena Neta tidur di dalam kamarnya bersama dengan sang istri. Dan hal itu juga sering Neta lakukan pada Leta semasa hidupnya, hingga dia jarang sekali tidur berdua dengan Leta, padahal waktu yang dia punya untuk almarhum istri pertamanya tidak banyak.


"Biarkan saja lah Mas, Neta tidur disini," sahut Risa.


"Tidak," ucap Anton yang kini meraih tangan Neta lalu menariknya untuk keluar dari dalam rumah. "Kamu mau membuat kakakmu ini kesepian, tolonglah mengerti adikku sayang, kakakmu ini butuh bercocok tanam, cukup sudah bocil yang mengganggu oke, kamu jangan, jadi sekarang kamu pulang, dan katakan pada kakakmu ini, kamu mau apa? Mobil? Perhiasan atau apa?" tanya Anton dengan berbisik di telinga Neta.

__ADS_1


"Aku ingin kamu,"


Bersambung..................


__ADS_2