Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Bergosip


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul dua dini hari, tapi tidak ada tanda-tanda dua insan yang sedang memadu kasih, untuk menghentikan aktifitas panasnya yang pertama kali setelah resmi menjadi pasangan suami istri.


"Mas," ucap Risa dengan peluh yang sudah membasahi seluruh pori-pori kulitnya, saat masih berada di bawah kungkungan Anton.


Membuat Anton yang sedang memaju mundurkan pinggangnya menghujami daerah inti sang istri dengan juniornya, sekarang menghentikan aktivitasnya.


"Apa kamu sudah lelah?" tanya Anton, karena memang Risa sudah berulang kali mencapai puncak kenikmatan, bukan hanya sang istri, Anton pun juga sudah beberapa kali melepas ****** ***** di dalam rahim Risa, tapi dia enggan untuk menyudahi permainannya.


Risa yang sedang mengatur nafasnya, langsung menganggukkan kepala, karena tidak di pungkiri, dia sungguh sangat lelah, dengan aktivitas panas tersebut yang sudah dilaluinya hampir dua jam.


"Baik, aku akan mempercepat permainanku," sambung Anton yang kembali menghujami daerah inti sang istri, saat dia merasa akan segera melepas cairan cintanya kembali.


Dan benar saja, beberapa menit kemudian, Anton dan juga Risa sama-sama mengejan menikmati rasa itu kembali datang entah sudah yang berapa kali.


Membuat Anton yang juga merasakan lelah luar biasa, langsung menarik juniornya dari dalam daerah inti Risa, lalu merebahkan tubuhnya tepat di sampingnya, sambil mengatur nafasnya yang masih memburu.


Dan saat sudah bisa mengatur nafasnya, kini Anton memiringkan tubuhnya, lalu memeluk sang istri, sambil mendaratkan ciuman di keningnya.


"Terima kasih,"


Ria hanya mengangguk, tak bisa lagi mengatakan apa pun, saat lelah dan kantuk menjadi satu.


"Tidur lah," Anton menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh sang istri yang masih telanjang bulat.


*


*


*

__ADS_1


Setelah melewati malam panas itu beberapa hari lalu, hubungan Anton dan juga Risa semakin dekat, dan tidak ada lagi rasa canggung yang pernah Risa rasakan dulu pada Anton, dan tidak segan-segan sekarang Risa berani mencium Anton terlebih dahulu.


Seperti pagi ini, Anton yang ingin ke luar negeri beberapa hari untuk mengurus pekerjaannya, mendapat pelukan dan juga kecupan dari Risa, setelah dia merapikan pakaiannya.


"Jangan memancing aku, apa semalam kurang?" tanya Anton, mengingat lagi setelah melewati malam panas di malam itu, hampir setiap malam dia selalu melakukan hubungan suami istri dengan Risa.


Mendengar apa yang sang suami katakan, membuat Risa langsung melepas pelukannya, diganti dengan mencubit perutnya.


"Ternyata kamu mesum, Mas," sambung Risa sambil tersipu.


"Hanya pada istriku," ucap Anton, yang kini menglus perut Risa. "Apa disini sudah tumbuh anak kita?"


"Mas, yang benar saja, belum juga ada sebulan kita melakukan hal itu untuk pertama kali,"


"Siapa tahu, agar Nana cepat punya adik," sambung Anton yang kini mendaratkan ciuman di bibir Risa untuk beberapa saat. "Aku akan merindukan kamu,"


"Sama, Mas,"


"Baik,"


"Urusan kantor, aku serahkan padamu, dan ya, jangan dengarkan apa yang karyawannya lain katakan, oke," pinta Anton, yang baru mengetahui belakangan ini di kantor, banyak karyawan yang bergosip dengan pernikahannya .


"Baik, Mas. Hati-hati dijalan,"


"Terima kasih," Anton pun kembali mencium bibir Risa kembali.


*


*

__ADS_1


*


"Entahlah ini gosip atau fakta, jika pak Anton sudah menikah dengan wanita ini,"


"Aku ingin lihat,"


"Aku juga,"


"Cantik kan,"


"Banget,"


"Tajir juga,"


"Tentu, mana mau pak Anton menikah dengan orang biasa seperti kita, sadar diri, dan mulai sekarang, jangan berharap lagi mendekati dia, paham!"


"Tak apa aku jadi yang kedua,"


"Ngarep,"


"Dasar!"


Seperti biasa, saat Risa baru memasuki kantor sang suami, akhir-akhir ini dia sering mendengar beberapa karyawan bergosip tentang istri dari Anton, tanpa mereka tahu istrinya adalah sang sekretaris.


Risa menghentikan langkahnya, saat tiga karyawan yang tadi bergosip kini menghalangi langkahnya.


"Kenapa kalian menatap aku seperti itu?" tanya Risa pada ketiganya.


"Lihatlah," salah satu karyawan wanita itu menyodorkan ponselnya pada Risa.

__ADS_1


"Kenapa selama ini, kamu tidak mengatakan sejujurnya?"


Bersambung................


__ADS_2