Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Jangan Bersedih


__ADS_3

Semua yang berada di rumah sakit begitu terkejut, tidak terkecuali dengan Anton, yang baru tiba di rumah sakit, setelah sang mama memberi tahu, jika Leta di larikan ke rumah sakit.


Bagaimana tidak terkejut, saat mengetahui jika Leta ternyata terkena kanker tulang dan sudah stadium akhir, dan sekarang berada di ruang ICU, saat kondisinya kritis.


Tapi tidak dengan Risa yang ikut ke rumah sakit, karena sebelumnya sudah di beri tahu oleh Leta tentang penyakitnya.


Risa yang berdiri tidak jauh dari sang suami, terus menatap pada Anton yang begitu terpukul mengetahui keadaan Risa.


"Tidak mungkin kamu tidak tahu penyakit yang di derita oleh Leta, Ton," ucap mama Marta yang tidak percaya, jika sang putra tidak mengetahui penyakit mematikan yang diderita oleh sang istri.


Bukannya menjawab pertanyaan sang mama, Anton yang sedari tadi duduk tidak jauh dari ruang ICU, kini beranjak dari duduknya, lalu menghampiri Risa sang istri yang terus menatap kearahnya.


"Sayang, pulanglah. Disini tidak baik untuk anak kita," pinta Anton, ketika sudah mendekati Risa. "Nana juga ingin bertemu denganmu,"


"Kamu baik-baik saja?" pertanyaan yang keluar begitulah dari bibir Risa tanpa dia sadari, mungkin karena cintanya yang amat besar pada Anton, membuatnya kuatir dengan keadaan sang suami, yang baru mengetahui sebuah kebenaran.


"Iya, aku baik-baik," jawab Anton yang kini menoleh pada mama Marta yang sekarang berada tepat disisinya. "Ma, tolong antar istriku pulang,"

__ADS_1


"Baik," mama Marta pun mengikuti perintah sang putra, dan kini memeluk lengan Risa. "Ayo, Ris. Mama akan mengantar kamu pulang," ajak mama Marta yang langsung melangkahkan kakinya bersama Risa yang tidak menolak ajakannya, meninggalkan Anton yang tersenyum kearah Risa, meskipun Risa tahu, senyum yang terukir dari bibir sang suami di balut dengan kesedihan.


Senyum dari bibir Anton memudar, setelah tidak lagi melihat Risa.


Dan tangis yang sedari tadi dia tahan, kini tidak bisa di bandung lagi, dan air mata lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya, dan membasahi kedua pipinya.


Membuat papa Martin yang masih berada di tempatnya, kini mendekati sang putra, lalu menepuk punggungnya, tidak tahu harus mengatakan apa. Setelah tahu apa yang terjadi pada Leta.


"Orang yang paling jahat, di dunia ini adalah aku, Pa. Aku," ucap Anton disela sela isak tangisnya. Karena sudah melukai istri keduanya, dengan kebohongan. Dan dia juga tidak tahu jika istri pertamanya ternyata memiliki penyakit yang mematikan.


Papa Martin tidak menanggapi apa yang sang putra katakan, karena memang sang putra salah, tapi papa Martin tidak ingin menyalahkannya, disaat seperti ini.


Membuat Anton langsung menghentikan tangisnya, lalu menghapus air mata yang berada di kedua pipinya, dan sekarang mendekati dokter tersebut.


"Aku suaminya Dok, bagaimana dengan kondisi istriku?" tanya Anton.


Namun, tidak mendapat jawaban dari dokter tersebut, karena kondisi Leta tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Dok, aku sedang bertanya, kenapa dokter diam saja?"


"Pasien ingin bertemu dengan anda,"


Tanpa mengatakan apa pun lagi, Anton langsung masuk ke dalam ruang ICU.


Dan segera mendekati sang istri yang ternyata sudah tidak di pasang alat medis di tubuhnya.


"Sus, kenapa istriku tidak dipasang alat medis?" tanya Anton bingung, pada beberapa perawat yang masih berada di ruangan tersebut.


"Ini permintaan pasien, Pak," jawab salah satu perawat, membuat Anton langsung menatap pada sang istri yang sedang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kena....


"Sayang," ucap lemah Leta memotong perkataan Anton. "Aku mohon, jangan bersedih saat aku pergi, dan aku mohon, cintai Risa, dan hanya Risa, jangan tinggalkan sedikit ruang pun di hatimu termasuk untukku, maafkan aku karena tidak memberi tahumu tentang ini semua, dan ini saat..." Risa tidak meneruskan ucapannya, ketika nafasnya tiba-tiba tersendat.


Membuat Anton kuatir dan langsung memanggil perawat yang masih berada di ruangan tersebut. Dan kembali menatap pada sang istri yang sudah memejamkan matanya, dengen nafas yang begitu berat.

__ADS_1


"Sayang, aku mohon jangan seperti ini, sayang!"


Bersambung..............


__ADS_2