Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Ibu, Akan Mendukungmu


__ADS_3

"Maafkan, aku Bu," Anton bersimpuh dan memeluk kedua kaki ibu Ria yang masih berdiri di tempatnya.


Tapi tidak dihiraukan oleh ibu Ria yang kini sedang menangis, setelah tahu apa yang sang putri sedang alami, dan dia merasa sangat bersalah, untuk hal ini. Karena dialah yang dulu memaksa sang putri untuk menikah dengan Anton.


"Tolong aku Bu, bujuk Risa untuk tidak menceraikan aku, aku sangat mencintainya, dan ibu juga tahu, Risa sedang mengandung," Anton memohon pada ibu mertuanya.


Dan kembali, ibu Ria tidak menanggapi apa yang baru saja Anton katakan. Karena untuk saat ini dia tidak bisa berpikir, harus mendukung sang putri bercerai dengan Anton, atau membujuknya untuk tetap bersama dengan sang suami, setelah tahu apa yang sang putri alami.


"Aku mengatakan sejujurnya Bu, aku sangat mencintai Risa, dan aku salah telah membohonginya, tapi kebohongan aku demi kebaikan,"


"Tidak ada kebohongan demi kebaikan. Kebohongan tetaplah kebohongan, dan itu tidak bisa dibenarkan," sahut ibu Ria yang mulai menghentikan tangisnya, tangis untuk meratapi nasib sang putri, yang selalu tersakiti oleh seorang pria.


"Maaf," hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Anton, yang masih setia memeluk kedua kaki ibu mertuanya.


"Bangunlah!" pinta Ibu Ria, membuat Anton langsung bangkit dari tempatnya. "Sekarang pulanglah,"


"Aku tidak mau, Bu. Aku akan tetap berada disini,"

__ADS_1


"Ibu bilang pulang, jangan membuat Risa semakin membenci kamu, jika kamu masih berada disini,"


"Bu, aku..."


"Kita bicarakan semuanya besok," sambung ibu Ria memotong perkataannya Anton. "Sekarang kamu pulanglah!"


"Baik aku akan pulang, Bu. Tapi tolong aku, Bu, bujuk Risa untuk tidak menceraikan aku,"


Namun ibu Ria tidak lagi menanggapi apa yang sang menantu katakan, karena sekarang di dia menuju pintu rumah, dan membukanya.


"Silakan," ibu Ria mempersilakan Anton untuk keluar dari dalam rumah.


Setelah memastikan sang menantu keluar dan meninggalkan rumah, Ibu Ria segera masuk ke dalam kamarnya, untuk menemui sang putri.


Dan saat sudah berada di dalam kamarnya, dia mendekati Risa yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur sambil menatap Nana sang putri yang sedang tertidur lelap.


"Maafkan ibu, Ris," ucap ibu Ria, membuat Risa kini menatap pada sang ibu yang sudah mendekatinya, dan sekarang memeluk sang putri ketika ibu Ria sudah duduk bersebelahan dengan Risa. "Jika ibu tidak memaksa kamu untuk menikah dengannya, tentu saja ini semua tidak akan terjadi. Ini semua karena ibu, sekali lagi maafkan ibu Ris," ibu Risa merasa sangat bersalah pada putrinya, karena pernikahan Risa dan juga Anton tidak luput dari campur tangannya, dimana dia yang sudah mendesak sang putri untuk menikah dengan Anton, demi Nana sang cucu.

__ADS_1


Risa tidak menanggapi apa yang sang ibu katakan, karena sekarang dia melepas pelukan sang ibu, lalu menatap wajahnya.


"Aku ingin bercerai, Bu,"


"Ibu, akan mendukungmu, Ris. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan," kata Ibu Ria, karena saat ini dia hanya ingin mendukung sang putri, dan menguatkannya, memang Tuhan tidak menyukai perceraian, tapi ibu Ria tidak ingin sang putri menjalani rumah tangga yang diawali dengan kebohongan.


"Besok aku akan mengurus surat cerai, Bu,"


Ibu Ria langsung menautkan kedua alisnya, saat mengingat sesuatu. "Ris,"


"Iya, Bu,"


"Sepertinya tidak bisa kamu mengurus perceraian saat ini, disaat kamu sedang mengandung, karena pengadilan tidak akan pernah menerima gugatan kamu," jelas ibu Ria.


Membuat Risa baru menyadari tentang hal itu. "Terus, aku harus bagaimana Bu, aku ingin segera bercerai dengannya,"


"Tunggu kamu melahirkan, dan salama itu, kamu tetap tinggal bersama dengan ibu,"

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2