Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Untukmu, Istriku


__ADS_3

Entah sudah berapa kali Risa mengetuk pintu rumahnya, tapi tidak ada tanda-tanda pintu tersebut akan di buka dari dalam oleh sang ibu.


"Mas, ke mana ibu ya?"


"Kenapa kamu tanya padaku, sayang," jawab Anton sambil mengelus rambut sang istri. "Tadi, kamu menelpon ibu terlebih dahulu tidak, saat akan datang ke sini?"


"Tidak, Mas,"


"Mung..." Anton tidak jadi meneruskan ucapannya, karena dari balik pintu, terdengar ada seseorang yang sedang membuka kunci pintu rumah tersebut.


Dan benar, tak berselang lama, pintu itu terbuka dan memperlihatkan ibu Ria dengan rambut yang berantakan.


"Ka... kalian?" tanya Ibu Ria, dan begitu terkejut mendapati ada sang putri dan juga menantunya.


Tentu saja, keterkejutan ibu Ria, membuat Anton langsung menautkan keningnya, dan mengingat lagi, jika tadi dia tidak salah, melihat papa Martin keluar dari halaman rumah mertuanya tersebut. "Apa tadi papa menemui Ibu," batin Anton, dan tatapan matanya terus tertuju pada ibu mertuanya.


"Kenapa kalian datang tidak memberi tahu ibu dulu?" tanya ibu Ria pada sang putri.


"Ingin memberi kejutan padamu ibu. Oh ya, kenapa penampilan ibu seperti ini?" tanya Risa penasaran.


"Ibu baru bangun tidur,"


"Jam segini?" tanya Risa penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja ibu sudah bangun dari pagi buta, tapi tadi tidur lagi, karena ibu merasa tidak enak badan,"


"Ibu sakit? Kalau begitu, lebih baik kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan ibu,"


"Tidak perlu, setelah ibu beristirahat, nanti juga lebih baik," tolaknya. "Ke mana cucu ibu?" tanya ibu Ria yang tidak mendapati keberadaan Nana.


"Sekolah Bu,"


"Eh iya, ibu sampai lupa," sambung ibu Ria yang sekarang menatap pada Anton. "Nak Anton, ayo masuk,"


"Bu, Mas Anton hanya mengantar aku, dia harus segera ke bandara,"


"Apa mau ke luar negeri lagi?"


*


*


*


Hanya perlu menempuh penerbangan selama kurang lebih dua jam, Anton sudah tiba di negara para sultan yang ada di asia.


Buket bunga Lily tidak lepas dari tangannya, hingga mobil yang di naikinya berhenti tepat di depan sebuah rumah yang sangat mewah.

__ADS_1


"Silakan, Tuan," sopir yang mengendarai mobil, kini sudah membuka pintu mobil dimana Anton duduk.


"Terima kasih," ucap Anton yang langsung turun dari dalam mobil, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah mewah tersebut, sambil mengukir senyum, tak lupa sesekali menatap buket bunga Lily yang ada di tangannya. "Selamat siang, sayang," ucap Anton ketika baru saja masuk ke dalam rumah mewah tersebut, rumah mewah yang sudah tidak asing lagi baginya.


Lalu Anton menghampiri wanita yang sangat Cantik, dimana wanita tersebut sedang duduk diatas kursi roda sambil mengukir senyum pada Anton.


"Untukmu, istriku," Anton menaruh bunga Lily yang dibawa diatas pengakuan wanita yang baru saja di panggil istriku, lalu memberikan ciuman mesra sebelum memeluknya. "Ke mana para perawat, sayang. Kenapa kamu hanya sendiri?" tanya Anton.


"Sayang, aku bisa sendiri," jawab wanita tersebut sambil meraup wajah Anton yang sedang berjongkok tepat dihadapannya. "Bagaimana keadaan Risa?" tanyanya.


"Apa kamu tidak ingin menanyakan bagaimana keadaan aku?"


"Aku tahu, kamu baik-baik saja, sayang. Buktinya kamu ada disini,"


"Dia baik-baik saja,"


"Selamat untuk kehamilan Risa," ucapnya lagi.


"Maafkan aku, sayang,"


"Untuk apa kamu minta maaf, aku sangat senang mendengar Risa hamil, sayang," ucap Aleta Valen, pemilik sebuah brand fashion ternama, sekaligus wanita yang sudah menyandang status sebagai istri Anton hampir delapan tahun lamanya, dan wanita yang setiap hari menggunakan kursi roda, saat dia mengalami lumpuh total, akibat kecelakan setahun setelah menikah dengan Anton, dan naasnya, kecelakaan itu bukan hanya membuatnya lumpuh total, tapi juga melenyapkan bayi yang sedang di kandungnya.


Bersambung......................

__ADS_1


__ADS_2