Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Ini Keputusan Aku


__ADS_3

"Tidak!" tegas Anton, ketika Leta belum lama keluar dari dalam ruangan dimana Risa sang madu berada. Setelah dia mengatakan ingin bercerai dari Anton.


"Aku mohon, aku ingin bercerai,"


"Tidak!" tegas Anton.


"Ini demi Risa, karena aku tidak ingin Risa menceraikan kamu, sayang. Aku ingin kamu terus bersama dengan Risa, dan salah satu caranya ya, dengan aku bercerai dengan kamu," jelas Leta, setelah tadi dia mengatakan pada Risa, jika dirinya akan bercerai dengan Anton, meskipun tadi Risa tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Leta, dan memilih diam seribu bahasa.


"Tidak, sayang. Kamu dan juga Risa akan selalu bersamaku,"


"Dengarkan aku, sayang. Risa memiliki rasa kecewa yang sangat dalam padamu, mungkin dengan cara aku menceraikan kamu, akan membuat rasa kecewanya berkurang,"


"Tapi ini tidak benar, aku tidak ingin bercerai dengan kamu maupun dengan Risa, aku mencintai kalian berdua, sepenuh hatiku,"


"Bohong!"


Mendengar kata bohong dari Leta, Anton langsung memicingkan matanya menatap istri pertamanya. "Kenapa kamu bicara seperti itu, sayang?"


"Aku tahu, kamu lebih mencintai Risa,"


Deg!


Jantung Anton berhenti sejenak mendengar apa yang baru saja, Leta katakan. Karena benar apa yang di katakan istrinya tersebut, cinta yang diberikan oleh Anton lebih besar ke istri keduanya di banding istri pertamanya, meskipun Anton terus bersikap sama saja, tapi kenapa bisa Leta tahu, itu yang sedang di pikirkan oleh Anton.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu, itu tidak benar,"


"Aku tahu, hanya dengan melihat kedekatan kalian, tapi aku tidak mempermasalahkannya, aku menyukai itu, dan ini saatnya untuk aku bercerai denganmu, karena kamu sudah menemukan orang yang tepat,"


"Tidak, aku yang akan bercerai dengannya," ujar Risa sambil menunjuk kearah Anton, karena sedari tadi dia sudah mendengar pembicaraan keduanya.


Membuat Leta dan juga Anton langsung menoleh kearah Risa yang berada tidak jauh dari keduanya.


Dan Anton pun langsung mendekati Risa, dan ingin meraih tangannya, tapi belum juga meraih tangan sang istri, tangannya sudah terlebih dahulu di tampik oleh Risa.


"Ini keputusan aku, Mas," ucap Risa yang langsung melangkahkan kakinya meninggalkan keduanya.


Tentu saja langsung diikuti oleh Anton, dan dia sekarang menghentikan langkahnya, saat Risa yang berada di depannya menghentikan langkahnya.


Leta yang sudah mendekati Anton langsung menggenggam satu tangannya, membuatnya kini menoleh pada Leta.


"Sayang,"


"Ikuti dia,"


Bukannya menuruti sang istri, Anton kini berjongkok tepat di hadapan Leta untuk mengsejajarkan tubuhnya dengan sang istri, dan balik memegang erat kedua tangannya.


"Sayang, apa yang tadi kamu katakan tidak benar kan? Jika kamu ingin bercerai dengan aku?"

__ADS_1


Leta pun segera menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, karena memang tadi yang dia katakan tidaklah benar, dia sudah tahu Risa berada tidak jauh dari tempatnya dan juga Anton berada, dan dia melakukan hal itu, agar niat Risa menceraikan Anton, tidak terjadi. Setelah mendengar pembicaraannya dengan Anton. Tapi sepertinya apa yang sudah dia katakan tadi tidak membuat Risa goyah dengan pendiriannya.


"Terima kasih, sayang," sambung Anton diakhiri mencium punggung tangan Leta.


"Cepat ikuti Risa, aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya,"


"Baiklah," Anton pun segera beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Leta seorang diri.


Senyum yang tadi menghiasi kedua sudut bibir Leta, kini pudar seiring manjauhnya Anton dari tempatnya sekarang berada.


"Aku tahu cinta kamu sekarang lebih besar pada Risa, tapi setidaknya tanya kek, aku pulang naik apa," ucap Leta yang langsung memanggil perawatan yang melewatinya.


"Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya perawatan yang baru saja mendekati Leta.


"Apa aku boleh meminjam ponselmu?" tanya balik Leta, mengingat lagi, dirinya tidak membawa apa pun saat ikut ke rumah sakit.


Perawat tersebut langsung memberikan ponsel miliknya sambil tersenyum kearah Leta.


"Terima kasih," Leta pun segera menghubungi nomor ponsel mama Marta yang sangat dia hapal untuk menjemputnya di rumah sakit.


Bersambung...............


Maaf ya Guys, lama g up. Lagi sibuk di RL, dan sekarang sudah mulai aktif lagi, terima kasih untuk kalian yang setia menunggu kisah mereka๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2