
Setelah papa Martin meminta Neta untuk menceritakan jika dirinya menyukai Anton atau tidak.
Tentu saja jawaban Neta tidak, dan mengelak apa pun yang papa Martin katakan, tentang buku diiarinya di masa lalu.
Mana mungkin dia akan mengatakan iya, yang akan berakibat fatal padanya, dan bisa jadi kejahatannya dimasa lalu, tentang kecelakaan yang dia rencanakan pada Leta, dan sudah tertutup rapat akan terbongkar.
Setelah memastikan papa Marti keluar dari dalam kamarnya, Neta dengan segera mengunci pintu kamarnya, agar tidak ada satu lagi yang bisa masuk ke dalam kamarnya tersebut.
"Aku harus bertindak lebih cepat," ucap Neta sambil mondar-mandir untuk merencanakan sesuatu, agar Anton segera berpisah dengan Risa.
Tidak ingin menunggu lebih lama lagi, yang bisa berakibat fatal untuknya, ketika papa Martin sudah curiga padanya.
"Aku harus menghubungi seseorang," ucap Neta yang langsung menuju meja nakas dimana ponselnya di letakkan, lalu menghubungi seseorang.
*
*
*
Setelah semalam berdebat dengan Risa sang istri yang terus mendesak sang suami menginjikannya untuk pergi ke luar negeri pekan depan bersama dengan Neta, akhirnya Anton mengalah, dan menginjinkan sang istri pergi, tentu harus bersama dengannya.
"Sayang, duduklah," pinta Anton dan mendekati Risa yang sedang berada di dapur bersama dengan asisten rumah tangganya, dan juga sang ibu yang menginap di rumahnya, saat ketiganya sedang menyiapkan sarapan.
__ADS_1
"Aku sedang membuat sarapan Mas, dan sebentar lagi selesai,"
"Ini perintah!" Anton yang sudah mendekati Risa, dan ingin memeluknya dari belakang, hal yang selalu dia lakukan, saat sang istri sedang berada di dapur, tapi dengan segera Risa membalik tubuhnya, dan mendorong tubuh sang suami untuk menjauh, tidak enak dengan sang ibu yang juga berada di dapur, lalu berjalan meninggalkan dapur dan langsung diikuti oleh Anton dari belakang.
"Nah begitu, jadi istri itu harus nurut sama suami," ujar Anton, ketika sang istri sudah duduk di kursi makan, lalu mencium keningnya.
"Kok aku tidak di cium Pa," sambung Nana yang baru mendekati ke duanya, bersama dengan pengasuhnya.
Tentu saja Anton langsung mengukir senyun pada sang putri. Dan kini berjalan mendekatinya, lalu mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya, kemudian mendudukkan di kursi makan, tepat disampingnya.
"Hari ini papa sendiri yang akan mengantar kamu ke sekolah,"
"Benarkah?" tanya Nana, karena sudah lama Anton tidak pernah mengantar sang putri ke sekolah.
"Tentu,"
"Sama-sama sayang, sekarang kita sarapan," perintah Anton bertepatan dengan asisten rumah tangannya yang sudah membawa makanan untuk sarapan ke meja makan.
Setelah memastikan Anton dan juga sang putri berangkat, Risa yang mengantar keduanya sampai teras rumah, kini masuk ke dalam Rumah ketika tidak melihat lagi mobil sang suami dari pandangannya.
"Bu, apa ayang ibu lalukan, biarakan Mbak yang membereskan semuanya," pinta Risa yang kembali ke ruang makan dan melihat sang ibu sedang membantu asisten rumah tangganya membereskan meja makan.
"Biar ibu ada kerjaan, Ris,"
__ADS_1
"Ini waktunya ibu menikmati hari tua, dan tidak ada lagi kata pekerjaan," Risa pun dengan segera mengambil beberapa gelas yang ada di tangan sang ibu, lalu meletakannya di atas meja, lalu menarik tangan sang ibu untuk menjauh dari ruang makan. "Lebih baik kita ke taman belakang Bu, aku punya tanaman baru," ajak Risa yang langsung menuju taman belakang yang terdapat berbagai macam bunga, yang setiap hari di rawat oleh tukang kebun.
"Ris," panggil ibu Ria, setelah beberapa saat keduanya sudah duduk di bangku taman sambil melihat hamparan berbagai macam bunga yang sedang di rawat oleh tukang kebun.
"Ada apa Bu? Tenang saja, mas Aton tidak keberatan jika ibu tinggal disini, untuk selamanya juga tidak masalah," ujar Risa untuk menimpali panggilan sang ibu.
"Buka itu, Ris,"
"Terus?"
"Ada yang ingin ibu bicarakan, dan ini tentang adik angkat Anton,"
"Neta maksudnya Bu?"
"Iya,"
"Ada apa dengannya?"
"Sepertinya dia tidak sebaik yang kamu kira," jawab ibu Ria, yang bisa mengatakan hal itu, karena semalam dia yang ingin ke rumah sang putri mendengar apa yang Neta katakan sebelum masuk ke dalam mobil.
"Apa maksud ibu?"
"Dia itu..."
__ADS_1
"Selamat pagi kakak ipar tersayang," sapa Neta menghentikan ucapan Ibu Ria, dan kini menghampiri keduanya.
Bersambung..........................