Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Cepat Atau Lambat


__ADS_3

"Ka... kamu ada disini?" tanya papa Martin terbata, dan tatapan yang tadi tertuju pada Risa, kini dia alihkan. Tak sanggup untuk menatap Risa, wanita yang sangat baik dan kuat dalam menghadapi hidupnya, mengingat lagi, saat dulu Risa masih menjadi sekretarisnya, papa Martin tahu benar siapa dia. Wanita yang sudah disakiti oleh sang suami, hingga dia trauma.


Itulah mengapa mama Martin tidak merestui Anton menikahi Risa. Bukan karena dia membenci Risa, tapi papa Martin tidak ingin. Mantan sekretarisnya tersebut terluka batinnya lagi, jika mengetahui dia bukanlah istri satu satunya bagi sang putra, tapi salah satunya.


Meskipun papa Martin tahu, Leta menantunya tidak keberatan dimadu, tapi bagaimana dengan Risa jika tahu dia sudah di bohongi oleh sang putra.


Itu lah mengapa, beberapa kali papa Martin menyuruh sang putra untuk menceraikan Risa, demi kebaikan semua, meskipun papa Martin sudah terlambat, karena Risa sedang mengandung buah hatinya bersama Anton.


Dan kedatangan papa Martin ke rumah ibu Ria bertujuan untuk berbicara dengan sang besan, mengenai sang putra, karena dia tidak berani mengatakan langsung pada Risa, yang dia yakini, menantunya tersebut pasti akan syok berat, dan papa Martin berniat membicarakan tentang sang putra pada ibu Rina terlebih dahulu, berharap akan meredam emosi Risa jika dia tahu semuanya nanti.


Tapi apalah daya, sekarang dia bertemu langsung dengan Risa, yang selama menyandang status sebagai menantunya, papa Martin selalu menghindarinya.


"Iya Pa," jawab Risa memanggil papa Martin seperti sang suami memanggilnya. "Selama mas Anton ke luar negeri, aku menginap disini. Kalau boleh tahu, kenapa papa datang ke rumahku?" tanya Risa ingin tahu.


Namun, tidak mendapat jawaban dari papa Martin yang masih memalingkan wajahnya. Sambil berpikir apa yang harus dia katakan.


"Pa, lebih baik kita masuk," ajak Risa, dan kali ini membuat papa Martin menoleh pada sang menantu.


"Baik, dan ada yang ingin papa katakan padamu," ujar papa Martin, yang akhirnya mengambil keputusan untuk menceritakan siapa Anton sang putra pada Risa langsung, toh cepat atau lambat Risa akan mengetahui rahasia dibalik pernikahannya tersebut.

__ADS_1


Kemudian papa Martin masuk ke dalam rumah mengikuti sang menantu.


"Silakan di minum tehnya, Pa," ucap Risa sambil menaruh gelas berisi teh hangat manis, di atas meja tepat dihadapan papa Martin.


"Terima kasih, dimana ibu kamu?"


"Ibu sudah tidur, dia sedang tidak enak badan," jawab Risa yang kini duduk di sofa tidak jauh dari papa Martin. "Kenapa Papa datang ke rumahku?" tanya Risa lagi, karena tadi tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.


"Bagaimana dengan kehamilan kamu?" tanya papa Martin balik tanpa menjawab pertanyaan Risa.


Pertanyaan antusias papa Martin yang pasti akan dia tanyakan pada menantu yang sudah mengandung cucunya, dan akhirnya pernyataan itu dia lontarkan untuk Risa.


"Sudah berada bulan?"


"Tiga bulan, dan akan memasuki usia empat bulan,"


Sekarang papa Martin hanya tersenyum mendengar apa yang Risa katakan, karena tidak dia pungkiri, didalam hatinya terdalam begitu antusias dengan kehamilan Risa, meskipun dia pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan pada Anton beberapa waktu lalu, tapi dia sangat menyesal setelahnya.


"Semoga sehat selalu,"

__ADS_1


"Aminn,"


"Ris,"


"Iya Pa,"


"Ada yang ingin papa katakan padamu, dan ini tentang Anton,"


"Mas Anton? Ada apa dengan dia, Pa?" tanya Risa penasaran.


"Sebenarnya Anton..." papa Martin menghentikan ucapannya, entah mengapa niat awal ingin memberi tahu langsung jika Risa hanya istri kedua putranya, dia urungkan. Merasa tidak tega dengan Risa, yang sedang menatap padanya, untuk mendengar apa yang akan dikatakannya.


"Pa, kenapa dengan Mas Anton?"


"Tidak ada," sambung mama Marta yang sudah berdiri di depan pintu rumah, dimana tadi dia mengikuti sang suami, karena merasa curiga, jika papa Martin akan bertindak sendiri untuk menggugurkan kandungan Risa saat Anton berada di luar negeri untuk menemui istri pertamanya, seperti cerita Anton beberapa waktu lalu, jika sang papa mendatangi kantornya hanya untuk menyuruh menggugurkan kandungan sang istri.


Bersambung.............


Maaf telat up ya guys, lagi memanfaatkan akhir pekan untuk tidur sebanyak mungkin 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2