
"Manja," ucap Anton dan langsung melepas pelukan wanita tersebut. "Kenapa kamu datang kesini?"
"Menemui kamu, lagian kenapa tidak pulang ke rumah, malah menginap disini?" tanya balik wanita tersebut pada Anton, tanpa menjawab pertanyaannya. "Ketika mama memberi tahu aku, kamu datang ke negara ini, aku langsung menuju hotel ini, dimana kamu selalu menginap jika datang ke negara ini," jelas Neta adik angkat dari Anton.
"Kamu sudah tahu, urusan pekarjaan aku dekat dari hotel ini,"
"Tapi kan, aku merindukan kamu,"
"Aku juga merindukan adikku yang cantik ini," Anton memcubit hidung Neta dengan gemas.
"Benar kamu langsung kembali besok?" tanya Neta, yang sejak dulu tidak pernah memanggil Anton dengan panggilan kakak.
"Ya,"
"Jangan, aku merindukan kamu," kini Neta memeluk lengan Anton dan menyandarkan kepalanya di bahunya.
"Sebelum besok kembali, kita pergi bersama lebih dulu, bagaimana?"
Mendengar apa yang yang Anton katakan, membuat Neta langsung menegakkan kepalanya, lalu menoleh pada Anton.
"Sungguh?"
Anton pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Neta.
"Terima kasih," sambungnya tanpa melepas pelukan di lengan Anton. "Oh ya, kenapa kamu menikah dengan dia?"
"Risa,"
"Iya, aku tahu, kenapa?"
"Karena aku mencintainya,"
"Cinta?"
"Ya,"
__ADS_1
"Terus bagaimana dengan..." Neta tidak jadi meneruskan ucapannya, membuat Anton langsung menoleh padanya.
"Kalau bicara tuh jangan di putus, bagaimana dengan apa?"
"Tidak jadi, pasti kamu tahu. Apa yang akan aku katakan. Tapi, kenapa kamu harus menikahi wanita yang sudah memiliki anak?"
"Karena aku mencintainya,"
"Tapi kamu tahu, papa tidak setuju itu," ujar Neta yang tahu papa Martin tidak merestui pernikahan Anton dengan Risa.
"Iya aku tahu, apa kamu mau membantu aku?"
"Tidak,"
"Kenapa tidak?"
"Kamu tahu sendiri papa orangnya sangat teguh dengan pendiriannya, lagian benar sih papa tidak merestui pernikahan kalian,"
"Heh, kenapa kamu berkata seperti itu, apa kamu juga tidak merestui pernikahan aku?"
"Dasar anak papa," sahut Anton, yang sangat tahu, Neta sangat deket dengan sang papa. "Tapi aku bisa minta tolong sama kamu tidak?"
"Jangan bilang, menyuruh aku, membujuk papa, agar papa mau menerima pernikanan kamu?"
"Itu tahu, tolong ya," pinta Anton pada adik angkatnya tersebut.
"Akan aku coba,"
"Terima kasih adikku tercinta," ujar Anton yang langsung memeluk adik angkatnya tersebut sekilas, lalu menatap pada Neta. "Kenapa pakaian kamu seperti ini?"
"Kenapa? Kamu tahu sendiri aku suka pakaian terbuka,"
"Tapi tidak seminim ini," sambung Anton, karena Neta hanya mengenakan gaun tipis warna coral, dengan tali kecil, dan gaun tersebut memperlihatkan punggung dan juga pahanya yang mulus.
"Kamu tahu di negara ini aman aman saja, mau kita tidak mengenakan pakaian sekali pun, tidak seperti di negara konoha, menggunakan pakaian yang ketat saja, otak para pria hidung belang sudah bereaksi,"
__ADS_1
"Ha ha ha, kamu bisa aja Net,"
"Kenyataan,"
*
*
*
Senyum kebahagiaan tidak pudar dari kedua sudut bibir Risa, yang baru saja tiba di rumah.
"Ma, Mama senang sekali?" tanya Nana yang baru menghampiri sang mama di ruang tengah.
"Iya dong, sini mama peluk," Risa pun langsung memeluk sang putri yang sudah mendekatinya, lalu mencium kedua pipinya setelah melepas pelukannya. "Kamu mau punya adik bayi kan?"
"Tentu," jawab Nana, yang akhir-akhir ini selalu menanyakan adik bayi pada sang mama.
Membuat Risa langsung meraih tangan sang putri, lalu menempelkannya diatas perutnya. "Disini ada adik bayi," jelas Risa, yang baru tahu jika dia sedang mengandung, mengingat lagi, saat pusing yang tak kunjung reda, akhirnya Risa memutuskan pergi ke doktor, dan alangkah bahagianya Risa mendapati jika dia sedang hamil, sesuatu yang juga sedang dinanti oleh Anton sang suami.
"Ma,"
"Iya sayang, kamu senang kan?"
"Tentu, tapi kenapa adik bayi ada disini?" tanya Nana yang masih mengelus perut sang mama.
"Tentu,"
"Tapi kata Mbak, adik bayi terbuat dari tepung, telur, gula dan apa lagi ya, pokoknya banyak bahan, terus nanti di masukan ke oven,"
"Kamu kira bikin cake," sambung Risa sambil mencubit gemas pipi sang putri.
Bersambung..................
Hari ini mau crazy up, jangan lupa like komennya ya!
__ADS_1