Rahasia Dibalik Pernikahan

Rahasia Dibalik Pernikahan
Bercerai


__ADS_3

"Sayang, apa yang kamu katakan ini. Kenapa kamu berpikir, jika aku menikahimu hanya karena anak?"


"Tentu, apa lagi jika bukan itu," sahut Risa, yang sudah diselimuti emosi, dan sebisa mungkin untuk menahan air matanya, agar tidak meluncur bebas dari kedua pelupuk matanya, hingga tubuhnya bergetar untuk menahan air mata tersebut.


"Kamu salah, sayang. Aku menikahimu, karena aku sangat mencintaimu,"


"Bohong!"


"Percaya padaku, aku bersumpah padaku, aku sangat mencintaimu,"


"Jangan sentuh aku!" teriak Risa saat Anton akan meraih tangannya.


Namun, tidak dihiraukan oleh Anton yang memeluk sang istri dengan paksa. Tentu saja Risa terus menolak, tapi apa lah daya, dia tidak bisa melepas pelukan Anton, yang memeluknya dengan sangat erat.


"Kamu boleh marah padaku, sayang. Karena tidak memberi tahu kamu dari awal tentang Leta. Tapi percaya padaku, aku sangat mencintai kamu,"


Risa tidak merespon perkataan sang suami, ketika dia yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, menangis di dalam pelukan Anton. Untuk meluapkan rasa kecewa, sakit hati, dan merasa dibohongi oleh sang suami yang sangat dicintainya.


"Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu, sayang," ucap Anton sambil menitikan air mata, air mata penyesalan, karena telah melukai wanita yang sangat dicintainya, dengan berbohong padanya.

__ADS_1


Dan dia baru menyadari jika kebohongan yang selama ini di sembunyikan, juga melukai hatinya sendiri, saat melihat sang istri begitu terpuruk.


"Buang pikiran negatif kamu, jika aku menikahi kamu hanya demi anak, karena itu tidak benar sama sekali," sebisa mungkin Anton menjelaskan, karena memang dia menikahi Risa karena cinta, bukan karena yang lainnya.


Tentu saja perkataan Anton Tidak mendapat tanggapan dari Risa yang terus menangis di dalam pelukannya.


"Sayang, sayang kamu..." Anton tidak jadi meneruskan ucapannya, karena sekarang Risa tiba-tiba menghentikan tangisnya, dan tubuhnya menjadi sangat lemas. "Sayang, bangun!" teriak Anton saat sudah mengendurkan pelukannya, mendapati Risa sudah tidak sadarkan diri.


"Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi. Apa mungkin Anton sudah memberi tahu Risa tentang semuanya," ucap Leta, yang sejak tadi berada di luar kamar, dan sedikit mendengar keributan dari dalam kamar dimana Anton dan juga Risa berada.


Sebenarnya Leta ingin sekali menghampirinya, apalah daya kamar Risa dan juga Anton ada di lantai dua yang tidak mungkin bisa dia jangkau, apa lagi rumah dimana sekarang dirinya berada tidak ada lift, seperti rumahnya yang ada di luar negeri, yang memudahkan dia naik turun dari lantai satu ke lantai dua rumahnya.


Leta sekarang menautkan kedua alisnya ketika melihat Anton keluar dari dalam kamar yang sedari tadi menjadi fokusnya sambil membopong tubuh Risa.


"Risa pingsan,"


"Kenapa, apa kamu sudah memberi tahu semuanya pada dia?"


"Iya," jawab Anton yang langsung berlari menuju arah pintu.

__ADS_1


"Aku ikut denganmu, sayang," Leta pun langsung mendorong kursi roda yang didudukinya untuk mengikuti sang suami, yang dia yakini pasti akan membawa Risa ke rumah sakit.


*


*


*


Kepanikan tidak bisa di tutupi dari wajah Anton, yang terus menggengam tangan Risa yang sedang di periksa oleh dokter, setelah tibanya di rumah sakit.


Leta yang juga berada di dalam ruangan dimana Risa sedang di periksa, juga merasa kuatir dengan keadaan madunya tersebut.


"Syukurlah istri Bapak, baik-baik saja," ucap dokter yang sedang memeriksa keadaan Risa, karena sekarang dia sudah membuka kedua bola matanya.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Anton. Tentu saja tidak di jawab oleh Risa yang langsung memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap pada sang suami.


"Istri Bapak baik-baik saja, bayi yang berada di kandungannya juga baik-baik saja, dan tidak perlu penanganan lebih lanjut, setelah kondisinya stabil, Bapak boleh membawanya pulang. Saya ingin membuat resep obat untuk istri, Bapak, permisi," dokter tersebut pun langsung meninggalkan ruangan tersebut .


"Sayang," panggil Anton setelah kepergian dokter.

__ADS_1


"Aku ingin bercerai,"


Bersambung..............


__ADS_2