
Aula outdoor itu penuh dengan mahasiswa dan mahasiswi yang berkerumun. Didepan, di bagian atas kursi berdiri Agatha dengan toa besar ditangannya. Siapa yang tidak mengenalnya? Gadis cantik nan mempesona itu juga menjadi primadona kampus dalam waktu yang singkat.
"Hai teman-teman semua. Hari ini kalian semua bisa makan gratis karena gue traktir." ucap Agatha menggunakan toa.
"Yeeaaaaayyyyyy!!!"
"Kalian tau nggak? HARI INI GUE RESMI JADIAN SAMA MARIO STEVANO ADITYA HALING!!!" teriaknya girang, ia melompat-lompat diatas kursi dengan menggebu-gebu saking senangnya.
Seluruh aula bergemuruh tepuk tangan dan sorak gembira karena mereka akan makan secara cuma-cuma. Semua orang di aula bergembira dan keluar dari aula menuju kantin untuk menikmati makanan gratis mereka. Tak jarang juga ada yang mengucapkan terimakasih kepada Agatha secara langsung.
Ify dan Sivia juga hendak ingin pergi. Namun dicegah oleh Agatha.
"Fy." panggilnya. Ify berhenti ditempat tanpa menoleh pada Agatha. Ia membelakangi Agatha.
Agatha menghampiri Ify dengan senyum kemenangan. Ia berdiri dihadapan Ify dan Sivia.
"Gue bilang juga apakan? Rio itu tetap milik gue."
"Gue tebak, pasti nggak lama lagi lo bakal didepak dari kehidupan Rio." ucap ify enteng. Agatha menyambar tangan ify lalu menamparkannya kepipi Agatha.
"Aww Fy, sakit!" pekiknya berpura-pura. Rupanya ada Rio yang berjalan menghampirinya sehingga Agatha licik agar terlihat Ify menamparnya.
"Waw." ucap ify dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.
Sivia hanya menahan jengkelnya saja. Ingin rasanya meraup wajah Agatha lalu meremasnya sekuat tenaga.
"Lo tuh apa-apaan sih Fy!!" bentak Rio. Ia berdiri disamping Agtha. Agtha yang tersadar langsung memeluk Rio sembari berpura-pura menangis.
"Elo yang apa!? Datang-datang nge bentak orang seenak jidat! Lo kira gue nggak punya kuping?"
"Lo ngapain nampar Agatha? Dia salah apa sama lo?"
"Oh gue nampar Agatha? Kayak gimana? Kayak gini ya?"
Plak ! Plak !
Kanan kiri lengkap sudah pipi Agatha memerah karena tamparan keras dari Ify. Rio semakin melebarkan matanya sementara Agatha menahan sakit sembari menatapnya benci.
"Tuh gue tampar. Seperti itu kan?" ucap ify enteng. Sivia ikut tersenyum puas melihat itu.
"Lo kurang ajar tau gak!" bentak Rio. Ia sangat emosi melihat Agatha diperlakukan seperti itu.
"Pacar lo nih yang kurang ajar! Bisanya fitnah doang, giliran ditampar langsung nggak berani ngelawan. Kenapa? Cari muka ya dihadapan Rio?"
"Gue tuh baik Fy, cuma mau ngasih makan gratis aja sama lo semua." ucap Agatha pelan.
"Udah lah Fy, lo tuh ngapain sih masih gangguin Agatha terus?" Rio menyela.
"Lo kenapa sih Yo? Segitu bencinya lo sama gue? Gue nggak pernah gangguin pacar lo, pacar lo aja yang nyari gara-gara sama gue." ucap ify terheran-heran.
"Gue benci sama lo karena lo saudara gue!"
"GUE BUKAN SAUDARA LO!"
Rio tersentak kaget dengan ucapan ify. Sementara Sivia dan Agatha hanya diam karena tidak tau apa-apa.
"Maksud lo? Oh jadi sekarang giliran lo yang nggak bisa nerima kenyataan kalau kita bersaudara?"
"Udahlah! Emang seharusnya lo tuh nggak perlu tau kebenarannya!" ify pergi meninggalkan aula dan disusul Sivia yang mengekor dibelakangnya.
Rio berfikir keras apa maksud perkataan ify baru saja.
"Rio, pipi aku sakit." ucap Agatha manja. Ia tak ingin Rio memikirkan Ify terus menerus.
"Iya." ucap Rio cuek. Ia berlalu meninggalkan Agatha yang kesal karena tak diperhatikan oleh Rio.
*******
"Fy, emang kebenaran apa sih Fy?" tanya Sivia kepo. Ia dan ify baru saja tiba dikelas.
__ADS_1
"Sebenernya, saudara Gue itu Alvin bukan Rio."
"Hah seriusan?"
"Iyalah Vi."
"Terus kenapa lo nggak bilang ke Rio ?"
"Males. Kayaknya dia udah cinta lagi sama Agatha. Buat apa dong gue ngejar-ngejar dia lagi."
"Nggak boleh gitu, gue nggak setuju. Lo harus perjuangin cinta lo."
"Iya nanti gue perjuangin kalo nggak lupa."
"Ngelawak lo." ucap Sivia kesal. Ify hanya cengengesan saja.
Agatha menguping pembicaraan Ify diluar kelas. Ia memikirkan sebuah ide agar Rio semakin membenci ify.
********
Ify berdiri dipinggir jalan untuk menunggu taxi. Karena ia tidak dijemput oleh sopirnya hari ini.
"Fy." panggil Sivia.
"Eh elo Vi, kenapa?"
"Lo nungguin siapa?"
"Taxi."
"Bareng gue aja." tawar Sivia dari dalam mobil.
"Enggak deh Vi, rumah kita kan beda arah."
"Nggak papa Fy, ayo."
"Enggak Vi, makasih ya. Lo duluan aja."
Alvin keluar dari gerbang, ia berhenti dan menghampiri Ify.
"Ayo pulang bareng." ajak Alvin.
"Enggak deh Vin. Gue nunggu taxi aja."
"Lama. Ayo ikut gue aja." Alvin menarik Ify ke mobilnya. Ify hanya pasrah. Mobil Avin melaju membelah ramainya jalanan.
Rio menatap datar kepergian Alvin dan Ify. Ia merasa panas. Tapi, untuk apa ia merasakan itu semua? Bukankah menurutnya Ify adalah saudaranya sendiri?
"Rio, ayo pulang. Tapi aku mau ke. toko buku dulu ya." ucap Agatha. Rio hanya mengangguk dan menjalankan mobilnya.
*********
Alvin tak langsung mengantar ify kerumahnya. Ia membawa ify ke sebuah kedai ice cream dipinggir jalan dekat taman.
"Ngapain?" tanya ify tak mengerti.
"Lo nggak mau beli ice cream?" tawar Alvin. Ify membelalakkan matanya gembira.
"Mau mau mau."
"Ya sudah ayo." Alvin dan ify turun dari mobilnya.
Ify langsung berlari dan memesan ice cream favoritnya. Alvin dan ify duduk sembari bercerita panjang lebar.
"Gue mau tanya sama lo Fy."
"Tanya aja."
"Lo nggak benci Mama kan?" tanya Alvin.
__ADS_1
"Enggak kok. Kenapa gue harus benci. Masa lalu mereka biar Papa Mama yang tau. Yang penting kita nggak dibuang aja dipinggir jalan."
"Syukur deh. Terus gimana hubungan lo sama Rio?"
"Nggak tahu. Dia udah jadian sama Agatha. Mau apa pun gue juga nggak bakal bisa balikin dia kayak dulu lagi."
Alvin menepuk pundak ify pelan.
"Lo yang semangat ya. Harus perjuangin cinta lo." ucap Alvin. Ify hanya tersenyum kecut.
"Dan, mulai sekarang lo harus panggil gue kak!"
Ify melebarkan matanya dengan wajah menantang.
"Gue bukan adik lo!" jawabnya sengit.
"Kata Mama, lahirnya duluan gue. Jadi lo adik gue." ify hanya melengos saja.
Diseberang kedai, Rio menyaksikan kedekatan Alvin dan Ify. Ia tau ia dan ify hanyalah saudara, tapi kenapa ia merasakan cemburu yang luar biasa. Lagian, bukankah Alvin sudah ada Sivia? Mengapa mencoba mendekati Ify segala.
"Rio, aku udah dapat bukunya nih. Pulang yuk." ucap Agatha membuyarkan lamunan Rio tentang ify.
"Agatha, kayaknya kita cukup sampai disini aja ya. Kita putus."
"Loh, kenapa Rio?"
"Gue nggak suka sama lo."
Rio meninggalkan Agatha ditoko buku begitu saja tanpa penjelasan yang lebih. Agatha menatap kepergian Rio dengan kesal.
"Ini pasti gara-gara Ify lagi. Awas aja lo Fy. Lo bakalan habis ditangan gue." ucapnya geram.
Agatha membanting bukunya dan pergi dengan kekesalannya. Ia merasa dipermainkan oleh Rio. Baru saja ia mengumumkan kepada teman-temannya bahwa ia telah menjadi kekasih Rio, kini malah ia diputuskan dan ditinggalkan begitu saja.
********
Malam tiba. Alvin datang menghampiri kamar Rio. Ia ingin menjelaskan sesuatu pada Rio.
"Gue masuk ya." ucapnya diambang pintu. Rio hanya berdehem saja.
"Vin gue mau nanya sama Lo." ucap Rio saat Alvin baru saja duduk di ranjangnya.
"Apa?"
"Lo ada hubungan apa sih sama Ify? Kok akhir-akhir ini lo deket banget sama Ify? Bukannya lo pacarannya sama Sivia?"
Alvin terkekeh kecil mendengar penuturan Rio.
"Gue ada hubungan saudara dengan dia." ucapnya. Rio hanya berpikir bahwa ucapan Alvin adalah karena Rio dan Ify bersaudar, maka Alvin pun ikut menjadi saudara Ify. Meskipun hanya tiri. Itulah pikiran Rio saat Alvin berucap seperti itu.
"Rio, sebenarnya yang saudara kandung Ify itu gue. Bukan Elo."
"Ha?"
"Apa?"
"Lo seriusan Vin?" Rio menatap Alvin tak percaya.
"Iya lah. Mama Manda bawa Gue, dan Papa Haling bawa Elo. Mereka menikah waktu udah jadi janda sama duda." jelas Alvin.
Rio berjingkrak-jingkrak gembira. Lega hatinya mendengar penuturan Alvin. Rasanya, beban sebesar gunung dipundaknya perlahan menghilang.
"Itu artinya gue sama ify bisa bersatu kan Vin? Kan gue sama ify nggak ada hubungan darah. Iya kan Vin?" ucap Rio sembari menggoyang-goyangkan pundak Alvin.
"Iya iyaaa. Udah sana lo pergi."
"Hei ini kamar gue. Harusnya elo yang pergi."
"Oh iya, lupa." Alvin terkekeh kecil lalu berlalu meninggalkan Rio yang masih loncat-loncat saking senangnya.
__ADS_1
"YEAAHHH !!"
Bersambung...