Rahasia Orion

Rahasia Orion
Bab 16


__ADS_3

Rio memasuki rumah ify dengan tergesa-gesa. Di sana ada Alvin, Sivia, Umari, Manda dan Haling berkumpul dengan wajah panik.


"Rio, gimana ceritanya Ify bisa diculik? Bukannya kamu sama Ify tadi?" Rio sudah memberitahu semua keluarga bahwa Ify tengah diculik oleh orang yang tidak mereka tahu.


"Maafin Rio om, tadi ify minta arum manis terus Rio tinggal ify ditepi danau. Pas Rio udah balik ify udah nggak ada om."


Umari menangkup wajahnya dengan tangan. Ia sangat cemas dengan keadaan Ify. Anak gadis satu-satu miliknya. Harta paling berharga yang ia punya.


"Kita harus lapor polisi." ucap Haling.


"Tapi om, bukannya polisi akan mencari kalau kehilangan sudah 1x24 jam?" ucap Sivia.


"Iya, benar kamu Vi."


"Terus apa yang harus kita lakukan?"


Umari berjalan kesana kemari karena panik kehilangan putrinya. Otaknya sudah tidak bisa berpikir dengan cemerlang lagi. Ia sangat kalut.


"Papa tenang ya pa." ucap Alvin menenangkan.


"Papah nggak bisa tenang Vin. Gimana kalo ify diapa-apain sama penculik itu? Astaga bahkan anak itu belum tau daerah sini dengan cermat. Baru beberapa waktu dia disini Vin."


"Maafin Rio om." Rio tertunduk lesu, ia merasa sangat bersalah dengan Umari karena sudah membuat Ify diculik. Janjinya untuk menjaga dan melindungi Ify seperti sudah tidak ada buktinya.


Semuanya tegang. Bingung harus apa dan bagaimana.


*********


Ify mengedarkan pandangannya dengan mata yang sedikit menyipit. Ia merasakan sakit dileher belakangnya. Kepalanya begitu pusing dan berat. Entah apa yang terjadi padanya.


Ia melihat badannya. Tangan terikat, kaki terikat, dan ia dimasukan kedalam bathub berisi air dingin dicampur sabun.


Hampir tenggelam karena bathub itu sangat licin. Ify mencoba tenang. Menetralkan kepanikan hatinya. Meski ia begitu sangat takut disana.


Tak lama, muncul seorang gadis yang sangat ia kenal. Tersenyum sangat jahat padanya.


"Agatha?" lirihnya.


"Hai ify, apa kabar?" tanya Agatha sok baik.


"Lo yang nyulik gue?"


"Menurut lo siapa lagi?"


"Mau lo apa?"


"Lepasin Rio. Itu mau gue. Sejak awal lo tau apa yang gue mau. Sayangnya lo terlalu jahat buat bisa bikin gue bahagia kayak dulu Fy."


Ify memandang rendah pada Agatha.


"Gue kan udah pernah lepasin Rio buat lo. Kenyataanya apa? Dia balik lagi sama gue."


Agatha menghampiri ify dan menjambak rambutnya. Ify tak bisa berkutik karena tangannya terikat sangat kencang. Dan tubuhnya sangat licin karena air dan sabun di bathub tersebut.

__ADS_1


"Asal lo tau, kalau aja lo nggak datang di kehidupan Rio, gue yakin cinta Rio masih ada buat gue."


"Dan asal lo tau Agatha, andai aja lo nggak pergi dari kehidupan Rio, gue yakin Rio masih jadi milik lo saat ini."


"Banyak bacot lo! Lo nggak tahu apa yang terjadi!"


Plakk !!


Plakk !!


Plakk !!


Plakk !!


Agatha menampar keras pipi ify hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya. Berulang kali Agatha melakukannya, ia benar-benar dirasuki setan saat ini.


Ify masih berusaha menahan tubuhnya agar tidak tenggelam di air yang sudah setinggi lehernya itu. Meski pipinya terasa sangat perih saat ini, ia mencoba bertahan. Ia yakin semuanya akan baik-baik saja.


"Lo mau main-main sama gue? LO NGGAK TAU SIAPA GUE HAH!?" bentak Agatha. Ia benar-benar membenci ify saat ini.


"Apapun yang lo lakuin ke gue, gak bakal bikin Rio balik sama lo!" ucap ify semakin membuat Agatha menjadi emosi.


"Gue nggak peduli. Kalau gue nggak bisa dapetin Rio, lo juga nggak boleh dapetin dia."


Agatha kembali menjambak rambut ify. Membuat wajah ify mendongak menatap wajahnya.


"Lo tau Fy? Rio sama gue udah pernah tidur satu ranjang."


Ify membelalakkan matanya kaget. Ia tak percaya dengan ucapan Agatha. Tapi jika Agatha berkata jujur? Bagaimana?


"Bohong!!" teriak Ify.


Agatha melepaskan jambakan rambut ify dengan kasar. Membuat ify terhempas kedalam air. Se berusaha keras ia kembali muncul agar tidak tenggelam, dengan nafas yang ngap-ngap ia kembali memunculkan wajahnya dari dalam air.


Agatha berjalan menuju ambang pintu. Membalikkan badannya melihat ify. Ia mengambil secarik foto dari dalam tasnya.


"Ini foto gue sama Rio." ucap Agatha membeber fotonya dengan Rio.


Benar saja. Ify benar-benar melihat bahwa di sana ada Rio dan Agatha. Di atas ranjang kamar Rio. Terlihat pria itu menindih tubuh wanita dihadapannya itu.


Keduanya terlihat sangat bahagia.


"Ini sudah lama Ify, jauh sebelum Rio kenal sama lo. Dan rasanya, gue pengen ulang lagi kenangan ini sama dia." ucap Agatha. Ia melempar foto itu ke sembarang arah.


"Gimana ya kalau gue datang ke rumah Rio, dan menggoda Rio? Terus nanti gue ajak ke kamar, terus gue foto. Nanti gue kasih lihat deh fotonya ke elo." Agatha terus meracau sementara ify masih menatapnya dengan penuh kebencian.


"Ternyata lo semurah itu ya?" ucap Ify membuat dada Agatha bergemuruh lagi.


Agatha memandang Ify tak suka. Tapi ia mengabaikannya. Ia pergi dan menutup pintu dengan keras. Meninggalkan ify dikamar mandi itu sendirian.


"Gue harus apa? Gue harus gimana?" ucapnya lirih. Ia benar-benar lelah harus berjuang mempertahankan tubuhnya agar tak tenggelam di bathub selicin itu.


Bayangannya tentang Ayahnya kembali melintas, ia bahkan belum bisa membahagiakan Umari dengan hasil keringatnya sendiri. Harus kah ia mati dengan cara yang seperti ini?

__ADS_1


Melirik lagi pada foto yang tergeletak diatas lantai taknjauh dari tempat Ify, hatinya juga sakit melihat foto kekasihnya bersama dengan Agatha.


********


Malam tiba. Rumah ify masih dipenuhi orang-orang yang sama seperti siang tadi. Mereka masih sibuk menelfon polisi agar polisi cepat bertindak.


Ponsel Rio berdering. Dengan cepat ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


Agatha


Rio diam memandang layar ponselnya.


Agatha? Apa dia yang menculik Ify? Pikiran Rio langsung mencerna sesuatu. Satu-satunya orang yang membenci Ify adalah Agatha.


"Rio, kenapa nggak diangkat?" tanya Alvin. Rio memandang Alvin sekilas. Ia melihat layar ponselnya lagi.


Tapi siapa lagi musuh bebuyutan ify kalau bukan Agatha? Tapi lagi, apa Agatha senekat itu?


Rio beranjak dari duduknya. Ia menyambar kunci motornya dan pergi dari rumah Ify.


"Vin, ikuti Rio." perintah Haling. Alvin hanya mengangguk dan mengikuti Rio menggunakan mobil.


Sivia, Haling, Manda, dan Umari hanya bisa pasrah dirumah itu. Polisi sudah berpencar mencari keberadaan ify. Namun tak kunjung juga membuahkan hasil.


Tak lama, Rio sampai dikediaman Agatha. Sunyi. Sepi. Tak ada tanda-tanda manusia hidup disana. Namun, bukankah Agatha tinggal disana?


Perlahan, Rio mendekat menuju pintu utama, terdengar jelas sekali suara Agatha yang berteriak teriak memaki-maki seseorang. Dan terdengar berulang kali ia menampar dan melempar sebuah benda.


Rio langsung masuk tanpa permisi. Ia menghampiri sumber suara dan terkaget melihat pemandangan dihadapannya.


"IFY?" pekiknya.


Agatha yang kaget dengan kehadiran Rio pun menoleh dan tersentak. Ia menghadang Rio yang ingin menghampiri Ify.


"Lo nggak boleh selamatin dia!" ucap Agatha menghadang Rio. Ia memeluknya erat agar Rio tak bisa menggapai Ify yang berulang kali tenggelam karena sudah tak berdaya. Namun se berusaha kuat Ify menekan kakinya pada tepian bathub agar kepalanya kembali menyembul keatas air dan menghirup sedikit oksigen. Bibirnya sudah membiru semournya, badannya seperti beku karena tidak bisa merasakan hangat.


Plakk !!


Rio menampar Agatha. Ia memegang pundak Agatha dengan keras dan menyingkirkannya dengan sangat kasar.


Rio langsung menghampiri ify dan mengambil tubuh mungil itu dari dalam bathub.


"Lepasin gue!" teriak Agatha.


Rio menoleh, terlihat Alvin dan dua polisi menangkap Agatha tepat waktu. Agatha dibawa oleh polisi. Sementara Alvin membantu Rio melepaskan ikatan ditangan Ify dan Rio.


Ify pingsan, membuat Rio semakin panik.


"Gue bawa mobil. Lo bawa Ify ke rumah sakit. Motor lo biar gue yang bawa." ucap Alvin.


Rio mengangguk dan mengangkat tubuh kecil Ify menuju mobil Alvin. Ia langsung tancap gas menuju rumah sakit terdekat.


Sebelum menyusul Rio, Alvin menghubungi keluarga di rumah agar segera menyusul ke rumah sakit.

__ADS_1


Setelah itu ia pergi membawa motor Rio. Menyusul Rio ke rumah sakit.


Bersambung...


__ADS_2