Rahasia Orion

Rahasia Orion
Bab 43 END


__ADS_3

Semakin hari, Liana semakin kesepian didalam rumah besar Rio. Semakin hari, hubungan kakak adik antara Liana dan Rio semakin menjauh. Ketika Rio berada dirumah, maka Liana harus bertugas untuk bekerja. Begitu pula sebaliknya, saat Liana berada dirumah maka Rio yang akan pergi kekantornya.


Begitu seterusnya.


Kini, gadis muda yang seharusnya meneruskan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi itu memilih untuk berdiam diri sejenak dirumah. Waktunya untuk mengambil cuti selama 2 hari dalam 1 bulan. Selain menenangkan hatinya dari porak poranda akibat berita Rio yang sebentar lagi akan menyanding wanita lain dipelaminan, ia juga ingin menenangkan diri dari berhadapan dengan mantan kekasihnya.


''Kamu nggak kerja Liana?'' suara baritone milik Rio menyapa gendang telinga sang gadis yang tengah melamun dipinggir kolam renang dengan air yang tenang.


''Enggak Kak, aku ambil cuti 2 hari. Lagi mau istirahat.'' ucap Liana seadanya. Ia masih menatap tenangnya air kolam dihadapan. Sedang Rio kini malah beranjak duduk disebelahnya sembari menghadap kearahnya.


''Kamu baik-baik aja kan? Nggak lagi sakit kan?''


''Aku nggak apa-apa kok Kak,''


''Kalau kamu sakit, kamu bilang sama Kakak.''


''Iya, Kakak nggak pergi kekantor?'' ucap Liana berusaha mengalihkan perhatian Rio yang semakin membuat hatinya porak poranda. Kali ini, ia tatap mata teduh sang Kakak angkat.


''Hari ini mau kerumah Ify sama Ayah dan Bunda. Kamu ikut ya.''


Liana tertegun sejenak, tujuannya untuk mengambil cuti adalah untuk mengistirahatkan hati dan otaknya. Rio memang sama sekali tidak peka.


''Aku dirumah aja ya Kak, takut ganggu.''


''Kalau kamu ganggu, nggak mungkin aku ajak.''


''Emangnya mau bahas apa kerumah Kak Ify?''


''Menentukan hari pernikahan.''


Liana tersenyum kecil sembari mengangguk, tak mau bertanya lebih jauh lagi. Memangnya untuk apa lagi kerumah sang gadis pujaan jika bukan untuk urusan yang penting menjelang pernikahan?

__ADS_1


''Kamu masih menjalin hubungan dengan Zhico?'' tanya Rio membuat Liana kembali menatapnya, namun tanpa suara Liana hanya menggeleng saja.


''Aku nggak ada rasa apapun kepada Zhico. Kalau aku teruskan, aku cuma buat dia sakit hati kedepannya.''


''Cinta itu akan ada seiring berjalannya waktu Liana, nggak secepat itu kok.''


''Aku nggak bisa Kak, lagian Zhico juga nggak masalah kok kalau hubungan aku dan dia harus berakhir. Yang penting kita masih berteman baik.''


Rio menghembuskan nafasnya sejenak mendengar penuturan sang gadis dihadapan, mau apapun dia berusaha membuat Liana mencintai Zhico itu tidak akan berhasil. Sebab yang bertanggung jawab atas bahagia dan luka sang gadis adalah diri sendiri.


''Kamu mandi, jam 9 kita berangkat.'' putus Rio meninggalkan Liana dipinggir kolam renang seorang diri.


Gadis itu melirik arlojinya, masih ada waktu kurang lebih 1 jam untuk berangkat menuju rumah calon kakak iparnya. Maka, sebelum ia membersihkan diri dan pergi, ia tenggelamkan kakinya sebatas lutut kedalam kolam yang airnya terasa sejuk hingga ketulangnya.


'Andai aku yang berada diposisi Kak Ify, pasti aku akan sangat bahagia.' batin Liana tersenyum kecut. Sekecut hidupnya yang sedari dulu tidak menemukan kebahagiaan apapun pada siapapun. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berpulang dan melepas lelah, nyatanya malah menyakitkan hati dan fisiknya. Juga mentalnya yang dihajar habis-habisan oleh Ayahnya sendiri.


***


''Haling, akhirnya sebentar lagi kita menjadi besan.'' sapa Umari memeluk hangat calon besannya tersebut.


''Akhirnya, apa yang kita nantikan sejak dulu akan terjadi.'' ucap Haling tersenyum hangat, begitupun Manda dan Rio yang dengan suka cita menyambut hari ini tiba.


Liana sesekali ikut tersenyum mendengar perbincangan keluarga angkatnya.


Hatinya begitu bergemuruh menatap Rio yang terlihat tampan siang ini, memakai tuxedo berwarna silver putih dengan kemeja dalam berwarna putih, disusul dengan celana senada dan sepatu pantofel berwarna hitam benar-benar membuat Rio terlihat sangat sempurna.


Gadis yang kini duduk disofa ruang tamu tersebut memantapkan hatinya untuk menerima semua yang akan terjadi. Jika sudah memakai pakaian resmi seperti ini, gadis itu yakin pasti akan ada acara resmi juga pada akhirnya.


Tak hanya Rio yang memakai tuxedo mewah tersebut, Haling dan Umari pun sama-sama memakai jas kebanggan. Dandanan Manda yang seperti orang terpandang tersebut benar-benar membuat Liana yakin bahwa semua ini pasti akan melukai hatinya.


''Cantik sekali.'' gumam Rio terdengar ditelinga Liana. Gadis itu menoleh, kearah sang pemuda yang kini tengah sibuk menatap seseorang tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia ikuti arah pandang orang yang ia cintai tersebut, maka dengan senyum kecil yang terlukis, Liana menatap wanita yang usianya jauh diatasnya tersebut. Semakin lama, semakin mendekat pula gadis itu kearah Rio. Lalu setelahnya, gadis itu duduk disebelah sang pemuda.

__ADS_1


''Kamu cantik sekali Fy.'' ucap Rio tetap memandang lekat pada calon istrinya. Yang dipuji hanya tersenyum malu karena disaksikan langsung oleh kedua orangtua mereka dan juga adik angkat sang calon suami.


Liana sesekali menundukkan pandangannya, ingin beranjak pergi dari sana akibat tak kuasa menahan sesak didada. Namun, bukankah ia akan mengacaukan acara jika tiba-tiba gadis itu pergi tanpa berpamitan. Ia tahu, Rio begitu menyayanginya sebagai adik. Ya, hanya sebagai adik angkat saja.


''Karena hari ini adalah hari yang berbahagia, maka mari kita langsungkan saja acara tukar cincin ini. Jangan berlama-lama.'' ucap Haling membuka suara. Liana terkesiap, apa yang ia tebak beberapa saat yang lalu memang benar adanya.


''Maaf Om, kenapa tidak langsung menikah saja?'' tanya Liana menyela ucapan Haling dengan polosnya, meski hatinya bergemuruh dengan hebat.


''Liana, Ify masih mengandung. Jadi, tidak boleh menikah jika anaknya belum lahir.'' pungkas Manda menjelaskan dengan lembut.


Liana hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dengan tenang. Ia harus menguasai jalannya acara hingga selesai.


Maka, saat ia melihat pemuda yang ia cintai sudah mengikat wanita lain, di detik itulah ia sadar bahwa cintanya benar-benar bertepuk sebelah tangan.


Cinta yang ia miliki untuk pertama kalinya harus gugur seiring tawa bahagia terdengar jelas ditelinganya, tawa bahagia dari seseorang yang ia cintai.


Ia akui memang salah karena sudah hadir diantara mereka. Namun, bukankah cinta tidak bisa memilih kepada siapa ia akan berlabuh?


Cinta yang ia miliki untuk pertama kalinya harus dengan sadar ia hilangkan dari hatinya seiring janji suci terdengar dari bibir manis sang pemuda yang ia cintai. Tentunya janji suci untuk wanita yang pemuda itu cintai, bukan untuk dirinya.


Maka, dengan tekad yang ia bulatkan di detik itu juga, berjanji akan melupakan semua yang pernah terjadi dan pernah ada di hati, demi untuk menjaga keutuhan rumah tangga sang kakak angkat pada akhirnya.


Berhentilah berjuang untuk seseorang yang tidak memperjuangkanmu. Berhentilah mencintai seseorang yang tidak mencintaimu. Dan berhentilah, untuk terus berpura-pura berbahagia karena pada kenyataannya dunia mu tidak baik-baik saja.


TAMAT.


Terimakasih yang sudah membaca dan meluangkan waktunya untuk menunggu update-an cerita ''Rahasia Orion'' ini. Memang masih menggantung endingnya, karena nanti akan hadir SEASON 3 yang pastinya akan lebih sering update daripada SEASON 2 ini ya gais.. Terimakasih ...


Jangan lupa baca novel Author yang satunya, yang berjudul ''DIBALIK SENJA''


TERIMAKASIH SEKALI LAGI TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2