
Sofi sudah bersiap dari tadi sekitar 10 menit yang lalu, ia mondar-mandir dengan wajah cemberut, ia menunggu jemputannya datang. Dilihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 07.10 wib, “Bisa telat nih. Mana sih dia?” teriaknya kesal.
Ya Sofi sedang menunggu Guntur. Sudah hampir sebulan setiap hari Sofi menunggu Guntur menjemputnya ke sekolah dan mengantarkannya pulang. Sofi tak keberatan bahkan ia merasa senang entah mengapa.
“Kakak antar aja ya, Sof daripada kamu telat mungkin Guntur hari ini bangun terlambat.” kak Tasya menawarkan bantuan.
Sofi tak menjawab, ia melipat kedua tangannya di depan tak mau berdebat. Deru suara motor terdengar, itu yang di tunggu datang. Sofi bergegas keluar dan menarik tasnya asal-asalan.
“Kak aku berangkat dulu!” teriaknya sambil mencium pipi kakaknya.
Kak Tasya hanya bisa tersenyum melihat tingkah adiknya yang lagi kasmaran itu. "Hati-hati."
Sofi mencubit lengan Guntur dengan kesal, “Kamu lama banget sih!!”
Guntur mengelus-elus lengannya yang baru saja dicubit Sofi sambil menyodorkan helm padanya. Sofi langsung naik ke motor, dia melambaikan tangan pada kakaknya. Guntur mengangguk pada kakaknya dan segera menuju ke sekolah.
"Nanti pulang sekolah ikut aku yuk!"
"Kemana?" Sofi bertanya
"Nanti kamu juga tahu."
*******
Siang Hari sepulang sekolah.
__ADS_1
“Kamu ngapain ngajak aku kesini?” tanya Sofi pada Guntur yang mengentikan motornya di sebuah tempat seperti lapangan sepak bola. Mereka berada di pinggiran kota yang cukup kumuh dan Guntur tidak mengatakan apa-apa padanya sebelum kemari.
“Aku mau tanding bola.” jawab Guntur.
“Hah , disini? Sama siapa?” Sofi keheranan, ditempat seperti ini siapa yang akan datang. Sofi turun dari motor mengikuti langkah Guntur menuju bangunan kosong tak jauh dari tempat itu.
“Nanti kamu juga tahu sendiri.” Sofi hanya diam tidak mengerti.
Beberapa saat kemudian ada segerombolan anak-anak yang datang dengan membawa sebuah bola ditangannya. Tampilan mereka cukup dekil seperti anak jalanan yang biasa terlihat di lampu-lampu merah Usia mereka mungkin sekitar 10-13 tahunan.
“Mereka siapa?” Sofi bertanya saat anak-anak itu berjalan mendekat ke arah mereka.
“Lawanku tanding dong.” Kata Guntur dengan penuh semangat.
“Biasanya sih gitu, berhubung ada kamu, kamu ikut jadi tim aku.” kata Guntur yang membuat Sofi melotot padanya.
Guntur mengandeng tangannya memperkenalkannya pada anak-anak itu. Mereka adalah anak jalanan di sekitar sini. Mereka tampak senang dengan kehadiran Guntur disini. Anak-anak itu menatap Sofi ingin tahu kemudian mereka tersenyum melihat Guntur menggandengnya.
“Wah kak guntur ngajak siapa ini?” tanya salah satu diantara mereka.
“kenalin dong kak!” Yang lainnya ikut menyahut.
“Pacarnya ya?”
“Pacarnya cantik kak!”
__ADS_1
“Kayak bidadari”
Sofi tersenyum sendiri, ia merasa malu dengan kata-kata anak-anak itu. Ia jadi salah tingkah sendiri.
Guntur hanya terkekeh mendengarnya. Dia mendekati anak itu dan melakukan high five dengan mereka secara bergantian satu persatu. “Bidadari cantik itu namanya kak Sofi, dia pacar kakak.” Guntur menoleh padanya. Lalu menoleh pada anak-anak itu. “kalian nggak mau kenalan nih!!” katanya pada anak-anak itu sebelum mereka semua berhamburan berebut untuk berkenalan pada Sofi. Sofi tampak kewalahan namun ia senang. Sangat senang.
Guntur menjelaskan padanya saat anak-anak itu sudah bersiap dilapangan kalau biasanya dia main disini untuk menghibur anak-anak itu. Mereka harus putus sekolah karena nggak ada biaya dan bekerja di jalan jadi pengamen atau jual koran.
“Kasihan ya mereka.” Sofi berbisik pelan pada Guntur agar tidak terdengar oleh anak-anak itu.
“Iya, mereka masih kecil dan harus hidup kayak gini.” Guntur sibuk sendiri mencari sesuatu di dalam tasnya.
“Kemana orang tua mereka?” tanya Sofi penasaran
“Entahlah... berbagai macam alasan dari ditelantarkan, di paksa bekerja ada juga orang tua mereka yang sakit keras". Guntur menyodorkan sebuah kaos berwarna biru padanya.
Sofi menerima kaos itu dengan pandangan ingin tahu.
"Seragam kita.” jawab Guntur. Mengerti apa yang dipikirkannya.
Kemudian Guntur menghela Sofi untuk berganti baju. Sofi melangkah menuju kamar tertutup di sudut bangunan itu.
******
ayo bantu author kasih like ya♥️♥️♥️♥️
__ADS_1