Rain Memories

Rain Memories
Terungkap (2)


__ADS_3

Ekspresi Sofi berubah jadi sedih.


“Trus suatu pagi waktu mas Guntur bangunin ibu mau pamitan pergi ke sekolah ibu udah nggak bangun lagi. Ibu meninggal gara-gara overdosis obat tidur. Mas Guntur sedih sekali setelah kepergiaan ibu dia mengurung diri di kamarnya sampai nggak mau makan selama beberapa hari. Bapak yang khawatir mengajak mas Guntur tinggal sama istrinya yang pertama, biar nggak kesepian sendirian disini karena dia juga punya saudara yang lain. Tapi mas Guntur nggak kerasan disana, katanya dia di perlakukan nggak baik sama istri dan anaknya bapak yang lain. Jadi mas Guntur memilih pulang dan tinggal sendiri disini. Sama Mbak, maksudnya.”


Sofi jadi sangat sedih mendengar cerita mbak. Ia jadi tahu kenapa Guntur begitu menderita.


“Saya tahu semua hal yang terjadi membuat mas Guntur berubah, dulu dia anak yang baik sekarang jadi pemarah, penyendiri dan tukang bikin ulah. Jadi saya sudah terbiasa mbak kalau mas Guntur suka teriak-teriak, saya maklum.” Ujar mbak-nya sambil mengulum senyum. Mau tak mau Sofi juga ikut tersenyum.


“Waktu ada mbak Sofi, mas Guntur udah jarang marah-marah mbak, saya senang mas Guntur punya teman biar nggak kesepian sendiri.” Mbak-nya mengelus lengan Sofi sebelum meninggalkannya sendiri.


Dia tidak pernah tahu ada orang yang hidupnya begitu menyedihkan lebih dari dirinya. Setiap hal yang dilakukan ternyata memiliki cerita dibaliknya. Dirinya yang jadi pemurung karena kehilangan kedua orang tuanya, Farah yang jadi egois karena sering dimanja dan Guntur yang suka bikin ulah karena kesepiannya.


Sofi beranjak pergi ke kamarnya Guntur, ia akan menunggu disana seperti biasanya ia menyusuri rak-rak buku mencari komik yang biasa dibacanya. Tiba-tiba sebuah benda terjatuh saat menarik buku itu. Dipungutnya benda itu. Sebuah kalung.


Ia mengenali kalung ini. Kalung berbentuk bulan sabit yang memiliki inisial R.D.T.S. Rony. Dewi. Tasya. Sofi. Kalung ini milik ibunya. Bagaimana bisa kalung ini disini?


Pikiran Sofi mengingat kejadian itu.


.... “Seorang laki-laki muda tapi saya tidak tahu siapa, dia tidak meninggalkan identitasnya. Saat saya mencarinya dia sudah tidak ada,”

__ADS_1


Maaf untuk semuanya....


.....Aku ingin menghapus rasa sedihmu


Aku harap ini bisa menghiburmu.


Meski aku tahu, aku tidak akan bisa menghapus rasa sedihmu.


Apakah kamu bahagia, Sofi?


Aku ingin kamu bahagia.


Pesan-pesan itu??


Guntur datang menatapnya sambil tersenyum, sebelum akhirnya menjadi pucat. Sofi menangis ia sudah menemukannya. Kalung itu.


“Sof." Guntur memanggilnya suaranya berubah jadi pelan. Ia berjalan mendekati Sofi.


“Jangan mendekat!!” Sofi mundur saat Guntur berusaha mendekatinya.

__ADS_1


“Sof kamu kenapa? Aku bisa menjelaskan semuanya sama kamu.” Guntur berusaha meraih Sofi.


“Apa yang mau kamu jelaskan, aku udah tahu. Apakah kamu....?” Sofi tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia menangis perih. Apa Guntur yang melakukannya? Sofi tidak akan sanggup menerima kenyataan ini.


“Apa kamu yang menyebabkan orang tuaku meninggal. Apa kamu yang melakukan itu pada orang tuaku?” Sofi berteriak padanya.


Guntur memucat. “Kamu salah paham, ini nggak seperti yang kamu pikir.” Guntur mencoba menjelaskan. Namun Sofi tidak mau mendengarkannya dan memilih untuk pergi meninggalkannya.


Sofi tetap pergi meskipun Guntur berulang kali meneriakkan namanya, ia tidak menyangka Guntur akan membohonginya. Guntur membunuh orang tuanya.


Saat Sofi keluar dari rumah ia hampir tertabrak oleh sebuah mobil yang akan masuk ke dalam rumah. Ia merasa mengenali mobil itu, namun ia memilih untuk pergi. Ia tidak peduli pada apapun lagi.


Hujan mulai turun bersamaan dengan air mata Sofi yang jatuh membanjiri pipinya. Bersama rasa sakit yang sangat dalam ia rasakan. Ia merasakan kehampaan. Hujan ini kali ini menjadi saksi lagi saat Sofi kehilangan Cinta dan Sahabatnya.


******


Pria itu turun dari dalam mobil, ia melihat pungung gadis itu menjauh. Sofi?? Ia terkejut melihat gadis itu disini. Apakah ia juga mengenal Guntur? Ia tidak berharap kedua anaknya terlibat dalam cinta yang sama. Sama seperti kisah cintanya. Karena ia tahu kalau Evan menyukai gadis itu. Pak Danu sempat melihat gadis itu keluar sambil menangis. Apa yang sedang terjadi?


*****

__ADS_1


hhuhuhu😭😭😭


__ADS_2