
Sofi mendengar namanya dipanggil saat berjalan di koridor sekolah. Sofi menoleh, ia melihat Evan berlarian mengejarnya. Napasnya terengah-engah saat berdiri dihadapannya.
“Sof aku antar pulang ya!” Sofi terdiam.
“Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu.” lanjutnya.
Akhirnya Sofi mengangguk mengiyakan, karena ia juga memiliki hal yang akan disampaikan.
Di dalam mobil Evan.
Mereka masih terdiam tak bicara.
Dan Sofi memulainya. "Kakak mau bicara apa?”
Evan menoleh dan tersenyum.
“Oh ya beberapa hari yang lalu om Danu datang kerumah." Sofi mengatakan itu, entah Evan sudah tahu apa belum.
Evan mengernyitkan dahinya tampak terkejut.
“Ngapain papa ke rumahmu?”
“Dia bilang kalau dia mau pergi...” belum sempat Sofi menyelesaikan kata-katanya.
Evan sudah memotong. “Ohh iya, papa pindah ke Bandung sekarang, jadi papa sempat pamit sama kamu ya.”
Sofi mengangguk. “Dan papamu bilang dia kan pergi bersama Guntur.”
__ADS_1
Evan terkejut, ia menepikan mobilnya. “Kamu.... sudah tahu semuanya?” Evan menatap Sofi tanpa berkedip. Evan tersadar dari lamunannya. “ Jadi kamu sudah tahu kalau Guntur anak wanita simpanan papaku? Anak haram."
Sofi kesal mendengar kata-kata Evan.
“Istri yang papamu cintai dan Guntur bukan anak haram.”
Evan membelalak saat Sofi mengatakan itu padanya.
“Kamu nggak ngerti ya? Papamu mencintai ibunya Guntur dan Guntur adalah anak yang terlahir tanpa dosa. Bisa-bisanya kamu bilang Guntur seperti itu. Dia juga saudaramu seperti Winda.” Suara Sofi semakin meninggi. Jujur dia tidak tahan mendengar Guntur di hina seperti itu.
“Emang kenyataannya begitu, saudara apa? Siapa yang mau punya saudara seperti dia. Dia dan ibunya sudah membuat keluargaku hancur.” Evan tidak mau kalah.
“Kamu benar-benar jahat dan egois. Tidak ada yang saling menghancurkan jika kalian bisa saling menerima. Papamu dan ibunya Guntur sudah saling mencintai sebelum mamamu datang. Lalu mamamu menyalahkan ibunya Guntur karena mereka bersama hingga tertekan dan meninggal. Lihat siapa yang menghancurkan siapa??” Sofi menekan kan setiap kalimatnya.
Evan mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak percaya kalau Sofi lebih membela Guntur bukan dirinya. “Sofi kamu nggak ngerti.”
“Sofi jangan pergi dengar aku dulu.” Evan memegang lengannya. “Aku mencintaimu, aku ingin kita bersama.”
Sofi menggeleng. "Nggak bisa kak, maaf.” Ia melepaskan tangannya dari Evan.
“Kenapa? Bukankah sudah tidak ada lagi penghalang diantara kita?” Evan bertanya dengan bodohnya.
“Siapa penghalang yang kakak maksud, Farah? Guntur? Satu-satunya penghalang diantara kita adalah aku tidak mencintaimu.” Sofi menghela napasnya sebelum menjatuhkan bomnya.
“Aku mencintai Guntur dan akan selalu mencintainya.” Sofi menyatakan keputusannya.
“Dia sudah pergi.”
__ADS_1
“Aku akan menunggunya kembali. Maaf kak, aku harap setelah ini kita bisa menjaga jarak.”
Sofi membuka pintu dan menyetop taksi kemudian ia pergi.
Dia meninggalkan Evan yang terkejut dengan kekalahannya. Dan satu lagi masalahnya sudah selesai.
Sofi menatap rintik hujan yang mulai turun melalui kaca taksinya. Hujan ini juga akan menjadi saksinya. Saksi kehidupannya. Sofi memahami semua kejadian yang terjadi di hidupnya. Hidup memang selalu penuh cerita senang, sedih, kecewa, bahagia semua akan selalu ada waktunya. Dan kini Sofi akan menerima semua hal yang akan terjadi di masa depannya.
*********
3 Tahun kemudian.
Sofi melihat angin yang berhembus kencang membuat daun-daun kering di sekitar jalan berhamburan ke segala arah. Akhir Desember yang terasa sepi. Mungkin sebentar lagi musim penghujan akan datang. Musim yang selalu ditunggunya.
Semuanya berubah, Kakaknya sudah menikah setahun yang lalu, dan ia kini memutuskan untuk kuliah dan tinggal sendirian disini.
Noni memutuskan untuk kuliah di Bandung dan Mita memilih pergi ke Surabaya. Dan Farah masih menetap di Yogya. Meskipun begitu mereka masih sering berkomunikasi, bahkan mereka merasa persahabatan mereka semakin erat walau ada jarak yang memisahkan.
Evan benar-benar menjaga jarak darinya sekarang dan Sofi sangat mensyukuri hal itu karena ia tidak harus berurusan dengannya.
Ia berharap seseorang akan datang menemuinya. Seseorang yang sudah lama tidak ia temui dan sangat ia rindukan. Guntur.
Sofi tidak tahu kapan Guntur akan kembali, ia bahkan tidak mendapat kabar atau mengetahui keberadaannya. Meskipun begitu setiap tahun Guntur selalu mengirimkan hadiah padanya. Mungkin itu salah satu alasannya tidak ingin meninggalkan kota ini. Karena ia tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kali.
*******
😍😍😍😍
__ADS_1