
Sinar matahari mulai masuk melalui celah-celah tirai rumah sakit, cahayanya yang terang membuat Guntur terbangun, ia merasa tubuhnya sakit semua dan kepalanya merasa pusing.
Pelan-pelan ia membuka matanya. Ia bingung berada dimana. Kilasan kejadian semalam berkelebat di pikirannya. Yah dia ingat sedang balapan motor bersama teman-temannya, ia tak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Sofi dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menuju kearahnya dan ia kehilangan kendali. Ia terjatuh dan semuanya menjadi gelap. Hanya itu yang dia ingat.
Ia menoleh ke samping, ia terkejut menemukan Sofi disini tertidur di sebelahnya sambil mengenggam tangannya. Sofi menunggunya disini semalaman, ia benar-benar merasa tersentuh. Tidak ada yang pernah melakukan hal seperti ini untuknya. Dengan pelan diusapnya rambut Sofi berharap ia tidak akan membangunkannya.
“Aku mencintaimu.” bisiknya.
Sofi merasa ada seseorang yang mengusap rambutnya, di buka matanya perlahan-lahan. Ia bingung berada dimana. Ia ingat semalam Guntur mengalami kecelakaan. Guntur??
Ia langsung terbangun dan melihat Guntur menatapnya dengan terkejut.
“Kamu sudah bangun? Apa yang kamu rasakan?” tanya Sofi bertubi. Guntur hanya diam menatapnya.
”Aku akan panggil dokter.” Sofi hampir berdiri ketika Guntur memegang lengannya, menahannya.
“Aku nggak apa-apa. Tetaplah berada disini sebentar.” Lirih, Guntur memintanya dan Sofi menurutinya. Lama mereka terdiam.
“Kamu membuatku khawatir." Sofi memecah keheningan mereka.
“Maaf."
“Jika kamu punya masalah berbagilah denganku, sama seperti aku berbagi denganmu.”
Hening. Guntur menerawang. Apakah ia harus mengatakannya.
__ADS_1
“Kamu kenapa?” Sofi khawatir.
Guntur menggelengkan kepalanya. “Kamu akan meninggalkan aku.....”
Sofi terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut Guntur. Tapi ia tahu jawabannya. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”
Guntur menoleh padanya. Mencoba mencari kebenaran dimatanya. Ia akan selalu mengingat kalimat itu sebagai mantra dalam hatinya.
“Kamu nggak tahu apa yang terjadi....” Guntur berkata dengan sedih.
“Aku nggak akan tahu kalau kamu nggak kasih tahu.. Kenapa? Karena kamu nggak percaya sama aku?” Sofi menyakinkan diri.
“Akuu bawa pengaruh buruk buat kamu, aku nggak akan bisa jaga kamu. Dan pasti kamu bakal benci aku karena nggak jujur sama kamu.”
Sofi tidak mengerti ke arah mana pembicaraan Guntur.
Sofi terkejut dia percaya kalau Guntur adalah seorang preman yang hobi berantem atau balapan liar tapi narkoba?? Sofi tidak pernah menyangka Guntur juga harus mengenal barang seperti itu.
“Kenapa? Kenapa kamu harus kenal barang begitu.” Sofi berusaha tenang, ia mengumpulkan tekadnya untuk mencari tahu.
Guntur diam. Ia melihat Guntur menjadi sedih. Ia bahkan tak berani menatapnya.
“Cerita sama aku. Kamu mau cerita kan sama aku?” Sofi berusaha membujuk Guntur.
Masih diam.
__ADS_1
“Aku sayang kamu, aku nggak mau masa depan kamu rusak gara-gara barang begitu.” ucap Sofi jujur. Rasa sayangnya pada Guntur sudah tidak ia sembunyikan lagi.
“Aku nggak sengaja kenal barang-barang itu, aku hanya coba-coba dan sekarang malah nggak bisa berhenti.”
"Kenapa kamu harus mencoba sesuatu yang dilarang?"
“Itu adalah bentuk pelampiasan aku, kamu nggak tahu besarnya penderitaan dan rasa sakit yang aku rasakan selama ini." Guntur menatap Sofi dengan tatapan sendu.
Sofi terdiam ia merasa iba sekaligus mengerti apa yang dirasakan Guntur. Kesepian dan tertekan. Dan sekarang Guntur butuh dukungan dan perhatian. “Tapi sekarang kamu juga punya aku, jadi jangan pernah merasa sendiri. Kamu bilang kamu akan selalu ada untuk aku. Begitupun sebaliknya aku juga akan selalu ada buat kamu.”
“Kamu nggak akan ninggalin aku? Setelah semua yang aku lakukan kepadamu. Setelah kamu tahu bagaimana aku sebenarnya.”
“Selama kamu mau sembuh dan berhenti pake barang itu.” jawab Sofi mantap.
Guntur tidak percaya akan apa yang di dengarnya. Air mata mulai mengenang dimatanya. Ia ingin menumpahkan segala emosi yang di pendamnya selama ini.
“Terima kasih.” Ucapnya tertahan. Sofi benar-benar tak menyangka bisa melihat Guntur dalam keadaan seperti ini.
“Kamu harus janji sama aku buat berhenti.” Sofi memeluknya.
“Iya aku janji. Untukmu.”
Ada seseorang yang mengawasi mereka dalam diam, yang tersulut emosi melihat mereka bersama. Dia yang ingin membuat keduanya berpisah. Dan dia akan melakukan itu.
*******
__ADS_1
kira-kira siapa ya???🤔
ayo dong bantu beri dukungan untuk author 🙏🏼🙏🏼😍