Rain Memories

Rain Memories
Perpisahan (2)


__ADS_3

******


Sofi menatap dua benda itu ditangannya. Ia bimbang haruskah ia membukanya.


Dengan ragu ia membuka surat dari Guntur. Dia tidak akan pernah tahu apa yang ingin di sampaikan Guntur jika tidak membacanya. Pelan-pelan di baca surat itu.


***Maaf, aku tahu kalau kamu kecewa sama aku. Aku menyesal, aku nggak bermaksud menyembunyikan hal ini darimu. Aku nggak tahu bagaimana mengatakan semuanya sama kamu. Tapi aku akan ceritakan semuanya sama kamu.


Malam itu aku mabuk aku merasa kesepian karena ibuku baru saja meninggal, aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan, aku merasakan kehilangan yang menyakitkan dan di saat itu aku bertemu dengan preman-preman. Aku nggak sengaja membuat mereka marah, mereka nggak terima permintaan maafku dan malah mengeroyokku. Aku kalah, jumlah mereka banyak aku terluka disana-sini. Aku berusaha untuk kabur dari mereka dan nggak sengaja hampir tertabrak oleh mobil orang tuamu, mereka keluar dari mobil berusaha menolongku yang malah sialnya preman-preman itu kalap dan ikut melukai orang tuamu.

__ADS_1


Saat salah satu diantara mereka menusuk orangtuamu setelah itu mereka kabur dan meninggalkan orang tuamu dengan luka yang parah. Saat itu aku langsung membawa mereka ke rumah sakit tapi sayang mereka nggak bisa di selamatkan. Saat di perjalanan ibumu sempat menitipkan kalung itu padaku ia ingin aku memberikannya padamu. Waktu itu aku melihatmu dirumah sakit, tapi aku nggak memiliki keberanian untuk menemuimu. Aku takut menghadapi kalian. Aku benar-benar pengecut bukan?


Aku benar-benar menyesal Sof, jika saja mereka tidak menolongku mungkin mereka masih berada disisimu saat ini. Mereka sudah memberikanku kesempatan kedua untuk dapat menjalani kehidupan yang harusnya kumanfaatkan lebih baik, tapi apa? Aku memang bukan lelaki yang berguna bukan?? Aku masih menjadi orang yang sama, aku malah terjebak dalam obat-obat terlarang.


Saat aku mencoba dekat denganmu, aku ingin segera memberitahumu. Tapi yang terjadi tidak seperti yang aku inginkan. Aku takut kehilanganmu. Kamu menjadi seseorang yang sangat berharga untukku. Saat kamu disisiku aku merasa bahagia dan merasa ada. Aku jatuh cinta padamu. Dalam hati aku bertanya mungkinkah Tuhan sudah merencanakan pertemuan kita ini.


Aku akan pergi Sof. Aku ingin nanti jika kamu melihatku, tidak seperti ini. Aku akan menepati janjiku untuk sembuh dan jadi orang yang lebih berguna. Aku pamit Sof.


Jangan benci hujan karena dalam hujan ada aku. Guntur***

__ADS_1


Sofi menangis dan terus menangis. Air matanya tidak ingin berhenti. Bukan guntur pelakunya. Orang tuanya berniat menolong Guntur. Ini tidak seperti yang dipikirkannya.


Ya Tuhan, aku benar-benar salah paham. Betapa berat hidup yang harus ia jalani.


Kotak kecil itu masih tergeletak diatas meja. Sofi melihatnya ragu untuk membuka. Namun ia tergerak untuk melihat isinya. Dengan hati-hati di buka kotak itu, ia terkejut melihat isinya. Sebuah kalung liontin berbentuk setengah hati yang bertuliskan G.


Aku harap kamu mau menyimpannya sebagai sebuah kenangan untuk kita berdua. Aku memberimu yang setengah karena aku membawa yang setengahnya lagi, karena aku akan membawa setengah hatimu pergi bersamaku.


Hati Sofi benar-benar luluh, dia benar-benar jatuh cinta dan ia yakin akan hal itu sekarang. Sofi membiarkan Guntur pergi karena ia tahu Guntur akan kembali.

__ADS_1


“Hujan kirimkan pesanku padanya bahwa aku mencintainya dan akan menunggunya kembali.”


*****


__ADS_2