
Sofi kembali ke kantin sambil berlari. Sesampainya dikantin dia terengah-engah dan langsung menyerobot minuman Noni. Noni yang terkejut pun merasa bingung karena waktu pergi tadi wajahnya kusut balik kesini wajahnya ketakutan.
“Kamu kenapa sih???” Tanyanya khawatir.
“Aku tadi nggak sengaja lewat belakang kelas kosong itu yang dekat gudang, sialnya aku ketemu sama anak-anak nakal itu.” Jelasnya sambil terengah-engah dan mengusap keringatnya.
“Kok bisa lewat situ. Ngelamun aja sih kamu? Tapi kamu ndak diapa-apain kan?” Noni bertanya dengan cemas.
“Nggak sih tapi aku takut sama mereka, mereka mengacam aku biar nggak bilang ke guru duhhh mereka ndak bakalan ngapa-ngapain aku kan?” tanyanya panik sambil mencoba mengatur napasnya yang ngos-ngosan.
“Nggak akan kalau mereka ngapa-ngapain kamu, aku yang langsung tanganin.” Noni berusaha menenangkan sambil mengelus pundaknya.
Sofi bersyukur temannya ini mau membantunya “Ya udah besok-besok jangan jalan sendiri.” Sofi mengangguk mengiyakan.
*******
Kenapa sih hujan lagi? Batin Sofi.
Sofi mulai kesal dengan suasana siang ini. Mereka tengah bersiap untuk pulang sekolah karena bel baru saja berbunyi.
“Kamu pulangnya gimana?” Farah bertanya pada Sofi yang diam saja. Tak segera mendapat Farah menyenggol lengan Sofi yang asyik melamun.
“Apa sih?” Sofi menjawab dengan kesal.
“Kamu pulangnya gimana?” Farah mengulang pertanyaannya kembali.
“Oh.. ntar di jemput sama kak Tasya” jawabnya seadanya.
“Farahhhh ayo pulang!” Mita lagi-lagi teriak dengan keras.
__ADS_1
“Mobil kamu kemana sih dijual ya, kenapa aku jadi sopir kamu sekarang antar-jemput kamu.” sembur Farah benar-benar tak terima jadi “supir” tak resminya Mita.
“Ya ndak papa dong, lagian kan aku bantuin kamu bikin tugas.” terang Mita.
“Bantuin apa? Yang ada juga kamu malah nyusahin, udah ngeluh terus berisik sampai kita diusir dari perpus!” Farah tak mau kalah.
Mita hanya manyun mendengar ocehan Farah.
“Guys, aku duluan ya udah di jemput Dennis nih?” sahut Noni sambil memegang ponselnya. Dia baru saja mendapat WA dari pacarnya.
“Wah seneng ya di jemput pacar, hujan-hujan gini lagi.” Mita menggodanya.
“Pengin??? Cari pacar biar nggak nyusahin aku!” Farah menyahut dengan emosi.
“Dasar kamu gak usah ngeledek deh kayak kamu punya pacar aja!” Mita tak kalah sengitnya.
“Duluan aja deh Non. Aku masih mau beres-beres nih. Kasian Dennis nungguin lama.” kata Sofi.
“Ya udah deh duluan ya!” Noni beranjak pergi dan melambaikan tangan padanya.
“Ayo Farrrrrrr…….!!!” Mita menyeret dan menarik Farah dari kursinya.
“Iya iya, kita duluan ya?” Farah berpamitan pada Sofi.
“Aku pulang dulu, dapat tebengan gratis soalnya.” bisiknya kepada Sofi.
Sofi tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya. Mereka pun berlalu, tinggal Sofi sendiri dalam kelas. Dengan segera dia memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Farah masuk kelas lagi.
“Far kok balik ngapain??” Sofi bertanya keheranan.
__ADS_1
“Kunciku ketinggalan.” jawabnya sambil merogoh laci mejanya dan menemukan kunci dengan gantungan doraemon.
“Ini udah ketemu, aku duluan ya cepat pulang!” katanya.
“He’em,” jawabnya sambil menganggukkan kepala.
“Sof??" Farah berhenti di depan kelas dan berbalik menatap kearahnya.
Sofi mengalihkan pandangannya kearah Farah.
“Kapan kamu mau ngenalin aku sama Evan?" Farah mengedipkan matanya, kemudian berlalu pergi. Sofi hanya mampu diam tak menjawab.
Pertanyaan Farah benar-benar merusak harinya. Udah sial ketemu gank anak nakal dia juga harus mendengar pertanyaan Farah yang menyakitkan. Dia juga nggak bisa menyalahkan Farah karena Farah nggak tahu kalau dia juga punya perasaan sama Evan.
Sofi berjalan menuju gerbang sekolah. Tak disadarinya ada sepeda motor yang lewat di dekatnya. Sofi tak sempat menghindar gara-gara pikirannya melayang-layang.
“Aduh!!!!” teriaknya sambil mengibaskan roknya yang terciprat genangan air hujan.
“Eh… kamu punya mata nggak sih?" Teriak Sofi lagi, dia benar-benar kesal.
Sofi merutuki orang yang sudah membuat roknya menjadi basah dan kotor. Ternyata penggendara sepeda motor tadi pun berhenti karena mendengar teriakan Sofi. Sofi melihat orang itu dan dia sudah bersiap untuk memaki-maki orang itu.
Saat penggendara itu membuka helmnya Sofi terkejut bukan main ternyata dia …cowok yang….tadi????? anak gank itu... hatinya pun menciut ketakutan. Sofi pun berusaha menutupi mukanya dengan tangannya dan melihat kearah lain. Sial sial sial.
“Tinnn….tinnnn,” suara mobil kak Tasya penyelamatan yang tepat tanpa berpikir lagi Sofi langsung masuk ke dalam mobil kakaknya. Kak Tasya yang merasa heran memandangi tingkah adiknya itu.
“Cepetan kak!!!” serunya sebelum kakaknya sempat bertanya.
Dia benar-benar sial hari ini. Dalam hati dia berdoa agar laki-laki itu tidak mengenalinya.
__ADS_1