
Pagi ini Sofi tersenyum riang. Gara-gara pulang terlalu malam Sofi tidak mengerjakan PR lagi. Dia sedang mengerjakannnya sekarang selagi masih ada waktu. Guntur benar-benar sudah merubah hidupnya.
Tiba-tiba Farah datang dengan muka yang kusut tampak menyedihkan. Seperti ada masalah yang terjadi pada dirinya.
“Sof kamu tahu nggak, Evan jadi aneh sekarang?” tanyanya setelah Farah duduk di kursinya di depan bangku Sofi.
“Kenapa?” Sofi bingung kenapa Farah tiba-tiba mengajaknya bicara tentang Evan lagi.
“Kamu tahu nggak masak Evan membandingkan kamu sama aku?” katanya dengan kesal.
Sofi terkejut. Ia menghentikan menulisnya dan menatap Farah bingung. “Kok gitu?”
“Mana aku tahu jalan pikirannya.” Farah lalu membalikkan badannya memunggungi Sofi yang masih tak mengerti.
******
Siang hari
Di toilet sekolah.
“Wah ada siapa nih?” Prita berceloteh saat melihat Farah berada di dalam kamar mandi. Farah tidak ingin menggubrisnya ia berjalan melewatinya begitu saja, tapi tampaknya Prita tak ingin melepaskannya begitu saja.
“Denger-denger ada yang lagi dekat sama mantanku.” Sahutnya tanpa basa-basi.
Farah menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Prita dengan kesal. “Apa maksud kamu?”
Prita hanya tersenyum mengejek. "Bukan apa-apa.” Prita berbalik ke arah cermin merias wajahnya.
Tapi Farah tak beranjak pergi dari situ.
__ADS_1
“Kalau kamu mau ngomong, ngomong aja nggak usah sok nyindir gitu. Kenapa kamu nggak suka kalo aku dekat sama Evan? Kamu udah nggak punya hubungan apa-apa sama dia lagi. Dia nggak suka sama kamu.” Farah menyalak galak. Suasana hatinya sedang buruk dan Prita benar-benar memancing emosinya.
Mau tak mau Prita menoleh dengan muka merah padam. Marah. Ia tak terima. “Trus kenapa seenggaknya Evan pernah jadi pacar aku, bukan kayak kamu yang mengejar-ngejar dia tapi nggak di anggap."
Farah semakin tersulut emosinya ia mendorong prita ke belakang. “Apa maksud lo? Nggak usah sok tahu ya! Urus aja hidup lo sendiri!!”
“Kamu tuh yang harus sadar. Evan tuh nggak suka sama kamu!” Prita tidak mau kalah.
“Kenapa dia masih suka sama kamu?” ujar Farah mengejek.
“Dia tuh suka sama Sofi.”
“Apa?” Farah terkejut dengan ucapan Prita.
“Jadi selama ini kamu nggak tahu Evan mutusin gue karena dia bilang kalo suka sama Sofi. Kasihan banget ya kamu.” Prita tersenyum mengejek. “Emang selama ini kamu nggak bisa lihat ya....kamu ada diantara Evan sama Sofi.”
PLAKK....
Farah keluar dari kamar mandi dengan perasaan marah, tapi ia juga merasa bingung dengan keadaannya. Dia mulai berpikir tentang apa yang di katakan Prita barusan kepadanya. Ia terus mencoba menghalau pikirannya untuk berpikir positif. Tidak mungkin Sofi dan Evan.
Dilihatnya Evan menunggunya di depan kelas.
“Kamu kenapa?” Evan mengeryitkan dahinya melihat Farah yang berjalan sambil menghentakkan kakinya, ia bertanya saat Farah berjalan mendekat kearahnya. Farah terlihat kesal.
“Nggak kok.” Farah mencoba tersenyum. Prita pasti berbohong untuk menghancurkan hubungannya dengan Evan karena ia tidak suka siapapun mendekatinya. Buktinya Evan datang ke kelasnya menunggunya.
“Ke kantin yuk!” ajak Evan.
“Oke.”
__ADS_1
Mereka duduk di kantin berdua, setelah memesan dua mangkok bakso mereka duduk dalam diam. Mereka tak memiliki kata-kata untuk diungkapkan. Mereka sibuk dalam pikiran masing-masing.
Evan memberanikan diri untuk memulai pembicaan. “Far aku mau ngomong sama kamu.”
“Iya apa?” Farah tersenyum menatap Evan. Ia menunggu Evan mengatakan apa yang ingin didengarnya.
“Begini...” ucapan Evan terpotong saat penjual bakso mengantarkan bakso pesanan mereka ke meja. Farah menerima baksonya dan mulai makan. Ia gugup tak sanggup menatap Evan terlalu lama takut ia akan terlihat berharap.
Evan tidak makan baksonya ia hanya mengaduk-aduk makanannya dan menatap Farah yang sibuk sendiri dengan baksonya. Tapi ia harus mengatakannya sebelum semuanya menjadi lebih buruk. Dia harus jujur sebelum melukai Farah terlalu dalam.
Evan tahu Farah menyukainya, setiap berbicara dengannya Farah tampak bersemangat dan ceria, Farah selalu bisa meluangkan waktu jika ia ingin bertemu, juga Farah selalu memberi perhatian padanya. Tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri ia tidak bisa menerima Farah begitu saja, ia menyukai orang lain.
“Farah aku mau jujur sama kamu.”
“Hemmmm ” Farah mendongakkan kepalanya ia menatap Evan dengan perasaan gugup.
Akhirnya yang ia tunggu terjadi juga.
Evan menatapnya dalam-dalam “Aku mau minta maaf sama kamu.” Ia menghentikan ucapannya menatap takut-takut pada reaksi Farah setelah mendengar apa yang akan dikatakannya. “Sebenarnya aku suka sama Sofi, maaf aku nggak bermaksud mempermainkan kamu. Tapi waktu itu aku bener-bener nggak tahu harus ngapain aku cemburu waktu melihat Sofi dan Guntur bersama jadi.....”
Evan berhenti, ia merasa terlalu banyak berbicara. Ia menatap Farah yang menjadi merah padam. Farah diam membeku terlalu shock dengan apa yang di dengarnya. Farah menatap Evan dengan marah.
“Jadi selama ini aku cuma jadi mainan kamu?” air mata mulai menetes dari matanya. Ia terluka hatinya hancur merasa dipermainkan. Orang yang selama ini dia percaya memilih menjadi pengkhianat dalam kehidupannya.
“Aku nggak bermaksud begitu,” Evan berusaha menjelaskan namun Farah sudah berdiri meninggalkannya.
*******
huhuhu bagaimana ini??
__ADS_1
penasaran??
😭😭😭