Ramadhan Terakhir Untuk Nayla

Ramadhan Terakhir Untuk Nayla
Nayla Kembali Ke Rumah


__ADS_3

"Banyak banget ma belanjaannya,buah sama sayur untuk apa mama beli begitu banyak?" tanya pak Arman heran,karena tidak biasanya bu Amel belanja sebanyak itu.


"Ini murah lho pa,mama beli di supermarket yang baru buka itu,buah dan sayurannya seger-seger semua,besok kan Sinta mau datang ke sini," jawab bu Amel.


"Kalian sudah bertemu rupanya?"


"Beberapa hari yang lalu dia datang ke kantor aku,setelah mama lihat sih orangnya baik,asal papa bisa bersikap adil,mama ya nggak keberatan sama sekali." Ucap bu Amel.


"Mama,Nayla di mana?" tanya David gusar,dia sudah curiga kepada mamanya semenjak tadi siang saat mang Adi mengatakan bahwa Nayla pergi dengan mamanya.


"Mama sudah membawa dia kembali ke kampung,biar dia tinggal dengan pamannya di sana," jawab bu Amel ketus.


"Bohong! Mama bohong... mama pasti sudah menelantarkan dia di jalanan,kan?" David tidak percaya begitu saja dengan mamanya.


"Gini ya sayang,kalau kamu tidak percaya tanya sana sama mang Adi! Tadi mama pergi ke toko pakaian untuk membeli baju buat Nayla,dan setelah itu mama anterin dia ke rumah pamannya," jelas bu Amel,wanita itu memang benar membeli baju untuk Nayla tapi tidak dengan mengantarkan ke rumah pamannya,dia malah menelantarkan Nayla di jalanan begitu saja.


"Kamu masih tidak percaya juga Dav sama apa yang dikatakan mama?" tanya pak Arman.


David terlihat bingung saat itu,dia tidak menjawab pertanyaan papanya,David pergi begitu saja tanpa menghiraukan tatapan kedua orang tuanya,dia ingin menemui Tina di kamarnya.


"Mama bawa Nayla ke mana?" tanya pak Arman pada istrinya begitu David sudah pergi dari hadapan mereka.


"Mama tinggalin dia di depan sebuah toko di samping pasar," jawab istrinya santai.


"Haduh...!" pak Arman menepuk jidatnya,heran dengan sikap istrinya itu.


"Bagaimana kalau ada orang yang melihatnya ma,mama itu nambah masalah aja tau nggak!" keluh pak Arman.


"Nggak ada yang tahu pa,lagian saat itu tokonya sedang tutup dan tempat dimana mama ninggalin dia juga sepi,jadi papa nggak usah takut tidak akan terjadi masalah kok." Ucap istrinya masih dengan sikap santai,beliau bahkan tidak sedikitpun mengkhawatirkan tentang anaknya.


"Terserah mama saja lah,papa juga nggak peduli sama itu anak,tapi kenapa tiba-tiba mama membawa dia pergi dari rumah ini?" tanya pak Arman mulai penasaran.


"Papa tahu nggak,tadi pagi pas mama beli sayuran keliling sama kang Ujang,kan banyak ibu-ibu tu,mereka melihat Nayla yang sedang nyapu di halaman depan dan mereka bilang kalau Nayla mirip sama mama," ungkap bu Amel.


"Terus mama jawab apa?" pak Arman semakin penasaran saja.

__ADS_1


"Ya mama bilang lah,kalau dia itu anak pembantunya kita."


"Lalu mereka percaya?"


"Ya nggak,mereka malah semakin curiga."


"Berarti keputusan mama benar-benar tepat,kalau sampai ada yang tahu dia itu anak kita mau di taruh di mana muka papa nantinya?" ucap pak Arman khawatir,mereka terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak pasti hingga tega membuang anaknya sendiri.


"Dia memang sangat mirip dengan mama pa,mama baru menyadarinya. Bahkan Tina saja wajahnya lebih mirip sama papa,jadi kalau ada orang yang melihat Nayla,pasti mereka langsung tahu kalau Nayla memang anak aku," ucap bu Amel gelisah.


\*\*\*\*\*\*


Dengan beralaskan koran,Nayla duduk di depan toko itu,tempat dimana mamanya meninggalkan dia seorang diri. Nayla meringkuk sambil memeluk kedua lututnya,takut dengan kesendirian di tempat yang sepi itu,malam sudah tiba tapi sang mama belum datang juga kini dia yakin kalau mama memang sengaja meninggalkan dia di sana.


"Mama memang tidak menginginkan aku,mama sengaja membuang aku di sini,sekarang aku harus ke mana?" Nayla kecil menangis seorang diri.


"Ya Allah,Nayla harus kemana? Nayla juga tidak tahu jalan pulang," dia terus merintih hingga seorang perempuan datang menghampirinya.


"Adek,kok sendirian di sini?" tanya seorang wanita muda dengan lembutnya.


"Nama mama kamu siapa?" tanya wanita itu lagi,dan sepertinya dia orang baik-baik.


"Amel,dan papa namanya Arman." Nayla menjawab cepat.


"Wiwin...!" panggil seorang perempuan,dan kayaknya sih itu temannya.


"Iya!" jawab wanita yang di panggil Wiwin,dia melambaikan tangan ke arah temannya,sang teman pun langsung menghampirinya.


"Kamu ngapain di sini?"


"Ini Key,anak ini sedang menunggu mamanya tapi tidak datang-datang juga dari tadi,kasihan tahu udah malem begini." Ucap Wiwin.


"Memangnya kamu tinggal di mana dek?" Keysha bertanya pada Nayla.


"Nayla nggak tahu alamat rumahnya,tapi Nayla masih ingat jalan menuju rumah." Ucap Nayla,dia pun menjelaskan bagaimana keadaan jalan menuju rumahnya,mulai dari banyak pertokoan,melewati pasar murah dan supermarket yang baru buka.

__ADS_1


"Lho,jauh banget ya,itu sih kurang lebih dua jam dari sini." Ucap Wiwin.


"Mau bagaimana lagi kamu sudah lebih dulu bertemu sama dia,berarti kamu memiliki tanggung jawab penuh untuk mengantarkan anak ini," ucap Keysha,dia tidak ingin temannya itu melepaskan tanggung jawabnya begitu saja.


"Berarti kita harus berangkat sekarang,soalnya sudah jam delapan lewat,nanti lama lagi nyampenya." Tutur Wiwin,dia kemudian mengajak Nayla untuk naik ke mobilnya dan di ikuti oleh Keysha.


\*\*\*\*\*\*\*


"Ini beneran rumah kamu?" tanya Wiwin,dia tidak yakin dengan apa yang dilihatnya sekarang,rumah yang mewah yang berdiri kokoh di depannya itu tidak mungkin rumahnya Nayla,karena dia melihat pakaian Nayla saja dekil begitu,tidak seperti anak orang kaya.


"Iya kak,ini rumah Nayla," jawab Nayla meyakinkan.


"Kita anterin sampai di sini aja ya!" ucap Keysha kemudian,karena saat itu dia sudah merasa ada yang aneh.


"Iya kak,terimakasih sekali lagi ya,semoga Allah membalas kebaikan kakak berdua." Ucap Nayla begitu turun dari mobil mereka.


"Iya sama-sama," mereka menjawab serempak. Sesaat sesudah Nayla turun dari mobil mereka,tampak seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki berlari dan memeluk Nayla,kedua anak itu terlihat sangat khawatir sekaligus senang. Mereka dapat melihat apa yang terjadi di sana karena mereka masih belum pergi dari depan rumah mewah itu.


"Kamu tahu Win,apa yang aku pikirkan dari tadi?" tanya Keysha pada temannya.


"Anak itu sebenarnya di buang oleh orang tuanya,itu kan yang kamu pikirkan?" tebak Wiwin,dan tebakannya itu tepat sekali tidak meleset sedikitpun.


"Tepat sekali,apa kamu juga memikirkan hal yang sama?"


"Iya,kamu kan lihat sendiri kalau dia cacat dan baju yang di pakainya bahkan sudah compang-camping begitu,aku rasa dia memang anak yang tidak di inginkan," ungkap Wiwin.


"Dan aku rasa yang tadi itu adalah kakak-kakaknya deh." Ucap Keysha.


"Terus yang kita lakukan tadi benar atau tidak ya? Kita sudah membawa dia pulang kembali ke rumahnya,sedangkan niat mamanya tadi itu adalah membuang dia."


"Alah masa bodoh dengan semua itu,jangan terlalu di pikirin yang penting kan kita sudah berbuat baik dengan membawa dia kembali ke rumahnya dengan selamat." Ucap Keysha,dia tidak ingin memperpanjang lagi masalah hidup Nayla yang sama sekali tidak mereka kenal.


"Ayo kita pulang! Ngapain terus berada di sini," ajaknya kemudian,Wiwin pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan pergi dari depan rumah Nayla.


__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2