
"Papa memang keterlaluan,kamu jangan bersedih lagi aku akan membuat papa merasakan akibat dari perbuatannya selama ini." Ucap Tina,anak itu mulai memikirkan ide yang bagus untuk membuat papanya membayar semua yang telah dilakukannya selama ini,jujur saja hatinya juga ikut sakit saat melihat kesedihan dimata adiknya.
"Mereka kelihatan saling mengasihi satu sama lain Yun," bisik Alin ditelinga temannya.
"Sedikit sama dengan kisah Lola dan Rizal Lin,aku seperti melihat satu diantara mereka sedang berada di ambang kematian," lirih Yuna.
"Jangan mengatakan omong kosong seperti itu Yuna," tegur Alin tidak suka.
"Aku tidak sedang mengatakan omong kosong,tidakkah kamu ingat kalau Rizal juga cacat sama seperti Nayla,dan dia juga bilang kalau ibunya lebih sayang sama kakaknya ketimbang dirinya. Dan saat keluar dari sini Rizal mati dalam kecelakaan itu,dia bahkan tidak sempat merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya," ujar Yuna mengingatkan Alin tentang kisah menyedihkan tiga tahun lalu.
"Aku ingat,tapi aku juga berharap semoga mereka tidak memiliki nasib yang malang seperti Rizal dan Lola." Ucap Alin penuh harap.
"Kak Alin...!" panggil Nayla,membuat Alin yang sedang membicarakan tentang mereka jadi kaget.
"Iya,ada apa?"
"Bagaimana kakak bisa berakhir di sini?" tanya Nayla,dia sekarang ingin mendengar cerita mereka satu persatu.
Alin menarik nafas panjang sebelum menceritakan kisahnya.
"Aku sudah berada di sini sejak umur tujuh tahun,aku dijual oleh orang tuaku untuk membayar hutang,dan itu sangat menyakitkan,aku tidak pernah melihat dunia luar. Terus di sini terperangkap dalam dunia yang entah berantah,sudah lama sekali kakak ingin pergi tapi tak pernah punya kesempatan,kakak bahkan sangat merindukan ramadhan ingin merasakan suasananya,kita sudah dijadikan seperti insan yang tidak memiliki sang pencipta,kakak lupa caranya shalat,buta dalam hal agama tapi kakak tahu tuhan itu ada dan kelak doa-doa yang selalu kakak panjatkan pasti akan dikabulkan. Dan kakak selalu berharap meski belum ada jawabnya,kakak yakin Allah mendengar semuanya dan sebentar lagi doa kakak pasti akan terkabulkan." Tutur Alin dia menangis,baru kali ini hatinya terasa begitu tenang setelah menceritakan apa yang selama ini dirasakannya. Yuna,Nayla dan Tina terdiam mendengar cerita Alin,ternyata hidupnya juga lebih menyakitkan dari yang mereka bayangkan,mereka membiarkan saja Alin menangis biarkan dia menumpahkan seluruh sesak di dadanya,karena menangis itu adalah jalan terbaik ketika kesedihan tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
"Lalu bagaimanakah dengan kak Yuna,kenapa kakak bisa ada di sini?" giliran Tina yang bertanya.
"Hampir sama dengan kak Alin,kakak juga dijual ke sini tapi itu semua dilakukan oleh ibu tiri kakak,setelah ayah meninggal dan saat memasuki kelas 1 SMA kakak ditipu oleh ibu tiri jahat itu,dia bilang akan mengirim kakak ke rumah paman,nggak tahunya dia malah menjual kakak ke bos Bondan,kita sekarang sudah pasrah saja dengan keadaan saat ini." Ujar Yuna,tatapan matanya kosong dia jelas tidak lagi menaruh harap untuk bisa bebas dari tempat laknat itu.
"Kalau nanti aku dan Nayla bisa keluar dari sini,aku akan membawa kak Yuna dan kak Alin pergi dari sini," ucap Tina memberi mereka harapan.
"Kamu tidak tahu ya Tin,tempat ini sangat tersembunyi bahkan tidak ada polisi yang tahu kita sedang berada di pulau bagian mana." Ucap Alin,tapi kata-katanya tidak bisa mematahkan semangat mereka.
"Kalau kita berusaha pasti ada jalannya," Nayla mencoba membuat mereka yakin kalau mereka pasti bisa keluar dari tempat itu.
"Aku sudah pernah mencoba untuk kabur dari sini,dan begitu keluar dari tempat ini sepanjang mata memandang hanya ada jalanan yang kosong,tidak ada kendaraan yang lewat,tempat ini jauh dari pemukiman warga,jadi kalaupun kita bisa keluar dari sini pada akhirnya juga akan kembali ditangkap oleh mereka,karena tidak ada tempat persembunyian di luar." Yuna bercerita,menggambarkan bagaimana keadaan di luar sana.
"Kelemahan mereka adalah uang,berarti kalau kita memberi mereka bayaran yang cukup mahal mereka pasti akan melepaskan kita Nay." Ucap Tina matanya memancarkan sinar harapan,wajahnya terlihat sangat tenang,karena dia berpikir cara itu akan berhasil.
"Kak Alin dan kak Yuna akan dibawa kemana?" Nayla mulai terlihat khawatir.
"Setiap pertengahan bulan,kami akan dikeluarkan dari sini dan akan tinggal di kamar yang bagus untuk disuruh melayani nafsu birahi orang-orang berhati iblis itu,banyak diantara mereka adalah konglomerat,orang-orang kaya yang memiliki jabatan tinggi yang bisa melakukan semuanya sesuka hati mereka,mau yang tua dan yang muda mereka semua sama saja,jika sudah datang ke sini niat mereka ya cuma ingin mencari kesenangan dunia," jelas Alin panjang lebar.
Nayla dan Tina merinding mendengarnya,mereka berdua memasang ekspresi jijik,sekejam inikah manusia jaman sekarang,tidak heran jika yang maha kuasa memberikan mereka teguran,tapi sudah begitu banyak yang terjadi,banjir,tsunami,gempa bumi dan tanah longsor,itu tetap tak membuat mereka sadar akan kesalahannya.
Mereka sekarang hanya bisa menunggu pak Bondan kembali ke ruangan itu,dan Tina sudah membuat rencana untuk bisa keluar dari tempat yang dia sendiri tidak tahu.
__ADS_1
\*\*\*\*
"Eh kak Sinta,kok pulang sendiri Nayla kemana?" tanya Ayu yang langsung berdiri menghadangnya dipintu.
"Dia tidur di rumah Alif Yu,katanya mau berbuka di sana nanti malam," jawab Sinta,dia berbohong.
"Aku sama ibu sangat khawatir dari semalam karena kakak nggak kunjung pulang."
"Maaf sudah membuat kalian khawatir," ucap Sinta merasa bersalah. Ayu sebenarnya sejak tadi memperhatikan wajah Sinta yang terus di tekuk,dia seperti sedang memiliki masalah,Ayu ingin sekali bertanya tapi dia ragu juga takut,namun kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Kak Sinta sedang punya masalah ya?" tanya Ayu hati-hati,takut menyinggung perasaan Sinta.
"Nggak ada,oh iya Yu,kakak akan pergi lagi. Kakak pulang cuma mau mengambil baju saja,untuk sementara kakak titip Rio sama kamu dan ibu boleh kan?" tanya Sinta berharap.
"Boleh,tapi kakak mau ke mana?" tanya Ayu kini dia menaruh curiga terhadap Sinta,wanita itu sangat aneh sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu tapi ketika ditanya dijawab nggak ada.
"Ada sedikit masalah di kantor yang harus aku urus Yu,dan aku akan keluar kota untuk beberapa hari," jawabnya,sambil berlalu pergi dari ruang tengah,dia mau mengambil beberapa pasang bajunya. Ayu mengikuti langkahnya dari belakang.
"Kakak nggak mau pamit dulu sama ibu,ibu sedang pulang ke rumah sebentar dan Rio juga dibawa sama ibu." Ucap Ayu. Sinta menoleh ke arah Ayu dan dengan lemah berkata.
"Tidak Yu,kalau ibu tanya katakan saja aku ada urusan mendadak dan harus segera pergi untuk beberapa hari," suruh Sinta.
__ADS_1
Ayu semakin yakin kalau Sinta memang sedang memiliki masalah,tapi apa? Dia harus segera mencaritahu.