
Begitu api selesai dipadamkan pihak kepolisian langsung melihat isi di dalam mobil itu,mobil yang hanya tinggal kerangkanya saja,bahkan jasad Nayla sudah tak bisa dikenali lagi,tubuhnya gosong. Sinta menangis histeris menyalahkan suaminya yang kejam itu.
Benar seperti yang dikatakan pak Jufri kalau pak Arman tak bisa dipercaya,pak Jufri yang saat itu mengetahui kalau uang senilai 150 milliar sudah dibawa oleh pak Arman,dia langsung menelpon pihak kepolisian untuk menuju lokasi tempat pak Arman akan menyerahkan uang tersebut,meski pak Jufri terlambat namun setidaknya lokasi tempat pak Bondan menyekap anak-anak itu sudah ditemukan dan mereka sudah ditangani oleh pihak berwajib.
Ternyata pak Bondan adalah orang yang paling dicari,karena dia adalah bos perdagangan manusia.
\*\*\*
RUMAH SINTA...
"Kenapa nasibmu begitu malang,nak?" Sinta terus menangis disisi jasadnya Nayla,jasadnya sudah tidak bisa dikenali lagi,polisi juga menemukan Al-Qur'an di samping tubuhnya itu,hanya Al-Qur'an milik Nayla yang masih utuh,tidak tersentuh api sedikitpun. Al-Qur'annya akan menjadi saksi kejadian tragis hari ini.
"Aku seharusnya ada di sana untuk menyelamatkannya,aku salah aku yang salah!" Sinta terus menyalahkan dirinya. Disisi lain pak Arman juga sangat terpukul atas kepergian anaknya,kini semua kenangan saat Nayla masih berada di sisinya seolah berputar-putar dipikirannya,kekejamannya kepada anaknya sendiri,kata-kata penuh kebencian yang dia katakan setiap hari,dan kata-kata kejinya tadi pagi saat sebelum kejadian tragis itu terjadi.
"Minum dulu Sin! kamu bahkan belum minum sejak tadi berbuka,jangan menangisi Nayla seperti ini,dia akan sedih di sana!" ucap bu Fitri.
"Kamu tidak pernah salah Sin,aku yang salah aku yang berdosa,aku sudah menjadikan ibuku sendiri seperti pembantu seumur hidupnya,aku menyuruh ibu yang sudah tua untuk menjaga Nayla,aku tidak pernah membiayai kehidupan mereka,aku lepas tangan begitu saja tanpa peduli dengan keadaan mereka. Aku tidak pernah menjenguknya sampai ibu menutup mata,dan kemudian aku juga tidak bertanggung jawab atas anakku sendiri,aku tidak pernah menganggap dia ada,aku marah tanpa sebab setiap kali melihatnya,aku sudah menjadi ibu yang buruk bagi Nayla,aku ibu yang kejam." Tutur bu Amel,mengatakan satu persatu kesalahannya dengan penuh rasa sesal,wanita itu menangis sejadi-jadinya.
"Sekarang semua sudah tidak ada gunanya,mama nangis darah pun dia juga tidak akan kembali,mama tidak pernah menyayanginya,padahal dia sangat ingin sekali saja dipeluk oleh mama." Ucap Tina sambil menangis,tubuhnya sekarang sangat sakit tapi hatinya jauh lebih sakit,beberapa jam yang lalu dia masih bersama adiknya,tapi sekarang Nayla hanya tinggal sebuah nama dan kenangan,masih terasa hangat genggaman tangan adiknya,cerita mereka semalam,hari-hari yang pernah mereka lewati semuanya kini harus berakhir,Tuhan lebih sayangkan dia.
"Kita harus kuat untuk Nayla,Tin. Kita harus melanjutkan keinginan-keinginan dia yang belum tercapai," ucap David,dia juga sedih karena kehilangan adiknya,dia menangis tapi berusaha untuk tidak bersuara,membiarkan saja air matanya mengalir.
Ayu duduk disudut ruangan,jauh dari orang lain dia di sana juga merasakan kesedihan mendalam karena kehilangan Nayla,anak yang begitu baik.
Mereka semua hanya bisa bersedih atas apa yang telah terjadi,tapi setidaknya mereka tidak merasa bersalah karena kepergian Nayla,berbeda dengan pak Arman dan bu Amel dua orang itu harus menanggung segala dosa mereka,rasa bersalah yang akan terus menghantui seumur hidup mereka.
DI RUMAH PRILLY..
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang sayang?" Alvin bertanya kepada istrinya. Prilly yang saat itu dalam keadaan kacau hanya menggeleng lemah.
"Pemakaman akan dilangsungkan besok pagi,kamu mau ke sana?" tanya Alvin lagi.
"Entahlah," jawab Prilly singkat,kemudian dia kembali diam.
"Sekarang aku sadar mas,kalau pun aku melaporkan hal ini kepada polisi dan pak Arman di tangkap,hatiku tetap tidak akan tenang,dan anakku juga tidak akan kembali hidup,seharusnya aku mengikhlaskan kepergiannya dari dulu." Ucap Prilly,pandangannya kosong ke depan.
"Tapi kamu sudah mendapatkan bukti itu,kamu sudah lama bersusah payah mencarinya dan sekarang kamu sudah menemukannya,kamu akan membiarkannya begitu saja?" tanya Alvin,dia sebenarnya sedang menguji Prilly saat itu,dia sendiri juga tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini,karena pak Arman juga sudah mendapatkan hukumannya sendiri.
"Tidak lagi mas,rekaman itu sudah aku hapus,aku sekarang tahu hukuman yang paling berat untuk pak Arman bukanlah berakhir dipenjara,tapi menanggung semua rasa bersalahnya terhadap anak yang sudah disia-siakannya selama ini,dan aku rasa dia akan lebih menderita dari pada aku,dia harus menanggung rasa bersalah itu seumur hidupnya," ucap Prilly.
\*\*\*
Keesokan Paginya...
Semua orang sudah pulang dari pemakaman,yang masih berada disana hanya Sinta,David,Tina bu Amel dan pak Arman,sedangkan Ayu dan ibunya sudah pulang dan membawa Rio ikut sekalian.
"Aku turut berdukacita ya Sin,maaf sudah mengganggu rumah tangga kamu sama pak Arman,dan sama mbak Amel saya juga minta maaf." Ucap Prilly tulus.
Sinta melepaskan kaca mata hitamnya,dan terlihatlah matanya yang sudah bengkak karena semalaman menangis,bahkan dia terlihat lebih sedih dari pada orang tua kandung Nayla sendiri.
"Aku sudah melupakan semuanya," jawab Sinta parau.
"Kamu ke sini ingin menyuruh aku untuk mengakui kesalahanku kan,supaya aku bisa segera masuk penjara," tebak pak Arman.
"Tidak,meski aku sudah mendapatkan buktinya,aku tidak akan melanjutkan lagi masalah yang sudah berlalu,aku sudah memaafkan mas Arman." Tutur Prilly,mereka terkejut mendengarnya,tidak menyangka Prilly akan begitu mudah memaafkan pak Arman,padahal Tina sudah memberikan rekaman itu padanya,dan pak Arman juga sudah tahu mengenai rekaman itu sebab Tina sudah mengatakan padanya semalam.
__ADS_1
"Kamu serius prilly?" bu Amel masih tidak percaya.
"Kamu benar-benar sudah memaafkan suami saya?" tanya bu Amel lagi masih kurang yakin.
"Iya saya serius,saya sudah mengikhlaskan semuanya mbak,dan ini adalah hukuman yang setimpal untuk pak Arman. Dia merasakan sakit yang lebih parah dari yang saya rasakan,seumur hidup dia akan merasa bersalah karena sudah mengabaikan anaknya sendiri." Ucap Prilly melihat pak Arman dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku minta maaf Prilly,seharusnya hari itu aku tidak pergi,seharusnya aku membantu kamu," ucap lelaki itu rasa menyesal terlihat jelas dimatanya.
"Penyesalan memang selalu datang terlambat,kamu terlalu banyak melakukan kesalahan mas,tidak tahu bagaimana kamu harus menebusnya,menangis di kuburan Nayla pun percuma,kamu seharusnya berubah menjadi lebih baik," kini Sinta mulai bicara. Prilly dan Alvin hanya mendengarkan saja.
"Semua yang sudah mama dan papa lakukan kepada Nayla membuat aku benci sama papa dan mama setiap kali mengingatnya,apalagi kejadian kemarin,dimana Nayla memanggil papa untuk menolongnya tapi papa sama sekali tidak mendengarkannya,aku ingin pergi dan tinggal dengan bunda," ungkap Tina tegas.
"Aku juga!" tambah David,mendengar kedua anaknya berkata hal demikian,membuat mereka semakin sedih.
"Mama minta maaf nak,kamu jangan tinggalin mama sama papa!"pinta bu Amel,wanita itu terus menangis,menangisi Nayla yang sudah pergi,dan sekarang David dan Tina juga tidak menginginkan mereka lagi.
"Benar seperti ucapan Nayla,dia tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang dari mama dan papa," ucap Tina mengingat kembali kata-kata yang pernah dikatakan adiknya.
"Aku akan membawa mereka untuk tinggal bersamaku,mbak dan mas Arman sebaiknya merenungi dulu kesalahan apa saja yang sudah kalian lakukan pada Nayla,meski dia tidak pernah marah dengan perlakuan buruk yang diterimanya," setelah mengatakan semua hal yang perlu dikatakannya kepada pak Arman dan bu Amel,Sinta segera pergi dari sana,dia membawa David dan Tina ikut bersamanya,dan pak Arman juga istrinya masih terus berada di tempat peristirahatan terakhir Nayla. Mereka hanya bisa menangisi semua yang telah mereka lakukan terhadap Nayla.
Gadis yang malang,hidupnya penuh penderitaan namun dia bisa menutupi semuanya dengan senyuman,di akhir hidupnya dia masih saja melihat kebencian di mata orang tuanya,namun setiap kebaikan yang dilakukannya membuat banyak orang menyayanginya,meski dia tidak mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya,tapi setidaknya orang-orang lain disekelilingnya banyak yang menyayangi dirinya.
Sekarang dia sudah tenang disana,bahagia bisa bertemu kembali dengan neneknya,ternyata ramadhan kali ini ada bulan ramadhan terakhir untuk Nayla,dia sudah terlalu lama menderita didunia ini,dunia ini terlalu kejam untuknya,Tuhan telah memanggil dia kembali.
TAMAT
Note ; Anak itu adalah titipan dari Allah,harta yang sangat berharga,maka jadilah orang tua yang adil,sayangi anak-anak kalian sepenuh hati,jangan pernah berpilih kasih hanya karena kondisi anakmu yang tidak sempurna,seorang anak juga tidak pernah meminta terlahir dalam keadaan cacat, jika Tuhan sudah menakdirkannya seperti itu, dia tidak bisa menolaknya, jadi sayangilah anak-anakmu meskipun fisiknya tidak sempurna.
__ADS_1
Salam...
Mawar Berduri 🌹