Ramadhan Terakhir Untuk Nayla

Ramadhan Terakhir Untuk Nayla
Menyiapkan Makanan Berbuka Untuk Bunda


__ADS_3

"Aku bahkan sudah melupakan kejadian hari itu,tapi kamu bagaimana bisa mengetahuinya?" tanya pak Arman penuh selidik.


"Jadi benar kalau memang mas yang sudah membuat anaknya mbak Prilly meninggal dalam kecelakaan hari itu." Ucap Sinta,kini dia benar-benar lemas,setelah tahu kalau suaminya itu telah menabrak anak Prilly,dan kemudian pergi meninggalkan mereka begitu saja.


"Pantas saja dia terus mendekati kamu pa,dia pasti ingin mencari buktinya agar bisa segera menjebloskan kamu ke penjara," ucap bu Amel tersenyum pahit,suaminya itu benar-benar bodoh.


"Apa sekarang mas masih mau menyalahkan aku atas apa yang terjadi semalam? Mas nggak perlu takut soal Nayla,aku sudah mengurusnya tadi,tidak akan ada yang mengatakan keburukan kamu,karena aku sudah bilang kalau Nayla sudah lama tinggal bersamaku,mas sama mbak tidak perlu khawatir lagi aku sudah membereskan masalah itu." Ucap Sinta,pantas saja tadi dia berangkat ke kantor dengan sangat buru-buru,ternyata dia mau membereskan semua masalah yang dibuat Prilly,Sinta benar-benar memiliki otak yang cerdas,patut diacungi jempol.


"Papa harus meminta maaf sama Prilly,cuma itu satu-satunya cara," saran bu Amel. Namun pak Arman bersikeras tidak akan melakukannya,itu sama saja mengakui kesalahannya sendiri,dan lagi pula kejadiannya juga sudah lama.


"Mana mungkin polisi mau mengusut kasus tentang kecelakaan hari itu,di sana juga tidak ada orang lain,hanya ada pepohonan,itu semua juga bukan salah aku." Ucap pak Arman,lelaki itu sangat egois dia bahkan masih pada pendiriannya,tidak mau mengakui kesalahannya.


"Tidak ada saksi mata? Bagaimana mas bisa tahu tidak ada saksi mata?" tanya Sinta.


"Memang tidak ada,kejadiannya di jalan anggrek menuju kantor pak Erick di sana banyak bangunan tua dan pepohonan,tidak ada orang yang lewat saat kejadian itu dan lagi saat itu juga sedang hujan," ucap pak Arman bercerita.


"Lalu kalau papa sudah tahu menabrak orang,kenapa tidak berhenti dan membantu mereka?" tanya bu Amel geram,ternyata suaminya lebih kejam dari padanya dirinya.


"Saat itu aku sedang buru-buru,aku juga tidak tahu harus bagaimana,aku sangat ketakutan hingga akhirnya aku lebih memilih untuk kabur saja dari sana."


"Tapi mas tetap harus meminta maaf sama Prilly,bagaimanapun mas Arman yang sudah membuat anaknya merenggang nyawa.


"Kamu tahu dari mana?"


"Pak Jufri," jawabnya singkat.


"Pak Jufri!" lelaki itu kaget saat mendengar Sinta menyebut nama pak Jufri.


"Di--- dia bagaimana bisa mengetahui masalah ini." Pak Arman mulai terlihat takut,wajahnya


pucat.

__ADS_1


"Sinta,bagaimana bisa kamu dekat dengan keluarga mereka?" tanya bu Amel,kini wanita itu bahkan mulai mencurigai Sinta.


Agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi,Sinta pun menceritakan semuanya,kenapa dia bisa dekat dengan keluarga pak Jufri,dia juga menceritakan tentang Reza,mantan pacarnya yang tak lain adalah adiknya bu Fitri. Dan mereka baru sadar bahwa banyak sekali hal mengenai Sinta yang tidak mereka ketahui.


"Mas Jufri juga sudah beberapa kali melihat mas Arman pergi dengan mbak Prilly,karena merasa ada yang aneh dengan mbak Prilly jadi mas Jufri menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang kehidupan mbak Prilly." Sinta berhenti sejenak,tenggorokannya jadi kering karena terlalu banyak bicara dari tadi.


"Pa,masalahnya sudah seperti ini papa tidak punya cara lain,apa susahnya sih tinggal meminta maaf dan mengakui kesalahan papa," ucap istrinya berusaha menyuruh pak Arman untuk mengakui perbuatannya.


"Jadi mama lebih senang kalau papa masuk penjara? Nggak ada bukti dan saksi untuk apa pergi ke sana? Ini sama saja cari mati,kalian perempuan tahu apa,jangan membuat papa tambah emosi papa lagi puasa tidak ingin juga berdebat dengan kalian berdua!" setelah berkata demikian,pak Arman langsung keluar,menyalakan mobilnya dan pergi begitu saja.


\*\*\*


"Bunda sangat suka kalau daging sapinya di masak rendang." Ucap bu Lastri memberitahu Nayla.


"Rendang itu bagaimana rasanya bu? Apakah enak?" pertanyaan polos Nayla membuat Ayu yang berada di samping ibunya tertawa.


"Kok kak Ayu malah ketawa sih? Nayla serius ni."


"Nggak," jawab Nayla jujur


Mendengar jawaban Nayla yang bersungguh-sungguh itu,mereka baru percaya.


"Saat tinggal sama nenek,Nayla tidak pernah sekalipun makan daging sapi,jangankan daging sapi ikan aja kami kadang nggak punya duit untuk membelinya," ungkap Nayla dia tertawa,tapi tawanya jelas bukan karena senang,dia sedang menyembunyikan kesedihannya.


Ayu menjadi sedih mendengar cerita Nayla,ternyata hidup Nayla sangat menderita.


"Sekarang ibu akan memasak daging sapi ini,pokoknya nanti kamu bisa makan sepuasnya." Tutur bu Lastri.


"Rasanya enak ya,bu?"


"Sangat enak,apalagi kalau ibu yang masak," puji Ayu.

__ADS_1


"Lalu sekarang apa yang bisa Nayla bantu?" tanya Nayla. Bu Lastri kemudian menyuruhnya untuk mengupas bawang merah dan bawang putih,sedangkan Ayu bertugas memotong daging sapinya dan bu Lastri menyiapkan bahan-bahan yang lain.


Mereka terlihat sangat sibuk menyiapkan menu untuk berbuka puasa nanti.


"Masak kolaknya sekalian ya bu." Ucap Ayu,itu adalah makanan penutup kesukaannya.


"Iya,kamu banyak bangat maunya."


"Sekali-kali dong,kan ramadhan kali ini beda sama tahun kemaren," ujarnya lagi.


"Apanya yang beda kak?" tanya Nayla yang saat itu masih mengupas bawang.


"Ada kamu lah,jadi menunya juga harus banyak biar kamu juga cepat tumbuh dewasa,terus bisa bantuin bunda deh," jawab Ayu,dia tidak sadar kalau perkataannya tadi malah membuat Nayla merasa sedih,tentu saja dia merasa sedih karena dia baru saja ingin pergi dari rumah itu,tapi kemudian Ayu sudah mengatakan hal demikian,itu seolah-olah mengingatkan Nayla tentang jangan melupakan jasa seseorang,maknanya dia harus membalas budi baiknya Sinta,berarti dia harus tetap di sana tidak boleh pergi,dia sangat bimbang tidak tahu harus memilih yang mana,tetap tinggal atau pergi saja.


\*\*\*\*


"Kamu mendengarnya Tin? Kamu yakin nggak salah dengar?" tanya David.


"Aku sangat yakin,bahkan ni ya,aku juga merekamnya biar kakak percaya," ucap Tina mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan rekamannya kepada David.


Setelah mendengar isi rekaman suara itu David bungkam.


"Jadi yang sebenarnya sudah menyebar berita kalau papa memiliki anak cacat itu adalah tante Prilly,dan dia melakukan semua ini karena marah sama papa,karena papa tidak mau bertanggung jawab atas kematian anaknya." David mulai paham sekarang dengan semua yang terjadi di keluarganya.


"Kita harus membantu papa," tekad David dia terlihat sangat bersungguh-sungguh.


"Nayla juga harus tahu soal ini,biar dia juga tidak terus kepikiran soal semalam."


"Maksud kamu Nayla juga tahu kalau semalam papa dan bunda berantem?"


"Aku melihat sendiri dia bangun,dia pasti terus berpikir bahwa semua ini terjadi karena dirinya,dia pasti sangat sedih." Tina kembali mengingat kejadian semalam dan wajah murung Nayla tadi pagi saat mereka pamit mau pulang.

__ADS_1


__ADS_2