Ramadhan Terakhir Untuk Nayla

Ramadhan Terakhir Untuk Nayla
Bertemu Sipelakor


__ADS_3

"Mbak siapa?" tanya wanita itu seraya menyipitkan matanya.


Wanita yang ditanya masih diam saja,dia menatap lawan bicaranya dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis.


"Dasar pelakor!" sentak perempuan itu,yang tak lain adalah bu Amel,mendengar orang di depannya menyebutnya pelakor,wanita itu tidak tinggal diam saja dia dengan amarah yang membara segera menjambak rambut bu Amel,perkelahian pun terjadi untung tidak ada orang karena toko wanita itu sudah tutup.


"Kamu jangan sembarangan menuduh saya pelakor,kapan saya rebut suami kamu?" tanya wanita itu dia adalah bu Prilly yang diceritakan oleh Alif.


"Lalu dengan siapa kamu berselingkuh? Jangan bilang kamu berpura-pura tidak tahu kalau mas Arman adalah suami saya!" ucap bu Amel,dia sengaja meninggikan suaranya di akhir kalimat.


Mendengar ucapan bu Amel,wanita itu tersenyum sinis dan memandanginya dengan tatapan menghina.


"Kamu tahu? Kami tidak pernah melakukan hubungan intim layaknya suami istri,kami hanya bermain-main saja,kamu tidak perlu takut suami kamu tetap akan jadi milikmu,aku tidak akan merebutnya." Ucap wanita itu santai,tangannya mulai bergerak untuk merapikan rambutnya yang sudah berantakan karena berantem dengan bu Amel.


Amel mendorong wanita itu hingga   punggungnya menabrak dinding. "Kamu ingat ya,jangan main-main dengan saya,kamu akan tahu akibatnya,dan satu hal lagi jangan pernah mengganggu suami saya kalau kamu memang masih sayang dengan nyawamu!" ancam bu Amel,dan kemudian dia pergi dari toko kue itu.


"Dia sudah pergi,temui aku ada hal yang perlu kita bicarakan," wanita itu mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya ke seseorang.


\*\*\*\*


Siangnya begitu sampai di rumah,bu Amel langsung memanggil mang Adi sopir keluarga mereka,sepertinya ada hal penting yang ingin ditanyakannya.


"Ibu memanggil saya?" tanya mang Adi dengan sopan.


"Iya,saya ingin tahu tentang surat yang berisi alamat tadi,apa mang Adi tahu siapa pengirimnya?"

__ADS_1


"Tidak nyonya,soalnya kertas itu saya temukan terletak di depan pintu gerbang begitu saja,sepertinya ada orang yang sengaja menaruhnya di sana,saya juga tidak tahu isinya apa," jawab mang Adi jujur.


"Isinya ya itu,yang seperti saya bilang tadi sebuah alamat,alamat selingkuhan suami saya." Ucap bu Amel terus terang,dia tidak berniat merahasiakannya dengan mang Adi.


Mang Adi cukup terlihat kaget saat mendengarnya,lelaki itu mulai merasa tidak nyaman karena mengetahui masalah keluarga pak Arman,dengan sopan mang Adi berkata. "Ibu tidak seharusnya mengatakan hal ini kepada saya,saya hanya orang luar,saya tidak ingin mengetahui hal-hal yang tidak perlu saya ketahui."


"Saya ingin meminta bantuan dari kamu." Ucap bu Amel,memandang lelaki di depannya penuh harap,mang Adi sebenarnya merasa kasian dengan majikannya.


"Kalau masalahnya seperti ini,maaf bu saya benar-benar tidak bisa membantu,saya tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga bu Amel dan pak Arman," tolak mang Adi dengan lembut."


"Kalau sudah tidak ada apa-apa lagi,saya permisi dulu bu!" mang Adi segera pergi meninggalkan bu Amel yang suasana hatinya sangat kacau saat itu.


Bu Amel merasa benar-benar hancur sekarang,bagaimana bisa suaminya masih dekat dengan wanita itu,padahal beberapa hari yang lalu bu Amel dan pak Arman sudah berbaikan dan pak Arman juga sudah berjanji tidak akan selingkuh lagi,tapi foto dalam surat itu,jelas-jelas itu adalah gambar semalam,saat suaminya sedang menghadiri acara di rumah rekan bisnisnya,padahal pak Arman pergi berdua dengannya tapi tanpa di sadarinya ternyata pak Arman mencuri-curi kesempatan untuk bertemu dengan selingkuhannya itu.


\*\*\*\*


Toko Kue Bu Prilly...


"Tumben tokonya sudah tutup jam segini?" tanya wanita itu sambil melirik jam yang terpasang di dinding toko tersebut.


"Sore ini aku ingin ke makam anakku Yul," jawabnya dengan tatapan sendu.


"Kamu masih merasa dendam dengan kejadian beberapa tahun lalu,kan?" Yulia memandang sahabatnya dengan penuh rasa simpati.


"Aku tidak akan pernah bisa memaafkannya sebelum dia juga merasakan bagaimana rasa sakit kehilangan seorang anak,seperti yang aku rasakan." Ucap Prilly tatapan matanya menyimpan penuh dendam.

__ADS_1


"Jadi maksud kamu,kamu akan membantai semua keluarganya?" sahabatnya bertanya kaget. "Aku semakin takut sama kamu Prilly,aku berharap kamu tidak melakukan hal-hal yang akan membuat kamu sendiri menyesalinya nanti," ucap Yulia menasihati.


"Aku tidak sekejam itu,aku tidak akan membunuh keluarganya karena mereka tidak ada hubungannya denganku,tapi aku ingin membuat rumah tangganya hancur,aku yang akan membuat hubungan dia dan anaknya renggang." Prilly tersenyum senang,sedikit mengangkat sudut bibirnya dan wanita itu terlihat semakin menakutkan.


"Kenapa tidak jujur saja pada pak Arman kalau kamu itu sebenarnya adalah wanita yang anaknya menjadi korban tabrak lari beberapa tahun lalu?" tanya Yulia penasaran.


"Dia juga tidak akan meminta maaf dengan tulus Yul,aku tahu persis bagaimana sifat lelaki itu,dia bukanlah orang yang dengan mudah mau mengakui kesalahannya,kalau saat ini anakku masih hidup dia pasti sudah berumur sekitar 8 tahun," ucapnya kemudian,rasa sakit di hatinya masih belum sembuh juga,wanita itu sudah lama mencari keberadaan pak Arman dan sekarang dia sudah menemukannya,dia tidak akan melepaskan lelaki itu begitu saja sebelum benar-benar menghancurkan kehidupannya.


Suasana menjadi hening,Yulia sudah tidak tahu mau membahas apa lagi,dia juga sudah tidak punya kata-kata untuk di ucapkan.


"Aku sudah mengirimi istrinya foto pertemuanku dan Arman semalam saat di acara pak Yoga,dan aku yakin setelah ini akan terjadi peperangan di antara suami istri itu," lanjut Prilly,dia terlihat senang atas apa yang telah dilakukannya.


"Aku tidak tahu harus ngomong apa Pril,tapi apa kamu tahu kalau pak Arman itu juga punya istri kedua?" tanya Yulia.


"Tentu saja aku tahu,dan mereka bukan target aku,jadi tidak usah menghiraukannya,lagi pula Sinta juga tidak terlalu perduli ketika mendengar pak Arman selingkuh. Wanita itu terlalu sibuk mengurusi anak suaminya yang cacat." Ucap Prilly memberitahu.


"Anak cacat? Maksud kamu pak Arman punya anak cacat?" Yulia hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Iya,kamu tidak tahu hal ini?" Prilly bertanya heran.


"Tidak..." Yulia menggelengkan kepalanya.


"Dia malu dengan keadaan anaknya,dan Sinta kelihatannya memang istri yang baik karena mau merawat anak dari isteri pertama suaminya,sepertinya aku bisa menggunakan cara ini untuk bisa menghancurkannya secara perlahan-lahan." Prilly mulai merencanakan sesuatu.


"Sepertinya kamu memang sangat berniat untuk menghancurkannya," gumam Yulia,di satu sisi dia ingin menghentikan semua rencana sahabatnya,tapi di sisi lain dia juga merasa apa yang di lakukan Prilly ada baiknya juga,biar pak Arman itu tahu rasa dan sadar kalau dia juga sudah menelantarkan anaknya hanya karena malu anaknya cacat.

__ADS_1


__ADS_2