Ramadhan Terakhir Untuk Nayla

Ramadhan Terakhir Untuk Nayla
Tina Sakit


__ADS_3

Saat terbangun dari tidurnya Nayla melihat hari sudah pagi,ternyata dia sudah tidur begitu lama,semalam itu dia tidur apa pingsan? Anak itu pun bingung sendiri.


Dia tidak berani keluar kamar,dia masih sangat takut bertemu dengan papanya. Nayla mengintip keluar dari balik pintu kamar,di lihatnya rumah sepi,mungkin semua orang sudah tidak di rumah,kakak-kakaknya pasti sudah berangkat sekolah sedangkan kedua orang tuanya pergi berangkat kerja.


\*\*\*\*\*\*\*\*



"Kok kak Tina pulangnya cepat banget?" tanya Nayla heran,karena saat itu jarum jam baru menunjukkan pukul 12:00.


"Nggak enak badan." Jawab Tina singkat,kemudian dia masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Nayla yang melihat wajah Tina yang pucat jadi merasa kasihan,jadi dia segera mengambil air hangat dan handuk,kemudian dia naik ke lantai dua meski dengan susah payah berjalan akhirnya sampai juga di depan kamarnya Tina. Dia membuka pintu itu perlahan-lahan dan di lihatnya Tina sudah terbaring dengan lemahnya di atas kasur,wajahnya juga pucat,sepertinya dia sedang demam.


"Ngapain kamu disini?" tanya Tina,suaranya terdengar parau.


"Ini,Nayla bawain air hangat sama handuk,Nayla bantu kompres ya,biar panasnya turun." Nayla langsung memasukkan handuk itu ke dalam air hangat yang tadi di bawanya tanpa menunggu jawaban dari kakaknya.


Tina pun membiarkan saja,dia bahkan seperti tidak punya kekuatan untuk bicara apa lagi bergerak,benar-benar lemah.


Tina memejamkan matanya,dan Nayla duduk di bawah di samping kasurnya Tina,dia hanya memandanginya dengan tatapan penuh rasa sayang,Nayla sangat ingin merasakan bagaimana kasih sayang seorang kakak,tapi dia hanya gadis cacat,anak yang bahkan tidak di inginkan dalam keluarganya,jadi tidak mungkin dia mendapatkan kasih dan sayang itu.


\*"\*"\*\*\*\*\*\*



"Pa,coba ngomong jujur sama mama,perempuan tadi itu siapa?" tanya bu Amel curiga.


__ADS_1


"Kamu ini datang ke kantor aku marah-marah seperti itu,apa kamu tidak malu di dengar sama orang-orang di sini?" tegur pak Arman.



"Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan,papa jawab dulu siapa perempuan tadi?" desak bu Amel menatap suaminya dengan pandangan curiga.


"Cuma klien biasa aja kok ma,sudah ya nanti kita bicara di rumah,papa lagi sibuk banget ini," ucap pak Arman sengaja supaya istrinya segera pergi.


"Awas ya kalau papa bohong." Wanita itu masih tidak percaya.


"Papa hampir lupa,tadi gurunya Tina telefon papa,katanya Tina sakit jadi dia sudah pulang lebih dulu,mending mama pulang aja deh lihat apa sakitnya parah." Suruh pak Arman. mendengar anaknya sakit wanita itu tidak lagi mempertanyakan wanita yang bersama dengan suaminya tadi,dia langsung pulang karena khawatir dengan kondisi anak perempuannya.


\*\*\*\*\*\*\*



Nayla rupanya sampai tertidur di kamar kakaknya,dan betapa terkejutnya dia saat bangun yang pertama di lihat adalah wajah mamanya yang sudah berdiri di depannya,entah sejak kapan.


"Maaf ma,Nayla tidak sengaja tadi ketiduran di sini." Jawab Nayla gugup dia menundukkan kepalanya.


"Sudah ma,jangan ribut di kamar aku,aku lagi pusing." Ucap Tina parau.


"Kamu kenapa nggak usir dia dari sini?" tanya bu Amel marah.


"Dia cuma bawain air buat mengompres Tina,itu aja kenapa harus di usir?"


"Jadi ini air yang di bawa sama dia? Kamu tahu nggak ini air nggak bisa di pakek,bisa ajakan kumannya ketularan di kamu." Bu Amel jadi marah-marah nggak jelas,sama anak sendiri aja sampe segitunya.


"Ngapain kamu masih di sini? Pergi sana!" usir bu Amel,wanita itu bahkan menyiram Nayla dengan air yang di bawanya tadi.

__ADS_1


Gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa,dia hanya bisa terima,anak sekecil dia tidak punya kekuatan untuk melawan,mungkin kalau dia sudah dewasa dia akan pergi dari rumah itu. Kalau perginya sekarang dia tidak tahu harus kemana,dan lagi di luar sana pasti banyak penjahatnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Bu Amel ingin melihat handphone suaminya,dia masih penasaran dengan wanita tadi,kebetulan saat itu pak Arman juga sedang berada di kamar mandi.


"Mas kamu di mana,katanya hari ini mau pulang ke rumah aku."


Bu Amel terkejut melihat isi pesan suaminya,jadi benar suaminya selama ini punya wanita lain.


Begitu suaminya keluar dari kamar mandi bu Amel langsung memberikan handphone itu,dan kembali menanyakan siapa sebenarnya wanita yang bersamanya tadi siang,dia sudah yakin kalau suaminya itu selama ini selingkuh di belakangnya.


"Pa,sekarang katakan yang sebenarnya benarkah papa punya wanita lain?"


"Wanita lain? Papa itu cuma punya mama,yang tadi itu cuma klien biasa aja kok." Jawab pak Arman masih tidak mau jujur.


"Ini buktinya!" bu Amel melempar hp itu ke atas kasur,pak Arman tidak bisa berkelit lagi sekarang.


"Kalau sudah begini apa lagi yang mau di tutup-tutupi." Jawab pak Arman santai.


"Jadi benar kalau selama ini papa selingkuh?" bu Amel menangis,wanita itu kecewa dengan suaminya.


"Dia itu istri kedua papa," tambahnya lagi,yang semakin membuat istrinya marah.


"Jadi selama ini kamu sudah nikah lagi? Kenapa nggak bilang-bilang sama aku pa?"


"Mama nggak usah marah,ini juga buat keluarga kita. Sinta itu pengusaha kaya raya,dengan menikahi dia perusahaan kita akan semakin besar." Jawab pak Arman penuh semangat,lelaki itu sangat tamak.

__ADS_1


"Kurang apa kita pa,untuk apa papa melakukan semua ini? Kita sudah punya harta sebanyak ini tapi papa masih merasa belum cukup,pokoknya aku nggak mau tahu,papa ceraikan dia!" suruh bu Amel membentak.


"Kalau kamu tidak terima,kamu saja yang pergi dari sini!" pak Arman berkata lantang.


__ADS_2