
Nayla merasa sangat senang karena sekarang dia sudah memiliki tongkat baru,Sinta juga membelikannya banyak baju-baju yang bagus dan mahal. Tidak hanya itu saja,Nayla juga di belikan kalung emas oleh Sinta,wanita itu sangat memanjakannya.
"Huhh... Capek juga belanja seharian!" ucap Sinta sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Mau Nayla pijitin bunda?" tawar Nayla.
"Boleh juga tu Nay,kebetulan badan bunda juga pegal-pegal semua ni," jawab sinta sambil beralih posisi duduknya membelakangi Nayla,anak itu langsung memijit pundak bundanya.
"Ke bawah lagi Nay!"
"Oke bunda," jawab Nayla tersenyum,dan kelihatannya Sinta juga sangat menikmati pijitannya Nayla,meski tangannya kecil tapi dia cukup handal dalam urusan memijat.
"Wah badan bunda terasa lebih enakan sekarang,ternyata kamu memiliki kemampuan memijit juga ya," puji Sinta.
"Nayla sering mijitin nenek dulu bunda," jawab Nayla sambil terus memijit bundanya,kini tangan kecilnya sudah berpindah ke kakinya Sinta.
Ting tong! terdengar bunyi bel saat itu
"Sepertinya ada tamu bunda," ujar Nayla yang saat itu sudah selesai memijat bundanya.
"Iya,tapi siapa yang bertamu sore-sore begini ya?" Sinta bertanya pada dirinya sendiri,seraya bangun untuk membukakan pintu.
\*\*\*\*\*
Keadaan jadi sangat canggung begitu anak-anak meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Nayla dan kedua kakaknya,juga Alif lebih memilih duduk di halaman depan sambil bermain ayunan di sana.
"Kamu benar-benar menikah dengan pak Arman,Sin. Mbak hampir tidak percaya dengan kenyataan yang sekarang ada dihadapan mbak." Ucap bu Fitri dengan hati kecewa.
"Maafkan Sinta,mbak." Lirih sinta dengan perasaan bersalah.
Sepertinya umi Fitri dan Sinta memang sudah saling kenal.
__ADS_1
"Mbak benar-benar tidak menyangka," ucap bu fitri lagi,wanita itu tidak habis pikir kenapa Sinta bisa jatuh cinta dengan lelaki yang 18 tahun lebih tua darinya.
"Apa ini alasan kamu meninggalkan Reza?" tanya umi Fitri lagi.
"Bukan itu alasannya mbak,sebelumnya Sinta sudah pernah mengajak mas Reza untuk menikah,tapi dia bilang dia belum siap,dia masih ingin meraih cita-citanya dia rasa umurnya masih cukup muda untuk menjadi kepala keluarga,hingga dia sendiri yang memutuskan hubungan kami dan mengatakan kalau memang aku ingin mencari pria lain,silahkan saja!" jawab Sinta memberi penjelasan.
Reza adalah adik bungsunya bu Fitri dan lelaki itu dulunya adalah kekasih Sinta,mereka sudah menjalin hubungan selama lima tahun dan setahun sebelum Sinta menikah dengan pak Arman hubungan mereka berakhir,karena Reza lebih memilih pergi ke jerman untuk kembali melanjutkan S2nya di sana.
"Kamu memang beneran cinta sama pak Arman?" tanya bu Fitri masih kurang yakin dengan jawaban Sinta tadi.
"Iya mbak,Sinta memang benaran cinta sama mas Arman. Kalau tidak kenapa Sinta bisa menikah dengan dia," jawab Sinta dia mulai menatap bu Fitri dengan pandangan aneh. "Apa mbak Fitri mulai berpikir kalau aku menikah dengan mas Arman karena hartanya ya?" batin Sinta,bertanya pada hatinya.
"Mbak tidak berpikir seperti itu Sinta,kamu sendiri punya harta warisan yang begitu banyak dari kedua orang tua kamu,kan tidak mungkin kamu menikah dengan pak Arman karena hartanya." Ucap bu Fitri dia sudah bisa menebak apa yang di pikirkan Sinta tadi.
"Mbak memiliki hubungan apa sama Nayla?" tanya Sinta kembali ke topik awal pembicaraan mereka.
"Kita hanya tetangga,tujuan Mbak ke sini hanya ingin melihat kalau Nayla memang benar-benar bahagia dan diperlakukan dengan baik di sini," jawab bu Fitri terus terang.
"Aku tidak mungkin berbuat jahat sama Nayla mbak,aku sangat menyayangi dia. Itu sebabnya aku membawa dia untuk tinggal di sini,agar mas Arman dan mbak Amel tidak bisa menyakiti perasaan Nayla lagi,dengan terus menyebutnya dengan sebutan cacat." Ucap Sinta sedih.
Sinta sangat terkejut begitu mendengar perkataan bu Fitri matanya melotot kaget saat itu.
"Mbak tahu dari mana,masa mas Arman sampe sekejam itu?" Sinta masih tidak percaya,dan lagi Tina dan David juga tidak pernah mengatakan hal ini pada dirinya.
"Kalau kamu tidak yakin sama apa yang mbak katakan,kamu bisa membuktikannya sendiri,sekarang kan Nayla juga tinggal dengan kamu di sini." Ujar wanita itu lagi,Sinta terdiam dalam hatinya dia mulai terasa ada penyesalan karena menikah dengan pak Arman.
"Mbak,bagaimana kalau aku juga melahirkan anak yang tidak sempurna fisiknya seperti Nayla?Apa anakku juga akan bernasib sama seperti Nayla?" lirih Sinta,tatapan matanya kosong. Bu Fitri dapat merasakan apa yang sekarang tengah dirasakan Sinta.
Bu Fitri menarik nafas panjang lalu membuangnya pelan,wanita itu merasa prihatin dengan keadaan Sinta sekarang,dia perempuan yang baik tapi kenapa bisa jatuh hati dengan pak Arman.
"Mbak masih tidak habis pikir dengan keputusan kamu Sinta,kenapa kamu bisa menikah dengan lelaki itu,apa yang bisa di banggakan dari pak Arman selain hartanya." Ucap bu fityri.
__ADS_1
"Mbak,mas Arman itu tampan,dia juga lelaki dewasa memiliki daya pikat tersendiri bagi Sinta,dan mas Arman juga sangat baik dia juga perhatian sama aku,itu yang membuat aku jatuh cinta sama mas Arman..."
"Meski kamu sudah tahu kalau dia sudah memiliki keluarga?" tanya bu Fitri sebelum Sinta menyelesaikan omongannya. Sinta gelagapan dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum malu-malu.
"Suami mbak pasti akan sangat kaget kalau tahu siapa wanita yang telah menjadi istri keduanya pak Arman," lanjut bu Fitri,mendengar ucapan wanita di depannya Sinta segera mendongakkan kepalanya,dan menatap ke arah bu Fitri.
"Lebih baik mas Jufri nggak perlu tahu soal ini mbak,Sinta merasa tidak nyaman." Ucap Sinta,mengingat pak Jufri membuatnya jadi makin frustasi.
\*\*\*\*
Tidak seperti yang di inginkan Sinta,begitu suaminya pulang dan selesai makan malam,bu Fitri langsung mengajak suaminya ke kamar untuk mengatakan kejadian tadi sore,sesuatu yang tidak pernah beliau bayangkan sama sekali.
"Umi dan abi mau ke mana?" tanya Alif,begitu bu Fitri mengajak suaminya ke kamar.
"Ada sesuatu penting yang harus umi bicarakan sama abi,sayang," jawab bu Fitri.
"Katanya tadi mau nemenin Alif nonton." Ucap Alif dengan raut wajah kecewa.
"Nanti kalau sudah selesai kita ke sini lagi," yang di jawab abinya sebelum meninggalkan Alif sendiri di depan tv.
Alif menatap punggung kedua orang tuanya yang perlahan-lahan hilang dari hadapannya,anak itu kemudian mematikan tv,dia juga melangkah masuk ke kamarnya karena merasa bosan kalau nonton sendirian.
\*\*\*\*
"Umi sebenarnya mau ngomong apa,kayaknya serius banget," ucap pak Jufri saat mereka sudah berada di dalam kamarnya.
"Apa perempuan ini yang abi lihat yang saat itu bersama pak Arman?" tanya bu Fitri memperlihatkan foto Sinta pada suaminya.
"Bukankah ini fotonya Sinta?" pak Jufri balik bertanya.
"Iya,abi masih ingat dia kan?"
__ADS_1
"Tentu saja abi ingat,dia kan mantan pacarnya Reza." Jawab pak Jufri. "Tapi untuk apa umi memperlihatkan foto dia sama abi? Apa dia selingkuhannya pak Arman?"
"Bukan selingkuhan,tapi istri keduanya!" jawab istrinya,kenyataan itu membuat pak Jufri benar-benar kaget,lelaki itu terperangah bengong masih diam membeku mencoba menenangkan pikirannya yang kacau saat itu.