Ramadhan Terakhir Untuk Nayla

Ramadhan Terakhir Untuk Nayla
Tujuan Prilly


__ADS_3

"Bunda tidak marah kan sama papa?" tanya Nayla memastikan.


"Tidak,bunda tidak akan perduli lagi sama apa yang akan dilakukan papa kamu Nay,bunda ingin fokus sama Rio dan kamu saja,laki-laki memang seperti itu," jawabnya santai,tangannya dengan cekatan memasukkan daging ke dalam kulkas,Nayla juga ikut membantu saat itu.


"Sahur nanti kita masak apa bun?"


"Masak sayur bening aja ya,sama ayam goreng." Ucap Sinta,soalnya dia juga sedang malas masak.


"Assalammualaikum!!" David dan Tina memberi salam bersamaan,tiba-tiba aja anak itu berdua sudah ada di depan mereka.


Dengan tatapan bingung Sinta menatap dua anak di depannya.


Kalian datang ke sini sudah kasih tahu mama belum?" Sinta bertanya,dengan santai kedua anak itu menjawab "Belum..."


"Kenapa nggak izin dulu sih sama mama,seharusnya kan minta izin dulu sama mama,baru ke sini." Sinta menasihati.


"Mama juga pasti sudah dapat menebak kami pergi ke mana," ucap David.


Sinta menyudahi pekerjaannya di dapur yang saat itu sedang meletakkan sayuran dan daging ke dalam kulkas untuk mengajak mereka duduk sambil ngobrol-ngobrol di teras depan.


\*\*\*\*\*


"Bunda mau nanya sesuatu sama kalian,tapi kalian harus janji dulu bakal menjawabnya dengan jujur."


Mereka mulai penasaran apa yang akan ditanyakan Sinta,dari cara bicaranya kayaknya sih penting.


Ketiga anak itu segera mengangguk menyetujuinya.


"Kalian bertiga sebenarnya sudah tahu kan kalau papa itu punya wanita lain," tanya Sinta menyelidik,mereka tidak punya jawaban lain selain berkata jujur.

__ADS_1


"Kami baru mengetahuinya saat kita pergi ke restoran di tepi pantai saat itu,kami bukan tidak memberitahu bunda hanya saja kami pikir,kami terlalu kecil untuk ikut campur dalam urusan orang dewasa,jadi ya di biarkan saja," jawab Tina seadanya.


"Dan kalian tahu tidak,tadi bunda melihat papa kalian itu sedang bersama wanita simpanannya,yang ternyata adalah pemilik toko kue di samping sekolahnya Nayla." Ucap Sinta memberitahukannya pada mereka.


"Mungkin mama juga sudah tahu mengenai hal ini," ujar Nayla ikut menimpali.


"Mama memang sudah tahu,bahkan akhir-akhir ini papa dan juga mama sering sekali ribut," adu Tina,wajahnya terlihat kesal saat itu.


"Bukan apa-apa Tin,kalau ada orang lain yang melihat papa kalian dengan wanita itu setiap hari,pasti akan terjadi gunjingan dan pada akhirnya akan mempengaruhi posisinya di perusahaan,dan banyak orang yang akan berkata buruk terhadap papa,sebagai pemimpin perusahaan dia tidak bisa menjaga imagenya." Tutur Sinta menjelaskan.


"Sebenarnya Alif juga sudah tahu mengenai masalah ini," ungkap Nayla,dan mereka terperanjat mendengarnya.


"Alif juga tahu,Nay?" Sinta masih tidak percaya.


"Iya bunda,kemarin Alif mengatakannya padaku." Ucap Nayla.


"Kalau Alif tahu,itu berarti kedua orang tuanya juga mengetahui hal ini," ujar David.


\*\*\*\*


Benar saja seperti dugaannya,malamnya keluarga Alif benar-benar datang kerumahnya,Sinta tahu apa yang akan dikatakan oleh dua orang itu tentang keluarganya,terlebih lagi tentang suaminya yang suka berselingkuh itu.


David yang mengerti dengan situasi saat itu langsung mengajak adiknya-adiknya untuk bermain di luar,karena menurutnya tidak baik mendengar pembicaraan orang tua,apa lagi mereka pasti akan membicarakan tentang hal yang sangat rahasia.


"Kamu masih yakin dengan hubungan ini Sin?" pak Jufri bertanya.


"Aku tidak perduli dengan kelakuan papa mereka mas,saat ini aku hanya fokus untuk mendidik dan menjaga mereka berdua,Nayla dan Rio," jawab Sinta.


"Kamu sebaiknya juga jangan tinggal diam saja begini dong,lakuin sesuatu kek biar kamu tahu kenapa Prilly itu tiba-tiba hadir dalam keluarga kalian,dan masa kamu sendiri tidak merasa kalau ada yang aneh dengan perempuan itu." Ujar bu Fitri,mencoba membuat pikiran Sinta lebih jernih,tidak keruh seperti itu,dia bahkan tidak peduli dengan badai yang akan menghantam rumah tangganya.

__ADS_1


"Emang ada yang aneh mbak,aku rasa mas Arman memang pecinta wanita-wanita cantik,buktinya saja dia mau menjadikan aku istri keduanya,padahal kalau di pikir-pikir dia sudah memilki semuanya,mbak Amel itu wanita yang cantik dan pintar,kurang apa lagi coba?" ucap Sinta.


"Kamu benar-benar tidak penasaran?" pak Jufri bertanya lagi,dan kali ini cara bicaranya membuat Sinta mulai penasaran.


"Memangnya mas tahu sesuatu mengenai Prilly itu?"


"Mas Jufri sudah menyuruh anak buahnya untuk mendapatkan informasi mengenai kehidupan pribadi Prilly," yang di jawab bu Fitri.


"Iya Sin,dan ternyata pak Arman itu adalah orang yang sudah menyebabkan anaknya Prilly meninggal," ungkap pak Jufri yang membuat Sinta sangat kaget mendengarnya.


"Ya ampun bagaimana itu bisa terjadi? Ini adalah kabar buruk." Ucap Sinta,dia menempelkan tangan di dadanya,berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya,saat itu dia berharap bahwa dia sedang bermimpi.


"Kamu jangan terkejut begitu Sin,saat ini yang perlu kamu lakukan adalah meminta suami kamu untuk meminta maaf pada Prilly,karena sebenarnya dia mendekati suami kamu hanya untuk mencari bukti tentang kesalahannya di masa lalu." Tutur bu Fitri.


"Dan setelah itu,kamu bisa menebak sendiri kemana pak Arman akan menghabiskan waktunya,kamu tentunya tidak ingin anak kamu besar tanpa seorang ayah kan?" tambah pak Jufri.


Sinta diam seribu bahasa,kini dia baru sadar betapa bodohnya dia karena terlalu menyepelekan masalah perselingkuhan suaminya itu,yang juga akan berdampak buruk bagi anaknya kelak.


"Tapi mas Arman kenapa tidak tahu akan hal ini,dan mbak sama mas juga bagaimana bisa mengetahui hal ini sedetail itu? Sedangkan mas Arman sendiri saja tidak menyadarinya." Sinta menatap sepasang suami istri itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dari Yulia,dia itu adalah temannya rekan kerja saya," jawab pak Arman.


"Haruskah masalah ini aku katakan sama mbak Amel?" Sinta meminta pendapat mereka.


"Saya rasa sebaiknya kamu bicara langsung tentang masalah ini dengan pak Arman dan bu Amel," saran pak Jufri.


"Tapi apa mas Arman mau mengakui kesalahannya?" Sinta seolah bertanya pada dirinya sendiri.


"Itu urusan belakangan Sin,yang penting kamu kasih tahu dulu masalah ini sama mereka berdua,biar pak Arman bisa membuka sedikit pikirannya." Ujar pak Jufri.

__ADS_1


"Iya Sin,mbak juga setuju dengan sarannya mas Jufri,kamu memang harus segera memberitahukan hal ini kepada mereka," bu Fitri ikut meyakinkan Sinta.


__ADS_2