
Arya memanfaatkan kesempatan itu dan dia pun berlari ke belakang X. Sebuah serangan dilancarkannya, namun tanpa diduga X dapat berbalik dengan cepat dan menangkis serangan tersebut dengan sisi tipis dari perangnya.
Pedang mereka beradu sesaat, X mengerahkan tenaganya dan membuat Arya terhempas sejauh beberapa meter ke depan. Begitu berhenti, Arya segera memperbaiki posisinya, tetapi tiba-tiba X melompat tinggi ke arahnya sambil mengayunkan pedangnya.
Triiiiingg …!!
Benturan kedua pedang tidak bisa dihindarkan, Arya berusaha untuk bertahan dari pedang X yang terus menekannya. Namun, tenaga X jauh lebih besar darinya sehingga sedikit demi sedikit Arya mulai terduduk karena tak sanggup menahannya.
"Apa cuma segini?" tanya Arya meremehkannya.
"Jadi kau ingin yang lebih? Baiklah akan kuberikan."
X menekan pedangnya lebih kuat lagi dan dengan cepat Arya pun semakin terduduk. Dalam keadaan yang seperti itu, Arya terpaksa harus mengalah dalam hal beradu pedang dan melompat ke samping untuk menyelamatkan dirinya.
Karena hal itu, pedang X pun menghantam tanah dan dengan segera dia pun berdiri tegak untuk bersiap menyerang.
"Sebagai Demon hunter level satu, kau lumayan hebat juga, tapi jangan terlalu senang dulu karena aku baru menggunakan seperempat dari total kemampuan bertarungku," ujar X.
"Hah! Tidak perlu berlagak sombong, kau akan kukalahkan jadi simpan saja kata-katamu untuk nanti!"
"Terserah kau saja."
X membalikkan pedangnya dan menancapkannya kembali ke tanah. Kedua tangannya diletakkan ke atas pangkal pedangnya seperti yang dilakukan sebelumnya. Tekanan energi spirit X perlahan mulai meningkat sampai Arya dapat menduga bahwa akan ada sesuatu yang akan terjadi.
"Gerbang pertama : keserakahan."
Sesaat kemudian, sebuah ledakan tiba-tiba terjadi pada seluruh bagian pedang X yang menghasilkan kepulan asap tebal yang menutupinya.
Asap tersebut perlahan menghilang dan pedang X yang awalnya berbentuk katana biasa kini berubah menjadi sebuah pedang berwarna hitam legam dengan ukuran bilahnya yang sangat besar.
"Apa itu? Bagaimana dia melakukannya?" batin Arya.
X mengangkat pedang tersebut hanya dengan satu tangannya dan meletakkannya di atas bahunya.
__ADS_1
"Ada apa? Kau terkejut aku bisa menggunakannya? Atau kau baru tahu kalau Blade soul bisa berubah seperti ini?"
Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Arya sebagai jawaban yang membuat tebakan X tersebut benar. X menghembuskan napasnya, dia tidak menyangka jika Arya tidak tahu apa-apa tentang kemampuan asli dari pedang khusus para Demon hunter atau yang lebih dikenal dengan sebutan Blade soul.
"Haa … tak kusangka kau sebodoh itu, tapi tetaplah waspada karena aku tak akan memberimu sedikit keringanan!" kata X mengingatkan.
X kemudian berlari ke arah Arya dengan kecepatan biasa sambil memanggul pedang besar di bahunya.
Ketika jaraknya semakin dekat, X meraih pedangnya dengan kedua tangan dan mengayunkannya dengan kuat ke arah Arya.
Pedangnya berayun dengan lambat ke arah samping, karena itu Arya pun memutuskan untuk menahan serangan tersebut. Tetapi, tak lama kemudian dirinya malah terpental dan terguling-guling beberapa kali karena ternyata ayunan pedangnya itu jauh lebih kuat dan bertenaga dari sebelumnya.
Arya berusaha bangkit kembali sambil menggenggam pedangnya lagi yang terlepas dari genggamannya. Namun, dia tiba-tiba terkejut saat menyadari pedangnya sekarang semakin pendek dari sebelumnya karena menerima serangan X barusan.
"Ke arah mana kau melihat? Musuhmu itu di sini!" ucap X yang kemudian melompat ke arah Arya dengan pedang yang siap berayun ke arahnya.
Arya menengadah ke atas sesaat dan kemudian dengan cepat berguling ke samping sebelum pedang X mendarat padanya.
Blaaaarr …!!
Arya sempat terkejut, tapi dia tetap saja sempat menangkis serangannya sambil melangkah mundur. X yang tak memberinya kesempatan langsung mengayunkan pedangnya kembali secara terus-menerus yang membuat pedang Arya terus-terusan patah sedikit demi sedikit akibat menahannya.
Dalam keadaan yang sangat terdesak tersebut, tiba-tiba sebuah pancaran energi berwarna putih keluar dari bilah pedang Arya yang patah hingga membentuk bilah pedangnya kembali utuh.
X terkejut melihatnya dan tak lama kemudian Arya berhasil menahan serangannya hingga membuat mereka kembali beradu pedang dan mulai dari sinilah Arya mulai dapat membalikkan keadaan.
X mulai menjadi waspada akan serangan kejutan yang mungkin saja akan dilakukannya. Oleh sebab itu, dia pun melompat mundur sejauh beberapa meter untuk membuat jarak.
"Apa itu kekuatan dari gerbang pertamamu?" tanya X dengan pandangan yang tak lepas dari energi yang memancar dari pedang Arya yang patah.
"Ini? Aku juga kurang tahu apa ini. Tapi yang jelas aku mulai bisa melihat kemenanganku," jawab Arya dengan mata kanan dan urat pada sebagian wajahnya yang mulai menghitam.
Arya melesat ke arah X dan segera mengayunkan pedangnya dengan cepat. Setiap ayunannya begitu cepat dan berat, sehingga X hanya bisa berlindung di balik sisi lebar dari pedang besarnya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa pedang besar itu membuat gerakanmu menjadi lambat hah?" ucap Arya dengan sombongnya.
"Heh, jangan sombong dulu bocah!"
X memutar pedangnya dan kedua pedang mereka kembali beradu. Mereka berdua sama-sama menekan pedang mereka dengan sekuat tenaga sambil mengernyitkan dahi.
X merasa kagum melihat Arya yang kini telah berhasil mengimbangi kekuatannya sampai beberapa Demon hunter yang menyaksikan pertarungan mereka pun saling berbisik-bisik karena takjub.
*****
Tiba-tiba Arya tersentak dan membuka kedua matanya. Dia yang tengah berdiri mulai menoleh ke sekelilingnya yang mana dia sekarang berada di sebuah tempat kosong yang seluruhnya berwarna putih.
"Aneh, bukankah aku harusnya sedang bertarung dengan Demon hunter bernama X?" batin Arya.
Ke mana pun dan secermat apu pun Arya melihat hanya ada dirinya di tempat aneh berwarna putih tersebut. Pencahayaan di tempat tersebut sama terangnya seperti siang hari, namun Arya tak tahu harus berjalan ke mana karena semuanya tampak sama di matanya.
"Apa kau ingin aku meminjamkan kekuatanku lagi?"
"Siapa itu?!"
Arya menoleh ke segala arah mencari sumber dari suara yang dia dengar. Semakin dia memikirkan suara tersebut, Arya pun menjadi sadar bahwa dia mengenali suara tersebut.
"Suara ini … apakah kau suara kedua yang membantuku melawan agmar di Gunung Seribu itu?" tanya Arya dengan terus terang.
"Iya, kau benar. Dan sekarang aku juga akan membantumu, jadi terimalah sedikit kekuatanku ini dengan sukarela."
Dua buah energi gelap berwarna hitam pekat bergerak melesat dari belakang Arya. Arya menoleh perlahan ke belakang karena menyadarinya, namun kedua energi tersebut terus bergerak dengan cepat hingga akhirnya mengenai Arya dan membuatnya terjatuh.
*****
Energi yang terpancar dari pedang Arya mulai membesar dan menjadi tidak stabil sehingga membuat X merasa kesulitan dan mulai terdorong sedikit demi sedikit.
"Hei! Kendalikan energi spiritmu! Jika seperti ini terus kau bisa terluka!" ucap X yang mulai khawatir.
__ADS_1
Arya tidak menghiraukan perkataannya. Kulitnya tiba-tiba memucat disertai dengan semua pembuluh darahnya yang terlihat jelas dengan berwarna hitam. Perlahan Arya membuka matanya dan memperlihatkan kedua bola matanya yang kini tampak seperti agmar.
"Tenanglah, aku sangat ahli dalam hal ini," kata Arya sambil tersenyum lebar.