Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
Kabar Baik


__ADS_3

Suya dan Raja Wei sedang duduk berdiskusi bersama para mentri dan anggota kerajaan yang lain nya, mereka tidak terima anak anak mereka di ceraikan begitu saja, tiga ratu yang Raja ceraikan ternyata adalah putri dari mentri kiri dan kanan serta penasehat istana, mereka mendesak raja untuk mencabut hukuman ketiga ratu itu,


"Tentu kalian menolak, karena jika Yang mulia menceraikan putri kalian, maka keuangan istana tidak akan bisa masuk dengan bebas ke kantong anda, bukan kah begitu mentri kiri"? Tanya Suya dengan santai nya


" Brakkkk"


"Lancang kau gadis kecil tidak tau apa apa, jangan ikut campur dalam urusan istana kami" sarkas mentri kiri menjawab tuduhan Suya,


"Hahah kenapa anda marah, keringat anda begitu deras, tangan anda gemetar, bukankah itu tanda bahwa seseorang sedang panik, jika memang anda jujur silahkan untuk yang mulia Raja untuk melihat perbukuan tentang ke uangan istana, " ucap suya


Mentri kiri semakin ketakutan, pasalnya selama ini dia banyak mengambil koin emas istana dengan alasan untuk membeli bahan panganan, padahal makanan yang di berikan kepada para pelayan tidak ada yang layak dan memiliki gizi,


"Sedangkan mentri kanan pula, beliau juga tidak kalah pandai nya yang mulia, beliau ini selalu mensurvei tempat atau daerah yang rawan banjir, tapi bantuan yang dia berikan berupa pakaian bekas yang sudah tidak layak pakai, jika tidak percaya maka mari kita survei langsung" tambah Suya


Mentri kanan ikut terkejut, bagaimana caranya Suya mengetahui kebusukan mereka semua, sedangkan Suya baru saja bisa masuk ke dalam istana kerajaan Wei,


"Satu lagi, penasehat istana, beliau sangat senang memberikan obat obatan kepada rakyat yang terkena bencana" ucapan Suya membuat senyuman terbit di bibir penasehat istana dia pikir Suya sedang memujinya


"Tapi sayang bukan nya sembuh, mereka malah banyak yang mati" Raut wajah yang tadinya cerah kini kembali mendung setelah tertampar oleh kata kata Suya yang halus namun mengandung makna, mereka bertiga dalam keadaan terpojok saat ini, saat suasana masih tegang tiba tiba saja Kasim berteriak


"PANGERAN ZHU ANBA MEMASUKI ISTANA" teriak kasim lantang


Suya tertegun, kenapa adik nya tiba tiba datang ke istana Wei pikirnya,


"Salam yang mulia Raja Wei Shan, maaf kedatangan hamba kemari hanya ingin menemui kakak perempuan hamba, dimanakah beliau"? Tanya Zhu Anba, belum sempat Raja menjawab tiba tiba teriakan kasim lagi lagi membuat mereka terkejut,


" JENDRAL AGUNG ZHU PING CHEN MEMASUKI ISTANA"!!!


"APAAAA"!!


Bukan Hanya Raja Wei, bahkan Zhu Anba sendiri terkejut mendengar nama ayahnya disebut oleh kasim,


" SALAM YANG MULIA RAJA WEI, LANGSUNG SAJA, DIMANA PUTRI PERTAMA HAMBA" ?ucap Jendral dengan aura intimidasi yang sangat tinggi, para mentri dan pengawal merasakan sesak nafas saat merasakan aura tersebut,


"HENTIKAN AYAH, SAYA DISINI BAGAIMANA BISA ANDA TIDAK MENGENALI PUTRI ANDA SENDIRI" sahut Suya terkekeh

__ADS_1


Jendral dan Zhu Anba menoleh ke arah seorang gadis yang sangat cantik, dia berdiri dari tadi di samping Raja, namun mereka pikir itu adalah orang lain jadi mereka tidak memperdulikan nya,


"PUTRI"!! Ucap Jendral tercengang


" Jijie"!!


Lain hal nya dengan Zhu Anba dia langsung berlari dan memeluk kakak perempuan nya, dia senang, ternyata ucapan Suya tentang akan merubah diri telah berhasil, kakak nya tidak akan lagi dihina oleh orang orang, karena wajahnya yang penuh dengan Luka kini telah berubah cantik dan bercahaya,


"Putri bagaimana ini bisa terjadi, kamu baik baik saja nak"? Tanya Jendral merentangkan tangan nya, dan Suya pun berlari masuk kedalam pelukan sang Jendral, pria itu meneteskan airmata bahagia, dia melihat betapa cantik nya Suya, dia sangat mirip dengan mendiang istrinya yang sudah lama tiada,


"Jangan menangis jendral, saya sudah cantik dan kuat, tidak akan ada lagi orang yang bisa menghina dan menindas saya" ucap Suya menghapus air mata jendral


Raja Wei Shan tersenyum ternyata Jendral perang yang di rumorkan sangat dingin dan tidak perduli terhadap putrinya itu tidak benar, terlihat dari tatapan matanya yang tadi nya sangat tajam bagaikan sebuah belati kini berubah lembut ketika memandang kedua anak nya,


Suya menatap para mentri yang diam diam akan melarikan diri, dengan cepat Suya membuat aray pembatas, dan hal itu membuat tiga petinggi istana itu terhempas dan kembali ke tempat semula dengan posisi telungkup,


"Mau pergi kemana kalian, bukankah kalian tadi protes kepada Zen" ucap Raja Wei menatap tajam ke arah mereka bertiga


"Tidak usah bertele tele yang mulia, mereka juga sangat jahat, hukum saja" ucap Suya santai,


"MULAI HARI INI KEDUDUKAN MENTRI KIRI DAN KANAN TELAH DICABUT, DAN PENASEHAT ISTANA JUGA AKAN DI GANTIKAN, SAMPAI WAKTUNYA PEMILIHAN DITENTUKAN,PENGAWAL,KURUNG MEREKA DI DEKAT SEL ANAK ANAK MEREKA!! Teriak Raja Wei lantang, Para pengawal langsung mengeluarkan Jaring tali suci untuk mengikat mereka bertiga,


"Hanya masalah kecil ayah, nanti akan saya ceritakan" ucap Suya


...***************...


SATU BULAN KEMUDIAN***


Setelah semua masalah telah berhasil di selesaikan, pemilihan mentri dan penasehat istana pun telah dilaksanakan, Suya sudah banyak membantu Raja Wei untuk mengatur kerajaan nya, Bencana sudah berkurang, penyakit aneh di desa terpencil juga sudah terpecahkan, Raja Wei benar benar sangat berterima kasih kepada Suya, begitu juga Ratu Xia, mereka menyayangi Suya layaknya putri sendiri,


Hari sudah malam, saat ini Ratu, Raja dan Suya sedang berada di meja makan, saat Ratu akan memasukan makanan ke dalam mulutnya tiba tiba saja dia merasa pusing dan mual,


"Huekkk, Huekkkk"


"Yang mulia"!! Para pelayan menghampiri Ratu dan memijitnya pelan, sambil mengipasi sang Ratu,

__ADS_1


" Apa anda tidak enak badan Ratu"? Tanya Raja Wei khawatir


"hamba tidak tahu yang mulia tiba-tiba hamba merasa pusing dan mual " ucap Ratu Xia


"Yang mulia Ratu Xia saat ini sedang mengandung "ucap Demon di dalam ruang Dimensi


Suya terkejut, dia melupakan bahwa inilah yang dia tunggu tunggu, bukankah Raja telah berjanji akan memberikan Telur Long wang saat Ratu di nyatakan hamil, dengan semangat Suya pun menyampaikan kabar baik itu,


" Jangan khawatir Yang mulia, Ratu hanya sedang mengandung saja"!!


"Apaaaaaa"!!!


Raja dan Ratu terkejut mendengar ucapan Suya, dan dengan cepat kaisar Wei memerintahkan pengawal untuk memanggil seorang tabib untuk memastikan apa yang Suya ucapkan,


****


" Selamat yang mulia, Ratu saat ini sedang mengandung calon Putra mahkota" ucap Tabib


"Ya dewa, terimakasih" ucap Raja Wei bersujud, di meneteskan air mata bahagia nya karena akhirnya dia akan diberikan keturunan, lalu dia teringat pada janjinya kepada Suya, setelah itu dia langsung keluar dan mencari Suya,


"Putri, kemarilah" ucap Raja Wei,Suya menoleh dan langsung menghampiri Raja, terlihat disana Raja Wei sedang memegang kotak kaca yang berisi telur naga Long wang


"Terimakasih putri, kini Raja yang terkenal mandul ini bisa membuktikan kepada dunia bahwa Zen bisa memiliki keturunan, sesuai janji, Zen akan memberikan telur naga Long wang kepada Mu, karena Zen yakin, Long wang akan berada di tangan yang tepat" ucap Raja Wei memberikan Telur Long wang kepada Suya,


Suya membuka kotak tersebut dan apa yang terjadi, saat Suya menggenggam Telur itu dengan kedua tangan nya, tiba tiba saja sebuah cahaya menyilaukan menyelimuti telur tersebut dan tanpa diduga telur itu retak dan sepertinya naga Long wang akan segera keluar dari cangkangnya ,


"Wusssshhhhhh"


"Krakkkkk"


"Groaaa"!!!


Naga kecil muncul perlahan dari sela sela retakan, kepala kecilnya keluar dia nampak kecil dan imut, dia memandang wajah cantik Suya dengan wajah imutnya, Raja Wei mengucek mata nya beberapa kali, karena dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini,


" Hai Long sayang"! Sapa Suya,.

__ADS_1



"BERSAMBUNG" ❣️


__ADS_2