
Disebuah kota industri berdiri gedung gedung tinggi pencahar langit, terlihat di sana orang orang berdasi berjalan dan terus berlalu lalang, disini lah tempat nya para pembisnis mengajukan kerjasama untuk memperluas perusahaan mereka,
"Pukul berapa kita akan melakukan meeting"?
"Sebentar lagi, tepat di pukul Delapan tiga puluh pak presdir"!
Pria yang di sebut presdir itu mengangguk, dan berjalan sambil memakai kacamata nya, dia adalah ceo termuda yang berhasil menguasai kerajaan bsinis di perusahaan yang bernama Zhuji Coorprasion,
"Klik"
"Selamat pagi selamat datang tuan presdir" sapa orang orang yang berada di ruang rapat,
"Selamat pagi, maaf membuat anda semua menunggu, dan mari kita bahas meeting kita" ucap nya,
Dia adalah pemuda berperawakan tinggi, putih dan sangat tampan, sifatnya sangat ramah kepada siapapun, jika biasanya seorang Ceo bersikap tegas dan dingin, maka tidak dengan ceo yang satu ini, pemuda ini memiliki nama Leon Zhuji, karena itulah perusahaan nya diberi nama Zhuji Coorpration, dia pemuda ramah dan ceria, dia juga sangat senang membantu orang orang yang memerlukan bantuan dari nya,
LEON ZHUJI
*******
Kembali kepada Zia, saat ini dia sedang duduk bersama dengan justin di sebuah kedai eskrim, Zia memakan eskrim nya dengan sangat bahagia, berbeda dengan Justin yang hanya mengaduk ngaduknya, sambil menopang dagu menatap Zia,
"Hey, tuan pacar, jangan menatapku begitu, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku"? Tanya Zia, dan Justin mengangguk sebagai jawaban,
" Maaf karena aku tidak bersama mu saat kamu dalam musibah" ucap Justin singkat,
Zia menatap nya dalam, lalu bibirnya menerbitkan senyuman pahit, meskipun Zia terlihat seperti acuh tak acuh, namun sebenarnya dia sudah menerima Justin sebagai takdirnya, yang membuat dia sedikit terluka adalah sikap Justin yang seperti masih memendam perasaan yang masih sama kepada ibunya di masa lalu,
"Aku juga ingin meminta maaf padamu kak, jika kau ingin aku seperti ibu, maka aku tidak bisa, aku bukan gadis pendiam, dingin dan datar, setiap manusia tercipta dengan perangai yang berbeda, tapi jika kau ingin melihat aku yang kejam maka sentuhlah keluarga ku, maka pada hari itu juga kamu akan tau dimana letak sisi gelapku, aku tidak masalah jika memang kau tidak bisa menerima ku sepenuhnya, itu hak mu kan"? Ucap Zia berusaha untuk tersenyum,
" Hem, lihat disana ada Time Zone, ayo bermain" ucap Zia lagi berbalik untuk menyembunyikan mata nya yang berkabut, namun saat Zia berbalik tangan Justin menahan nya, dan pemuda itu berdiri memeluk Zia dari belakang,
"Egois sekali, kau sama sekali tidak ingin mendengarkan aku, kenapa harus selalu aku yang mendengarkan mu" tanya Justin, Zia diam mematung saat nafas Justin terasa hangat di lehernya,
"Dengarkan aku Zia Li, aku mencintaimu, sama seperti aku mencintai ibumu di masa lalu, Zhu Suya yang dulu ada pada dirimu, Hyena hanya sebuah bayangan yang menyerupai dirimu, kau bisa percaya padaku, kau Lah Zhu Suya ku yang sebenarnya" ucap Justin mempererat pelukan nya, dan akhirnya tangis Zia pun pecah, dia berbalik memeluk Justin,
"Terima kasih karena telah menghargai pengorbanan ibu ku di masa lalu" ucap Zia,
__ADS_1
Beberapa hari ini Justin memang menghindari Zia, bukan berarti dia tidak menerima gadis itu, namun dia hanya ingin memastikan apakah Zia atau Hyena orang yang dia cintai, ternyata Dewa memberikan nya kerinduan yang mendalam terhadap Zia, dia merindukan canda tawa dan kenakalan gadis itu, dari sana lah dia mulai menyadari bahwa ternyata memang Zia lah pasangan hidupnya yang sesungguhnya,
*******
"Bos, anak kecil itu ada di sebuah toko es krim"
"Apakah bocah yang memiliki wajah mirip dengan si Gadis cyber itu"?
" Benar bos"
"Ayo bergerak" ucap nya mengerahkan anak buahnya menuju tempat Zia berada,
********
Setelah puas memakan es krim nya, tiba tiba saja perut Zia terasa sakit, dan dia membutuhkan toilet saat ini
"Kak, aku ke toilet sebentar, kau tunggu disini" ucap Zia,dan Justin mengangguk sambil melihat kepergian Zia sampai gadis itu tak terlihat lagi,
"Ckk Lucu sekali" gumam Justin,
Sepuluh menit kemudian Zia sudah selesai dengan urusan nya, lalu dengan santai dia kembali ke luar menuju tempat dia dan Justin berada, namun tiba tiba saja sebuah tangan membekapnya sampai pingsan, lagi lagi ada orang yang berusaha untuk menculiknya, dan mereka adalah geng pembunuh bayaran,
Dua orang itu menyamar menjadi petugas kebersihan, mereka memasukan tubuh Zia kedalam bak sampah berukuran besar, sehingga tidak ada orang yang mencurigai mereka,
"Berhasil bos" ucap mereka membawa Zia masuk kedalam mobil hitam,
"Bagus, ayo jalan"
*****
Justin terus melihat jam nya, namun Zia tidak kunjung kembali, lalu dia sadar pasti ada sesuatu yang tidak beres, Justin pun berlari menuju arah toilet wanita, namun tidak ada siapapun disana, kemudia dia mencoba untuk menghubungi ponsel Zia, telpon nya aktif namun Zia tidak mengangkat telpon dari nya, pikiran nya semakin kacau, Justin pun memutuskan untuk memberitahu Hyena dan Felix bahwa Zia menghilang,
"Krinngggg"
"Zia hilang"
Satu kata dari Justin langsung membuat Felix berlari meninggalkan perusahaan nya, begitu juga Hyena yang saat ini sedang bertugas untuk melindungi seorang walikota, dia menyerahkan tugasnya kepada Min,dan Zerox ,
"Zia kemana lagi kamu nak, ini salah ku seharusnya aku tidak membiarkan nya keluar ke tempat umum dulu" gumam Hyena menyalahkan dirinya,
__ADS_1
Sedangkan Zia yang pingsan kini mulai perlahan membuka mata nya, dia sedang duduk terikat di sebuah kursi dengan lakban hitam yang menutup mulut nya,
"Bos Dia sadar" ucap salah satu anak buahnya,
Pria bengis itu berjalan menuju arah Zia, lalu menatap dalam gadis yang saat ini sedang menatapnya juga,
"Hihiii, sayang sekali gadis kecil sepertimu harus berumur pendek" ucap nya mengeluskan sebilah pisau yang terasa dingin di pipi Zia,kemudian dengan kasar dia melepas lakban yang menutup mulut Zia,
"Deg, Deg, Deg, Deg"!
Tiba tiba saja waktu seakan berhenti, saat pria itu melihat wajah Zia dari dekat, jantungnya berdebar kencang dia meraba dada nya dan meremas nya pelan,
"Sial, ada apa ini"? Batin nya heran
" Syn aku berikan dia padamu" ucap pria itu duduk di sofa sambil memperhatikan anak buahnya,
"Paman kau bau sekali, sudah berapa lama kamu tidak mandi"? Tanya Zia, polos, dan membuat pria bernama Syn itu merasa tersinggung, dia memang bau, karena dia baru saja kembali dari kandang buaya, para pembunuh bayaran itu memang biasa mengejar korban dan menghilangkan jejak dengan cara memberikan jasad korban pada para buaya peliharaan mereka untuk menghancurkan bukti,
" PLAKKKKK" syn menampar pipi Zia sampai merah, sedangkan gadis itu membelalakan mata nya, karena baru kali ini dia merasakan tamparan dari seseorang,
Pria bengis itu berdiri dan meninju wajah Syn dengan penuh kemarahan,
"Bughhhhh"
"KENAPA KAU MENAMPARNYA BOD0H"!!!!
Syn menatap bos nya dengan rasa tak percaya, kenapa bos nya yang terkenal jahat itu tiba tiba marah bahkan memukulnya, hanya karena seorang gadis pikirnya heran,
" Bos, ada apa dengan mu, kenapa anda marah"? Tanya Syn mengusap darah di bibirnya
Pria itu terperanjat, dan memandang kedua tangan nya, kemudian tanpa mengatakan apapun lagi dia berjalan keluar menuju ruang pribadi nya,
"Ada apa dengan ku, kenapa aku merasa marah saat Syn menampar gadis itu"??
Pria ini bernama Ginzeng, dia adalah ketua pembunuh bayaran tersadis di kota Huljin, dia tidak pernah gagal dalam misinya, namun entah apa yang terjadi hari ini, Dia malah memiliki rasa empati kepada korban yang merupakan target dari misi nya kali ini,.
GINZHENG
__ADS_1