Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
#S2.12


__ADS_3

Adegan baku tembak terus berlanjut, hingga para anggota tim cyber datang membawa bala bantuan, dan hal itu berhasil membuat salah satu geng bandit merasa terpojok, tim ini anti gagal, jika mereka gagal maka mereka harus memilih antara mati bunuh diri atau di buat mati dengan siksaan yang keji, tanpa memikirkan kosenkuesi nya lagi, dia langsung mengarahkan senjata ke kepalanya sendiri,


"HALANGI DIA, DIA AKAN BUNUH DIRI" teriak Hyena yang mengerti gerak gerik lawan,


"DORRRRRR"


"ARGHHHHHHHHH"


Terlambat, dia sudah menembak kepalanya sendiri sampai darah berceceran di lantai, semua orang yang ada di sana menjerit ngeri melihat kejadian tersebut, Hyena sendiri mengusap keringat di dahinya, kenapa geng bandit ini memiliki aturan yang sangat konyol pikir Hyena, mereka rela mengobral nyawa demi sebuah geng yang jahat itu,


******


Sementara di Yizi high School seperti biasa, Zia keluar kelas lebih dulu dan bermaksud untuk menunggu Wen Yi, suasana sudah mulai sepi, sopir pribadi Keluarga Li datang terlambat karena macet, sedangkan Wen Yi belum keluar dari kelas nya, karena ada pelajaran tambahan, dengan bosan, Zia terpaksa menunggu kedatangan Wen Yi dan Juga Sopirnya, para penjaga sekolah sedang melihat dan memeriksa ke setiap kelas, barangkali ada murid yang tertinggal, melihat suasana yang begitu mendukung, bandit yang menguntit Zia berpura pura meminta minum karena kehausan kepada Zia


"Nona, bisakah anda memberikan saya sebotol air, saya haus" ucap nya menyamarkan suara,


"Oh, tunggu sebentar akan ku belikan" ucap Zia tak curiga sedikitpun,


"Grepppppp"


Bandit itu mendekap mulut Zia dari belakang menggunakan obat bius yang di taburkan ke sebuah sapu tangan, dalam hitungan detik saja Zia langsung pingsan,


"Brummmm"


Geng bandit yang lain pun datang membantu pria tadi untuk membawa Zia masuk ke dalam mobil, dan melajukan kendaraan nya secepat kilat,


"Lapor bos kami berhasil membawa gadis cyber ini" ucap nya melapor


"HAHA, KERJA BAGUS, BAWA KE MARKAS" perintahnya


Zia Dibawa ke markas bandit yang lokasinya lumayan jauh, baru setengah perjalanan dia sudah sadar dari pingsan nya,


"Wey bo, gadis itu sadar" ucap teman nya yang lain,


"Apa, padahal bius yang kupakai tadi yang paling mahal, bagaimana bisa gadis itu sadar begitu cepat,seharusnya paling lambat dia akan sadar besok pagi" ucap pria yang dipanggil Bo itu,


"Ughhh, dimana aku" Zia membuka mata nya perlahan,dia terkejut saat merasakan tangan dan kaki nya dalam keadaan terikat


"Hey, paman kau menculik ku ya" ucap Zia


Bo dan anak buahnya saling lirik, bisa bisa nya gadis itu bertanya dengan wajah yang menggemaskan pikir mereka, dan yang paling menggelikan adalah gadis itu memanggil mereka paman,


"HEH TIDAK USAH BERPURA PURA HYENA" ucap Bo

__ADS_1


"Aduhhh kalian salah culik, apa mata kalian rabun, aku ini hanya bocah SMA lagipula kak Hyena rambutnya putih seperti nenek nenek" ucap Zia


"Puffftttt, Ekhmmm"


Hampir saja Bo dan teman teman nya tertawa mendengar Zia yang mereka pikir telah menghina diri nya sendiri , namun mereka tetap tidak percaya pada Zia dan memilih untuk tetap membawa Zia ke markas mereka,


"Tidak percaya ya sudah, huuhhh, memiliki wajah sama dengan nya benar benar sial" umpat Zia


Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di markas geng bandit, namun hal itu tak membuat Zia takut sama sekali, dia malah santai dan terus mengikuti langkah para bandit,


"Ini Dia boss"


"Brukkkkk"


"Awww, Hey paman lembut sedikit dong" ucap Zia


Ketua bandit itu mengernyit saat melihat perawakan Zia, dan mengingat perawakan Hyena, lalu mata nya melotot saat menyadari sesuatu,


"Hey b0doh dia bukan Hyena" ucapnya kesal


"Bukan bagaimana bos, jelas jelas dia gadis itu kok" ucap Bo, tetap dengan pendirian nya,


"Hehe paman, diantara yang lain, hanya mata mu saja yang normal" ucap Zia


Bo dan yang lain melihat Zia secara detil, dan benar saja, gadis itu bukanlah Hyena,namun meski begitu mereka tidak mungkin melepaskan Zia begitu saja, karena dia sudah tau dimana letak markas para bandit,


Sementara itu di sekolahan Zia sopir pribadi keluarga Li sedang kebingungan mencari keberadaan Zia begitu juga dengan Wen Yi, bahkan gadis itu sudah gemetar ketakutan, pikiran nya sudah melayang kemana mana,


"Tuuutttt"


"HALLO"


"Paman, Zia tidak ada di manapun, dia menghilang lagi" ucap Wen Yi, menghubungi tuan Li Xaoran


"BAGAIMANA BISA, KEMANA SAJA KALIAN SELAMA ZIA KELUAR KELAS"


"Maaf paman, aku baru saja keluar, sedangkan paman Bern terjebak macet, dan kami sudah mencarinya selama satu jam, tapi Zia tidak ada dimanapun Hiks, " akhirnya tangis Wen Yi pun pecah karena takut Zia kenapa napa, sedangkan di seberang sana Tuan Li juga langsung mengerahkan pasukan nya untuk mencari keberadaan Zia, Hyena yang melihat kegelisahan di wajah tuan Li pun memutuskan untuk bertanya,


"Ada apa tuan, seperti nya anda gelisah sekali"? Tanya Hyena


"Zia Hilang, " ucap tuan Li mengusap wajahnya yang berkeringat dingin, nyonya Yujin yang mendengarnya pun langsung syok dan pingsan,


"Brukkkk"

__ADS_1


Tuan Li memanggil ambulan sedangkan Hyena menawarkan diri untuk memberikan bantuan kepada tuan Li, dan tuan Li menerima bantuan itu dengan senang hati, karena dia tau anggota Cyber memiliki kemampuan dalam bidang it, dan pasti bisa melacak keberadaan Zia dengan mudah, dan benar saja dalam sekejap Hyena mengetahui siapa yang telah menculik Zia,


"Lagi lagi Zia menjadi korban salah culik" ucap Hyena, dia merasa resah dan gelisah, karena wajah mereka yang sangat mirip membuat gadis itu jadi masuk ke dalam masalah secara terus menerus,tuan Li mengantarkan istrinya menuju arah rumah sakit, sementara Hyena langsung memanggil beberapa anggota Cyber untuk membantu nya menyelamatkan Zia,


******


Kembali ke markas para Bandit, Zia masih duduk dalam keadaan terikat, dia sudah sangat lelah dan bosan, ada dua orang yang bertugas untuk menjaga nya supaya tidak kabur, tiba tiba saja ada sebuah ide yang muncul di atas kepalanya, meski tangan nya terikat tapi posisi para bandit yang berjaga sekarang berada di belakang Zia, dengan seringai jahatnya Zia menggerakkan tangan nya,


"Plakkkkk"


"HEY, KENAPA KAU MEMUKUL KEPALAKU" ucap salah satu bandit


"AKU JUGA TIDAK TAU, TANGANKU BERGERAK SENDIRI" ucap nya terkejut, dia sendiri syok kenapa tangan nya bisa memukul kepala teman nya sendiri


"Kau pikir aku akan percaya"


"PLAKKK"


"KURANG AJAR"


"BUGGHHHH"


"BUGHHHHH"


Kedua penjaga itu malah berkelahi dan saling serang, sementara Zia tertawa puas, mendengar mereka berkelahi


"HEY, APA YANG KALIAN LAKUKAN" teriak Bo


"Dia tiba tiba memukulku "


"Aku tidak tau, tanganku bergerak sendiri" ucap si pemukul membela diri


"Kau pikir aku percaya, kau memang tidak suka padaku kan, ayo mengaku saja"!!


" DIAM"!!!


Teguran tajam itu berhasil membuat semua orang terdiam, ketua bandit yang Bernama GU itu memang terkenal kejam, dia tidak akan memaafkan siapa pun yang bersalah,


"Bo, apa kau sudah mendapatkan informasi" tanya Gu


"Sudah bos, gadis ini cucu tunggal tuan Li" sahut Bo


"Wah, benar benar kabar baik,cepat hubungi mereka lalu minta tebusan, temui kita di gudang kosong kota Gora dan jangan berani berani menelpon p0lisi atau cucu nya akan mati dengan sadis" ucap Gu menyeringai

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ternyata ketika Zia di culik ada seseorang yang mengikuti mereka dari belakang, dia adalah Felix, pemuda itu sedang menunggu waktu yang tepat untuk masuk menyelamatkan Zia, dia masuk melalui atap , dan melihat suasana yang ada di dalam ruangan tempat Zia di sekap,.


Bersambung❣️


__ADS_2