
Felix, Hyena dan Justin sedang dalam ruangan yang sama, saat ini mereka sedang berusaha untuk meretas cctv tempat kejadian terakhir Zia berada, hingga akhirnya Hyena berhasil menemukan rekaman terakhir dimana Zia diculik oleh dua orang pria yang memakai pakaian petugas kebersihan,
"Aku menemukan nya" ucap Hyena memperlihatkan rekaman yang dia dapat,
"Lagi lagi para pembunuh bayaran itu, kesalahan apa sebenarnya yang kita perbuat, kita tidak pernah menyentuh geng mereka" ucap Felix geram
"Sepertinya mereka di mintai bantuan oleh geng bandit" ucap Justin, tak lama kemudian mereka bersiap dan meluncur mengendarai mobil yang sama menuju markas para pembunuh bayaran itu,
Di lain sisi Zia masih terikat dengan kursi, perutnya sudah berbunyi sejak tadi, dia belum sempat makan siang dengan justin, mereka hanya makan es krim saja,
"Kruyukkkk"
Ginzeng menoleh ke arah Zia, saat mendengar perut Zia berbunyi
"Hehe, Kak aku lapar, boleh minta makan tidak, setidaknya aku mati dalam keadaan kenyang" ucap Zia,
Ginzeng terkejut, gadis di hadapan nya benar benar tenang, dia bahkan terlihat santai dan seolah tidak takut dengan kematian, sementara dirinya sendiri terus mengulur waktu dari tadi, biasanya dia akan bergerak cepat dan menghabisi korban tanpa sisa,dan hal itu membuat seluruh anak buahnya merasa keheranan, apalagi saat bos mereka marah ketika Syn menampar Zia,
"Mik bawa makanan, suapi dia" ucap Ginzeng, menopang kaki sambil menghisap rokok nya,
"Baik bos" sahut pria bernama mik itu, Zia senang karena pria pria ini ternyata masih punya hati nurani pikirnya, namun tanpa diduga Mik datang membawa makanan basi dan tak layak untuk di makan oleh manusia, dan hal itu membuat Zia mual dan ingin muntah melihatnya,
"Uwekkk bau sekali" ucap Zia
"Banyak bicara" ucap Mik menekan kedua pipi Zia dan memasukkan makanan itu kedalam mulut Zia, sehingga gadis itu mual dan memuntahkan makanan itu kembali,
"Brakkkkk"
Mik marah dan menendang kursi Zia dan membuat gadis itu terjatuh ke lantai dengan keras,
"Arghhhh"
Zia menjerit kesakitan ketika tubuh kecil nya terhempas ke lantai dan terasa begitu sakit sampai ke tulang, Ginzeng berdiri dan marah melihat perlakuan Mik pada Zia, dan berjalan menerjang pria itu,
"KURANG AJAR, AKU MENYURUHMU MEMBERIKAN NYA MAKAN, BUKAN UNTUK MENYAKITI NYA"
"BUGHHHH"
"BUGHHHHH"
__ADS_1
"Bosss hentikan bos, dia bisa mati" ucap Syn menghentikan perbuatan Ginzeng yang memukuli mik dengan membab* buta,
"Ada apa dengan anda bos, anda sangat berbeda hari ini"? Tanya Syn heran, sedangkan Mik sudah pingsan karena dihajar habis habisan oleh bos nya itu,
Tanpa menjawab pertanyaan dari Syn,Ginzeng malah membuka ikatan Zia, dan membersihkan debu yang ada di seluruh tubuhnya, dengan lembut dia mengusap kepala Zia,
" Pergilah" ucap Ginzeng
Dahi Zia mengernyit ada apa dengan pria bengis ini pikirnya,
"Pergi" Ucap Ginzeng lagi, dia berdiri dan berjalan meninggalkan Zia,
"Hey kak "
Ginzeng terdiam dan berbalik menoleh kembali ke arah Zia, tanpa di duga Zia berlari dan memeluk pria itu,
"Aku tau kau orang baik kak terimakasih" ucap Zia melepaskan pelukan nya dan berlari ke luar, sementara anak buah Ginzeng hanya bisa diam tercengang melihat sikap bos mereka yang sangat aneh hari ini, tidak ada yang berani menghalangi Zia, gadis itu bisa keluar dengan selamat, dan memutuskan untuk langsung menghubungi Ibunya,
"Kringggg"
Dahi Hyena mengernyit, ponselnya berbunyi dan tertulis nama Zia disana, dan dengan cepat dia mengangkat telpon dari putrinya tersebut,
"Halo sayang apa kau baik baik saja"? Tanya Hyena
**********
Zia sudah berhasil di jemput dengan selamat, dan dia sudah menceritakan hal yang dia alami saat diculik oleh para pembunuh bayaran itu, Felix merasa tak percaya pada Zia, mereka mengabaikan misi dan membuat putrinya pergi begitu saja, sepertinya ada yang aneh dengan ketua mereka itu pikirnya,
"Jangan cari mereka mom, bos mereka orang yang baik" ucap Zia, dia tidak ingin Hyena pergi untuk membasmi mereka semua,
"Mereka tidak menyakitimu sayang, mom tidak akan menargetkan mereka" sahut Hyena
"Untuk sementara jangan pergi kemana mana, tetaplah di apartemen" ucap Hyena memperingati Zia, dan gadis itupun mengangguk tanda mengerti, akhir akhir ini memang banyak sekali orang yang menargetkan nya, dan hal itu membuat Zia sadar bahwa dia memang harus berdiam diri untuk sementara,
***********
Zhuji Corp sedang mengadakan pameran di gedung perusahaan mereka, terlihat disana begitu banyak para pengusaha besar mengikuti acara bergengsi tersebut, pasalnya Leon Mendobrak bisnis baru di bidang perhiasan , mereka memamerkan perhiasan dengan bahan berkualitas tinggi seperti berlian dan juga kristal, para pria berdasi itu datang menggandeng istri dan anak nya, karena biasanya diacara seperti itu mereka menggunakan kesempatan untuk mempromosikan putra dan putri mereka, kebanyakan anak anak mereka di jodohkan demi memperluas bisnis yang mereka jalankan,
Sama hal nya seperti hari ini, banyak sekali orang yang berusaha untuk mengenalkan putri putri mereka kepada presdir Zhuji Corp, namun seakan tak berselera Leon hanya membalas mereka dengan senyuman, dia tidak ingin membohongi hati nya, dan juga tak ingin memberi harapan palsu, pemuda itu berusia dua puluh lima tahun, namun belum ada satupun gadis yang bisa merebut perhatian nya,
__ADS_1
"Selamat datang tuan Huang, anda datang bersama siapa"? Tanya Leon,
" Ini putra tunggal saya, namanya Justin, dia lah pewaris tunggal bisnis saya kelak" sahut tuan Huang yang ternyata juga hadir membawa Justin,
"Senang berjumpa dengan mu Justin" ucap Leon mengulurkan tangan, dan Justin pun menerima uluran tangan Leon dengan wajah datar nya,
"Kringggg"
Tiba tiba saja ponsel Justin berbunyi, dan tertera nama Zia kekasih kecilnya, tanpa berlama lama justin langsung menerima panggilan Zia yang ternyata menggunakan Video Call
"Halo" sapa Justin
"Halo tuan pacar, dingin sekali seperti kulkas enam pintu" sahut Zia
"Puuuffttt"
Leon menutup mulutnya yang hampir menertawakan ucapan Zia, dia tidak menyangka putra tunggal seorang pengusaha besar yang sangat datar seperti Justin, memiliki teman wanita yang mulutnya sangat lucu pikir Leon,
Justin menoleh sebentar ke arah Leon dan meneruskan percakapan nya dengan Zia, pemuda itu sudah mulai terbiasa dengan mulut Zia yang memang suka asal bicara,
"Ada apa Zi"? Tanya Justin
" Apa kau jadi pergi dengan ayah mertua"?
Justin menjawab pertanyaan Zia dengan mengarahkan ponselnya kepada tuan Huang
"Dasar anak muda, baru ditinggal sebentar sudah rindu" ucap tuan Huang terkekeh
"Bukan begitu ayah mertua, aku takut Kak justin pergi menemui perempuan, secara kan putri putri pembisnis itu cantik cantik" ucap Zia cemberut
"Tenang saja, justin bersama Ayah, dia tidak mungkin meninggalkan gadis cantik sepertimu" ucap tuan Huang menghibur Zia,
"Ehm baiklah, eh, siapa itu di belakangmu itu tuan pacar"? Tanya Zia
" Haiii" sapa Leon, namun saat dia melihat wajah Zia dengan jelas tiba tiba saja dia diam mematung, dan lintasan ingatan tiba tiba merasuk kedalam pikiran nya,
"Deggg"!!
Jantung nya berdebar, darahnya mengalir kencang, tapi kenapa, Leon pun tidak mengerti, dan melihat gerak gerik Leon yang mencurigakan Justin pun mengarahkan kamera nya ke arah lain, Justin cemburu dan mengira Leon jatuh cinta pada pandangan pertama,
__ADS_1
" Ada apa dengan ku"? Batin Leon menetralkan perasaan nya,.
Bersambung❣️