Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
Adu kemampuan


__ADS_3

Semua orang masih menikmati pesta yang di gelar oleh raja Xiao, termasuk Suya, dia duduk bergabung dengan adiknya Zhu Anba, jendral sedang tidak ada karena dia sedang bertugas di perbatasan, teman teman seperguruan Zhu Anba bahkan ikut bergabung dan mengerubungi Suya, mereka duduk tertawa ria karena ternyata Suya adalah gadis yang humoris,


Sedangkan di sudut meja lain Jiang Xin menahan rasa panas dalam dadanya melihat Suya memberikan senyuman cantiknya kepada pria lain, padahal dulu Suya tidak seperti itu dia begitu pendiam dan penyendiri, tapi tidak di sangkal, Raja juga senang atas perubahan yang terjadi pada Ratu nya,Suasana itu tiba tiba terhenti saat Raja Xiao han naik ke atas pentas dan mengatakan sesuatu,


"Agar suasana lebih hidup, Zen berpikir untuk mengadakan acara Adu kemampuan untuk para putri, karena Zen melihat banyak sekali putri yang hadir, dengan begitu siapa tau para putri akan menemukan jodohnya juga di pesta ini,tapi bagi putri Xiao Lin dan Putri mahkota Xinmei juga boleh ikut meramaikan acara" ucap Raja Xiao lantang, semua orang bertepuk tangan dan menyuarakan pendapatnya, mereka semua setuju dan mengatakan bahwa raja Xiao sangat bijak, para putri menyiapkan diri untuk mengikuti acara itu, dan saat melihat Suya yang santai, Ximei pun menyunggingkan senyum nya dan bermaksud untuk mempermalukan Suya,


"Putri Zhu Suya kenapa anda tidak bersiap, bukankah anda juga perlu mengikuti nya, kita semua tau bahwa seorang putri berwajah cantik saja tidak cukup" sindir Ximei, yang dia tau adalah Suya tidak pandai melakukan hal hal yang berbau kerajaan seperti menyulam, bermain alat musik, menari, dan melukis, jadi dia langsung menargetkan Suya


"Oh tenang saja putri Ximei, hamba akan ikut" sahut Suya santai, sedangkan Ximei mengepalkan tangan nya dengan erat karena dia tidak berhasil membuat Suya gelisah karena tidak memiliki bakat


Satu persatu putri maju untuk memperlihatkan kemampuan mereka, termasuk putri Xiao Lin, dia dan Ximei berkolaborasi dan menari bersama karena mereka memang sudah merencanakan hal ini sebelum nya, mereka menari er0tis, tubuhnya melenggak lenggok kesana kemari nampak seksi dan membuat gairah para lelaki yang ada di sana naik seketika, tapi pangeran Kim sama sekali tidak memperhatikan calon istrinya, dia malah sibuk memandang ke arah Suya yang masih asyik bercanda bersama Zhu Anba dan teman teman nya, tatapan mata itu berhasil tertangkap oleh Jiang Xin, dia heran kenapa adik nya menatap istrinya seperti itu , seperti mereka pernah berjumpa sebelum nya,


"Prokkk, Prokkkk"


"Suuuuuuuuiiiiittttttt"


Tepuk tangan dan juga suitan para penonton mulai terdengar bergemuruh, mereka sangat menikmati tarian dua putri yang ada di atas pentas, mereka terus memuji kelincahan mereka saat menari, dan hal itu membuat putri Xiao Lin dan Ximei mengangkat dagunya dengan penuh rasa bangga,


"Baiklah putri Suya ini giliran anda" ucap Xiao Lin dengan tatapan meremehkan nya, Semua mata kini tertuju pada Suya yang naik ke atas pentas, aura kecantikan nya terlihat dua kali lipat saat cahaya matahari menyinari kulitnya yang putih,


"Dia benar benar cantik, kenapa aku baru tau bahwa di sini ada putri secantik dia" ucap Luoyang menopang dagu nya, mata Jiang Xin meliriknya dengan tajam, bahkan kedua adiknya menatap sang istri dengan penuh kekaguman, dia sudah tidak tahan, tapi mau bagaimana lagi, dia harus menahan segala amarah nya sampai tugasnya selesai,

__ADS_1


"Tolong ambilkan selembar kertas beserta kuas nya, saya akan melukis" ucap Suya meminta alat lukis kepada seorang kasim, lalu dengan cepat kasim mengambil semua alat yang Suya berikan, dia memberikan kuas, tinta, kertas, beserta can warna, dengan wajah anggun dan serius Suya mulai menuangkan bakatnya pada sebuah kertas kanvas yang berukuran lumayan besar, semua mata tertuju kepada nya, mereka menantikan apa yang akan Suya tuangkan di dalam nya,


Setelah kurang lebih menunggu sekitar setengah jam Suya berhasil menyelesaikan lukisan nya, lalu dia memperlihatkan hasil Lukisan nya kepada semua orang,



Semua orang terkejut, lukisan itu sempurna tanpa cacat, dan terlihat sangat nyata, ternyata Suya melukis wajah Ratu Yun, suara kekaguman menggema di ruang pesta, Ratu Yun sendiri sampai berdiri di pandu oleh Jiang Xin untuk melihat lukisan tersebut dari jarak dekat,


"Indah sekali putri, kenapa anda melukis wajah saya"? Tanya Ratu Yun lembut,


" Hamba banyak mendengar kisah tentang anda, anda adalah ibu negara yang lemah lembut, penyayang dan sangat memperhatikan rakyatnya, hamba sangat mengagumi kepribadian anda diantara para ratu yang lain nya, Lukisan ini mengisahkan bahwa seluruh Ratu didunia harus meniru sikap anda dalam memimpin, anda adalah ibu bagi rakyat dan juga ibu dari putra putra anda" ucap Suya


"Prokkk, Prokkkk"


"Boleh kah saya memiliki nya" ucap Ratu Yun


"Ini spesial untuk anda yang mulia" ucap Suya memberikan lukisan tersebut untuk Ratu Yun,dan ucapan Suya membuat wajah dingin Jiang Xin sedikit menyunggingkan senyumnya, istri cantiknya itu tau bagaimana cara memenangkan hati ibu mertuanya, dan dalam sekejap Ratu Yun jatuh hati pada sikap Suya, dan berharap agar Suya dapat menjadi menantunya


Putri Ximei dan Xiao Lin semakin membenci Suya, mereka berpikir bahwa Suya adalah seorang gadis penjilat, otak jahat Ximei bekerja, dia berpikir untuk mempermalukan Suya dan diam diam menyerang kaki Suya dengan elemen angin nya, dia bermaksud untuk membuat Suya jatuh,


"Syuuuhhhhh"

__ADS_1


Ketika Suya berjalan turun dari pentas tiba tiba kakinya terpental angin dan diapun akan jatuh, namun tanpa terduga Jiang Xin melesat dan menahan Tubuh Suya dengan tubuhnya sendiri, Jiang Xin terlentang di bawah dan Suya telungkup diatas tubuh kekarnya itu, Ratu Yun menutup mulutnya saat melihat kejadian itu, begitupun semua orang yang ada di aula, mereka tercengang melihat kejadian tak terduga itu,


"Ughhh, Sayang lepaskan, kita dilihat semua orang" bisik Suya,


Jiang Xin tersadar dan langsung berdiri dari lantai, semua orang berbisik dengan sikap reflek pangeran Jiang saat menyelamatkan Suya, sedangkan Ratu Yun tersenyum lembut melihat sikap putra nya,


"Terimakasih pangeran, anda telah menyelamatkan hamba, entah kenapa tiba tiba ada sesuatu yang membuat hamba terjatuh" ucap Suya melirik ke arah Ximei yang langsung memalingkan wajah,


"Lain kali hati hati" ucap Jiang Xin,


Pangeran kim, Luoyang, bahkan Raja Dongji terkejut melihat sikap dewasa Jiang Xin, dia telah kembali normal kutukan yang di berikan penyihir gelap seakan menghilang begitu saja,


"Hey, bukan kah rumornya pangeran Jiang itu tidak normal ya"


"Iya, tapi sepertinya hal itu hanyalah rumor saja, dia terlihat sehat dan gagah, apanya yang tidak normal"?


Suara ricuh terdengar, semua orang melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pangeran yang seharusnya menduduki posisi putra mahkota adalah pria yang sehat dan normal, lalu mereka balik menghujat Raja Dongji yang memberikan posisi itu kepada pangeran kedua Kim, hingga membuat Selir Agung Fu merasa marah,


" HENTIKAN, BERANINYA KALIAN MENGHINA KAMI, AWALNYA PANGERAN JIANG MEMANG TIDAK NORMAL, TAPI ENTAH KENAPA HARI INI DIA BERUBAH, DAN TERLEPAS DARI KUTUKAN"ucap Selir Fu


"Benar, Zen juga terkejut, namun juga bahagia, akhirnya putra mahkota telah sembuh" ucap Raja Dongji, dia memang tidak berbohong, dia senang Jiang Xin sembuh, dan berharap putranya akan membantu nya untuk memuluskan rencana jahatnya, karena pangeran Kim ini selalu membangkang dan sulit untuk di kendalikan,

__ADS_1


"Bagaimana bisa sebuah kutukan hilang begitu saja yang mulia"? Tanya salah satu petinggi istana, semua orang beralih menatap Jiang Xin, namun wajah dingin itu tidak perduli dan hanya sibuk memandang wajah cantik Suya,keributan terus terjadi, acara pertunangan ini sedikit kacau karena perubahan Jiang Xin yang begitu mendadak,.


Bersambung❣️


__ADS_2