
Zia meraih satu gelas jus yang berada di dekatnya lalu menumpahkan isi gelas itu keatas kepala Lilian, dan membuat gadis itu berteriak heboh saat merasakan dinginnya es batu yang Zia siramkan, sementara Felix dan Justin tertawa puas didalam hatinya saat melihat balasan yang gadis itu terima,
"Arghhh, kurang ajar" teriak Lilian berusaha menampar Zia namun Felix dan Justin langsung maju dan menghalangi gadis itu,
"Jangan sampai kau melihat kemarahan ku" ucap Felix dan Justin, mereka berdua mengeluarkan pistol dari saku nya dan mengarahkan nya kepada Lilian, semua mahasiswa Syok melihat senjata mematikan itu, suasana kantin pun menjadi hening seketika,
"Astaga pakaian ku basah Dad, aku mau pulang" rengek Zia, Felix meliriknya lalu mengangguk
"Kak, kau ikut dengan ku, kamu juga basah" ucap Zia
"Ah, tidak apa apa dijemur sebentar juga kering" sahut Minhua
Zia menatap geng Ajusi dan memperingati mereka agar tidak mengganggu Minhua lagi, bagaikan dicolok hidung mereka mengangguk ketakutan,
"Kak Yi, aku titipkan dia padamu" teriak Zia pada sepupunya
"Beres, Min Hua kemari kau" ucap Wen Yi, lalu gadis itupun bergabung satu meja bersama dengan Wen Yi dan Chua,
"Sial, gadis ini selalu saja ikut campur"geram Ajusi dalam hati nya,
********
Beralih pada Hyena, wanita cantik itu sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan, dia bersama tim nya ditugaskan untuk mencari sebuah bom yang disimpan di suatu tempat,mereka harus segera menjinakkan nya sebelum benda itu hancur dan meluluh lantahkan tempat tersebut,
"Perhatian perhatian, Tolong, jangan panik, kalian, keluarlah dengan selamat, dan berhati-hatilah, di dalam Plaza ini, terdapat sebuah bom, dan kami belum bisa menemukannya, silakan berlari dengan aman untuk menyelamatkan diri." ucapan Hyena membuat semua orang terkejut dan mulai membubarkan diri agar selamat,
Setelah Plaza itu kosong, tim pun bergerak untuk menggeledah ke seluruh tempat, dengan menggunakan sebuah alat pendeteksi agar mereka bisa menemukan bom tersebut dengan mudah,
"Sial sepertinya mereka menipu kita tidak ada bom di sekitar plaza ini" ucap Zerox
Setelah dicek secara detail ternyata memang benar-benar tidak ada bom di tempat tersebut,dan akhirnya tim cyber berpindah tempat untuk mencari di mana sebenarnya bom itu diletakkan, dan saat ini mereka berpindah ke suatu tempat yakni sebuah bank, di sana terdeteksi sesuatu yang mencurigakan sepertinya bom tersebut diletakkan di sana,
"perhatian Selamatkan diri kalian , telah terdeteksi sebuah bom di tempat ini dan kalian Cepatlah keluar menyelamatkan diri " ucap Min mengambil alih microphone, semua pegawai pun berhamburan untuk menyelamatkan diri dan keluar dari tempat tersebut ,
"Aku menemukan satu, kalian carilah yang lain, Aku akan berusaha untuk menjinakkan yang satu ini terlebih dahulu"ucap Zerox bergerak cepat memutus tali b0m tersebut,
Hyena dan Min pun berpencar untuk mencari bom yang lain karena sepertinya Bom,bom tersebut memang sengaja diletakkan di sana,
" Brakkk"
"Brakkkk"
__ADS_1
"Sial, kita dijebak" teriak Min,
Pintu akses gedung itu tertutup rapat, seseorang telah mengambil alih seluruh fungsi gedung tersebut, Hyena, Min, dan Zerox berada di dalam ruangan yang sama,
"KLik"
"HAHAHA, APA KABAR PARA ANGGOTA CYBER, SEPERTINYA KALIAN SUDAH MULAI MELEMAH YA, SEHINGGA KALIAN TIDAK TAU BAHWA INI HANYALAH SEBUAH JEBAKAN" ucap seorang pria bertopeng yang muncul didalam layar,
"Siapa kau, kenapa kau mengincar kami bertiga"? Tanya Zerox
" BAIKLAH KARENA KALIAN AKAN SEGERA MATI, MAKA AKU AKAN MEMBERI TAU KALIAN SIAPA AKU" ucap pria itu membuka topengnya,
Zerox Hyena dan Min terkejut, lagi lagi ketua bandit itu yang mencari masalah dengan mereka,
"FELIX, AKU TERJEBAK DI DALAM GEDUNG BANK XX, AKU BERSAMA BOS DAN MIN, " Bisik Hyena pelan lewat jam tangan nya yang tersambung dengan Felix,
Diseberang sana Felix langsung berdiri dan membawa Justin bersama nya, sedangkan Zia tidak tau apa yang menimpa pada ibunya, Felix sengaja tidak memberitahu gadis itu karena takut dia akan ikut pergi untuk menyelamatkan Hyena, ini terlalu berbahaya,biar dia dan Justin saja yang turun untuk memberi bantuan,
"Dady, mau kemana"? Tanya Zia menatap Felix dan Justin yang terlihat terburu buru,
" Kamu disini saja ya, ada hal penting yang harus kami selesaikan" ucap Felix berlari dan masuk kedalam mobilnya bersama dengan Justin,
"Aneh sekali, pasti ada hal yang tidak beres" gumam Zia, perasan nya tida enak dan dia teringat pada ibu nya Hyena,
Mata Hyena terbelalak, dia bisa mendengar suara Zia, lalu dia mencari ke kiri dan ke kanan, lalu dia memegang dada nya yang berdebar, lalu pelan pelan dia berkata dalam hati,
"Zi, zia, kamu dimana nak"? Tanya Hyena dalam hati
"Aku di kampus mom, apa yang terjadi, kenapa Dady dan Kak justin pergi dengan terburu, buru"!!
Hyena tercengang, ternyata mereka berdua bisa melakukan kontak batin, seperti saat di Zaman Kuno dulu, dengan kaki gemetar Hyena menetralkan nafasnya yang mulai sesak, tim bandit menutup lubang oksigen di ruangan itu, sehingga membuat Zerox, Min dan Hyena tidak bisa bernafas,
"Zia, nak, dengarkan momy, momy sangat menyayangi mu lebih dari apapun, hiduplah dengan baik sayang,"
"Ada apa dengan mu Mom, kenapa tiba tiba bicara seperti itu, mom, mom"?
Tidak ada jawaban apapun lagi, Hyena mulai kehilangan kesadaran nya, paru paru nya sudah mulai menyempit, ketua bandit itu tertawa terbahak bahak, sementara dibelakang nya Ginzeng baru saja menyadari sesuatu,dia menatap tak percaya saat melihat layar monitor yang sedang ketua bandit ambil alih,wanita yang sedang sekarat itu terlihat sangat mirip dengan wanita yang selalu datang kedalam mimpi nya, dia memukul tengkuk ketua bandit itu dan membuka kembali seluruh lubang oksigen yang ada di sana,
" BUGHHHH"
"Bos, apa yang anda lakukan"? Tanya Syn terkejut melihat Ginzeng tiba tiba menyerang ketua bandit , dan anak buah tim bandit yang melihat nya pun langsung mengangkat senjata mereka ke arah Ginzeng, Syn dan Yuan,
__ADS_1
" Serang mereka"
"Dorrrr"
"Dorrr"
Pertarungan pun tak bisa terelakan lagi, Ginzeng dan anak buahnya membantai habis tim bandit, dan membunuh ketua bandit itu dengan membab* buta, ketua bandit yang dalam keadaan pingsan pun mati seketika di tangan para pembunuh bayaran tersebut, setelah membantai mereka semua, Ginzeng pun langsung melesat pergi menuju tempat dimana Hyena di jebak
"Ada apa dengan tuan"? Tanya Yuan heran,
" Entahlah, ayo ikuti dia"? Ucap Syn berlari menuju kendaraan nya,
Didalam mobilnya pikiran Ginzeng sangat kacau, lintasan lintasan mimpi itu tiba tiba teringat kembali, wanita cyber itu adalah wanita yang dia panggil ibu di dalam mimpinya,tak sabar ingin segera sampai Ginzeng sampai menerobos lalu lintas dan membuat kecelakaan beruntun dimana mana, dan kini dia sedang dalam kejaran p0lisi lalu lintas,
"Sial"! umpat nya kesal,
" Tunggu aku, bu, aku datang" gumam Ginzeng menangis dalam hatinya, dia menyesal karena terlambat mengenali ibunya Zhu Suya,
Diseberang sana Zia juga langsung keluar dari arena kampus dia pergi menggunakan taksi dan pergi ketempat Ayah dan kekasihnya pergi setelah berhasil melacak lokasi mereka berdua,
"Jangan buat aku takut mom, hikss" Zia menangis didalam taksi yang ditumpangi nya
"BRAKK"
"BRAKKKKK"
Felix dan Justin tiba di lokasi, mereka berdua sedang berusaha untuk menghancurkan pintu gedung itu, dan perlahan pintu mulai terbuka, terlihat di dalam ada tiga orang yang tergeletak lemas,
"Sayang, sayang, bangunlah aku sudah datang" ucap Felix menepuk nepuk punggung Hyena, sementara Justin mencoba membangunkan Zerox dan Min,
"Bruuuuuummmmm"
Ginzeng tiba bersama Syn dan Yuan yang mengikutinya dari belakang, dia diam mematung saat melihat seorang pria yang sedang memberikan pertolongan kepada Hyena,
"BRUKKKK"
"MAAFKAN AKU BU, MAAAFF" teriak Ginzeng
"Dady"!!!
Zia juga tiba, dia langsung berlari ke arah Felix yang sedang memeluk Hyena,.
__ADS_1
Bersambung❣️
Maaf Ya, di gantung Dulu kek jemuran, , 🤣🤣