
Jiang Xin mencari kesana dan kemari, namun nihil dia tidak bisa menemukan wanita bercadar yang baru saja dia temui, sedangkan si pelaku sedang menertawakan pria itu didalam ruang dimensi milik nya,
"Pantas saja ibu selalu tertawa, ternyata sudah menemukan ayah ya"? tegur Shizi,
Suya menoleh, dia pikir anak anak nya tidak sedang memperhatikan nya, padahal semenjak dia masuk lima pemuda itu sedang duduk beristirahat , sehari hari mereka menghabiskan waktu dengan berlatih dan berlatih,
" Ayah kalian belum ingat segalanya" ucap Suya,
"Bukan hanya itu yang mulia, kekuatan Raja juga masih tersegel, dan hanya dirinya saja yang bisa membuka segel tersebut, dia masih lemah, dan bisa saja beliau akan mati kembali" ucap Demon
"Bu, ayah begitu tampan, anda tidak mungkin membiarkan nya terluka bukan"? Tanya Huli jing,
" Ckkk, dia sangat mirip dengan mu, rambutnya berwarna putih perak,kalian tenang saja,aku hanya sedang menguji nya saja" sahut Suya,
*****
Satu minggu kemudian desa Huanzu kembali seperti semula, Suya , jendral dan Zhu anba membuat Desa itu aman dan bebas dari penyakit, hari ini mereka akan kembali ke istana Xiao, para warga melepas kepergian mereka bertiga sambil meneteskan air mata, karena selama satu minggu mereka menjadi sangat dekat, terlebih lagi Suya adalah seorang putri yang ramah dan tidak memandang rendah kepada rakyat biasa seperti mereka, dalam sekejap Suya telah menjadi Ratu di hati mereka, mereka berharap kelak Suya lah yang akan memimpin Rakyat Di Kerajaan Xiao,
Raja Xiaohan menyambut kedatangan jendral beserta kedua anak nya dengan meriah, sedangkan berita itu juga terdengar oleh raja Dongji yang saat ini sedang mengamuk di istana nya,
"KURANG 4JAR, JENDRAL DAN ANAK ANAKNYA ITU BENAR BENAR SULIT UNTUK DIHADAPI BAHKAN ORANG SEKELAS KIM PUN TIDAK BISA MELEWATI ARAY YANG DI PASANG OLEHNYA, TERNYATA DIA ORANG YANG TIDAK BISA DIREMEHKAN" ucap Raja Dongji marah,
Pangeran Kim hanya diam saja, dia malah sedang memikirkan hal lain, dia sudah mencari gadis yang di temuinya selama satu minggu namun hasilnya nihil, begitu sulit menemukan satu orang gadis kecil saja pikirnya,
"Satu satunya jalan keluar sekarang adalah kita datangi kerajaan itu dan lamar putri Xiao Lin untuk putra mahkota" ucap Raja
"Tapi yang mulia"!
" Tidak ada pilihan lain, menikah saja, lagipula putri Xiao Lin sangat cantik" ucap Raja lagi, Pangeran Kim terdiam, dia tidak siap menikah tapi bagaimana lagi, ayahnya itu sangat keras kepala dan mau tidak mau dia harus menuruti perintahnya,
"Ratu Yun dan pangeran Jiang Xin telah tibaaaa" teriak kasim
Raja melirik kearah putra pertama nya, dia nampak seperti anak anak yang terus bergelayut manja di tangan Ratu Yun, Raja sangat membenci nya karena menurutnya pangeran Jiang sangat tidak berguna
"Salam yang mulia" sapa Ratu Yun, begitu juga Jiang Xin, dia mengikuti ucapan Ratu Yun,
__ADS_1
"Kenapa Ratu membawa anak itu kemari"? Tanya raja tajam
" Bagaimanapun dia tetap lah putra kita, dia berhak mendapatkan hak yang sama, sudah cukup yang mulia mengasingkan putra hamba, mulai saat ini hamba ingin pangeran Jiang tinggal bersama di istana lagi" ucap Ratu Yun
"Tidak, dia hanya akan membuat malu Zen"!!
" Kenapa harus malu, aku tidak nakal kok" sahut pangeran Jiang dengan nada suara seperti anak anak
"Ckkk, lihatlah, kau sudah dewasa, tapi kau bersikap seperti bayi saja" ejek Raja Dongji
"Sudah cukup, keputusan hamba bulat, Sun, bawa barang barang kalian ke kediaman naga, pangeran Jiang Xin akan kembali ke kamar yang memang miliknya" ucap Ratu Yun Tegas,
"Lancang, apakah Ratu sudah tidak menghormati Raja disini" ucap Raja Dongji
"Hamba sudah lelah mengalah yang mulia, hamba bisa saja menerima posisi putra hamba digantikan oleh pangeran yang lain, tapi jika dia diasingkan tentu hamba tidak akan menerimanya, jika anda tetap bersikeras, ceraikan saja hamba dan jadikan Selir Agung Fu sebagai istri sah"!! Ucap Ratu Yun lantang
Raja dongji berdiri dia benar benar marah mendengar ucapan Ratu Yun, meskipun dia mencintai Selir Agung Fu tapi Raja juga tidak ingin kehilangan Ratu Yun karena dia memiliki pengaruh besar terhadap kerajaan,
" Jangan marah bu, ayo kita pulang" ucap Jiang Xin menarik tangan Ratu Yun,
"Sepertinya aku harus berkerja lebih keras lagi" batin Selir Agung Fu,
"Penasehat, tulis surat lamaran untuk Puteri Xiao Lin, katakan jika mereka menerima lamaran pangeran Kim, kita akan tiba minggu depan" ucap Raja mutlak, pangeran Kim pergi tanpa mengucapkan salam, menurutnya ayahnya itu terlalu pemaksa,
"Slarrppppp"
"Slaarrrpppp"
"Tahan emosi anda yang mulia" ucap Gori pengawal pangeran Kim
"Kenapa Raja selalu bertindak sesuai keinginan nya, dia tidak memberiku kesempatan untuk memilih, " ucap Pangeran Kim terus menancapkan panahnya ke arah papan panahan,ingin melawan pun tak bisa dia sadar kekuatan nya tidak lebih kuat dari ayahnya, sementara di sudut dinding Pangerang Jiang Xin mengangkat sudut bibirnya, seperti nya adik nya itu juga sudah sadar bahwa Raja adalah orang yang sangat tamak,
****
Sesuai dengan janji nya Raja Xiao han memberikan banyak hadiah untuk Suya, dan saat penyerahan hadiah sedang dilangsungkan tiba tiba Suya maju dan berbicara pada semua orang,
__ADS_1
"Tolong beri waktu untuk saya berbicara, saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya telah membangun sebuah kedai di pasar tradisional, saya berniat untuk menjual makanan seperti Mie dan minuman segar, jika kalian penasaran dan berminat silahkan cari kedai makan Zhu, kalian pasti akan suka,dan toko akan di buka minggu depan" ucap Suya
Semua orang berbisik bisik mereka memuji Suya yang memiliki jiwa berdagang semenjak muda, sudah jarang anak anak sekarang yang mengerti ilmu perdagangan,dan mempunyai bisnisnya sendiri, Jendral juga tersenyum bangga, ternyata Suya telah memikirkan masa depan nya dari sekarang,
"Hamba pikir anda akan menyembunyikan identitas anda yang mulia" ucap Demon dalam ruang dimensi
"Tentu saja tidak, maaf aku bukanlah wanita yang akan berpura pura lemah, bod0h atau miskin, aku akan menunjukan bahwa aku kuat, pintar, dan kaya kepada dunia, aku tidak sama seperti Mc di novel lainnya hahaha" ucap Suya dalam hati
Sesuai dengan ucapan nya Suya pun langsung kembali ke pasar setelah dia mendapatkan banyak hadiah dari Raja, tugasnya saat ini adalah mengajarkan bei bersaudara untuk membuat mie yang enak dan bergizi, Suya akan membuat nya dari bahan alami seperti bayam, wortel dan kentang, meski juga di campur sedikit tepung agar tekstur nya tetap kenyal,
Dua Jam berteleportasi akhirnya Suya berdiri di bawah gedung dua lantai bernuansa putih, Suya membuatnya agar di lantai atas Bei bersaudara dapat tidur dengan nyaman, bangunan itu terlihat luas padahal hanya beberapa meter saja, Suya pun mengetuk pintu yang masih tertutup rapat,
"Tok, Tok"
"Selamat datang nona" ucap Bei Shiang, dia senang akhirnya Suya telah kembali dan menepati janjinya,
Suya masuk kedalam dan dia dapat melihat perubahan ekstra pada bangunan yang tadinya sangat kumuh tersebut, Suya sangat puas dengan hasil kerja para tukang yang berhasil membangun rumah makan Suya sesuai dengan keinginan nya,
"Bagaimana dengan kultivasi kalian"? Tanya Suya
" kami sudah berada di ranah bumi" ucap Bei bersaudara bersamaan, terlihat kulit mereka menjadi sehat dan wajah mereka terlihat tampan dari sebelum nya, mereka juga memakai pakaian yang layak,
"Baiklah bahan sudah siap semua, dan mari kita membuat bahan" ucap Suya, dengan penuh semangat mereka mengikuti Suya ke arah dapur, Bei bersaudara benar benar melakukan perintah Suya, namun sayang di Zaman kuno itu tidak ada perabotan seperti blender, jadi Terpaksa Suya menggunakan elemen angin nya untuk membuat pisau tajam,
Satu jam berkutat dengan bahan bahan akhirnya telah jadi semangkok mie dengan daging ayam hutan sebagai topingnya dan segelas jus apel yang sangat segar, suya juga menggunakan elemen angin dan air untuk membuat es batu,
"Woahhh, sepertinya nikmat"
"Cobalah" ucap Suya memberikan mie dan jus itu untuk mereka coba, mata Bei bersaudara langsung membola saat merasakan kenyalnya mie dan gurihnya sup yang ada di mangkok tersebut belum lagi segar dan manisnya jus apel buatan Suya, mereka yakin kedai mereka akan laku dan ramai pengunjung,
"Bagaimana"? Tanya Suya tertawa melihat mereka menghabiskan makanan dan minuman yang dia buat
" Enak sekali nona, maaf kami menghabiskan nya hehe" ucap Bei Ang kikuk
"Mari kita buat yang banyak agar toko kita segera buka" ucap Suya, lalu mereka kembali bekerja dengan penuh semangat yang membara,.
__ADS_1
Bersambung❣️