Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
#S2.15


__ADS_3

Hari demi hari telah Zia lalui, mimpi yang pernah datang kedalam tidurnya semakin lama semakin membuatnya heran, karena setiap hari dia memimpikan hal yang sama, Zia sudah kembali ke sekolah dan beraktivitas seperti biasa, karena sepertinya para bandit itu sudah pindah dan pergi dari kota Huljin, namun bukan berarti bahwa para pasukan berhenti mencari, mereka tetap mencari dan menelusuri keberadaan mereka, karena khawatir mereka akan menyerang secara tiba tiba,


Hingga suatu hari, saat di sebuah pusat perbelanjaan, lagi lagi terjadi baku tembak, namun kali ini adalah pertarungan antar mafia, Felix dan ayah nya juga terlibat, karena hari ini mereka sedang membahas bisnis baru, namun tidak di sangka rekan bisnis mereka ternyata mempunyai rencana kotor, mereka ingin mencuri ide dari Felix dan juga ayahnya,


"Dorrrr"


"Arghhhhhhhhh"


Para pengunjung berlarian, dan sialnya Zia dan kedua orang tua nya juga sedang berada dalam plaza tersebut, Hyena dan tim nya juga mendapat perintah dari para p0lisi untuk membantu mengamankan para pengunjung, namun sial, para mafia itu telah mengunci seluruh akses, sehingga para pengunjung menjadi sandra mereka, dan mereka mengepung dalam jumlah yang lumayan banyak,


"Dorrr"


Tuan Li berguling dan menembaki orang jahat itu dengan lincah, dia adalah seorang panglima militer, jadi kemanapun dia pergi dia selalu membawa senjata nya untuk berjaga jaga,


"Zia" teriak nyonya Yujin khawatir, dia dan Zia terpisah dan bersebrangan, gadis itu tidak merasa takut, dia duduk saja dengan santai di bawah kolong meja sambil mengerjai para mafia itu,


"Jatuh kau" gumam Zia


Orang orang berpakaian serba hitam itu terlihat seperti di angkat dan dibanting ke lantai sampai tulang mereka terdengar patah, namun jumlah mereka terlalu banyak, dan apa yang Zia lakukan juga bisa menguras tenaga nya karena kekuatan Zia menggunakan kekuatan mental dan pikiran,


"Huufftt,lelah sekali" ucap Zia mengusap keringat nya,


"Sedang apa, disitu berbahaya"


Tiba Tiba saja Justin datang dan menarik tangan Zia untuk pindah ke tempat yang lebih aman,


"Hey tuan pacar, kenapa kau menarik ku, aku sedang membantu tim cyber dan juga ayahku" ucap Zia


"Membantu dengan doa"?


" Hehehe" Zia cengengesan mendengar ucapan Justin, pasalnya pemuda itu belum tau bahwa Zia memiliki kekuatan di luar nalar,


"Wusshhhh"


"Brakkkk"


"Brakkkk"


Para pria berbaju hitam itu lagi lagi tersungkur kelantai, dan hal itu membuat semua orang keheranan, bagaimana bisa mereka menyakiti diri mereka sendiri pikirnya, sementara Zia menahan lelahnya dan mencoba untuk tetap sadar,


"Hentikan, jangan di paksa" bisik Hyena yang tiba tiba berada di dekat Zia, Justin menoleh, dan betapa kaget nya dia saat melihat wajah Zia dan Hyena terlihat sama, yang membedakan mereka hanya warna rambut saja, Justin belum pernah bertemu dengan Hyena sebelumnya, karena itulah dia sangat kaget,


"Jangan liat liat" ucap Zia menutup mata Justin, namun dengan cepat Justin melepaskan tangan Zia yang menutup penglihatan nya, tiba tiba saja jantungnya berdebar kencang dan entah perasaan apa itu, tak berbeda dengan Justin, Hyena juga sama dia sedang mencoba untuk menetralkan debaran dalam hatinya,


"Kalian aneh sekali, dilihat dari gerak gerik kalian seperti nya kalian adalah gebetan dimasa lalu, aku tidak perduli ya kak, yang jelas kau itu tuan pacarku sekarang" ucap Zia menatap Justin dan Hyena dengan tatapan tajam,


Hyena terperanjat kaget, mata itu, mata Zia mirip sekali dengan mata wanita yang ada di dalam mimpinya, sangat mirip sekali pikirnya,

__ADS_1


"Dorrrrrrr"


"Awaassss"


"Brukkkkk"


Mereka bertiga lengah dan terbuai oleh lamunan masing masing, sehingga mereka tidak menyadari ada seorang mafia yang sedang membidik mereka, namun teriakan tuan Li menyadarkan ketiga muda mudi itu dan dengan cepat Hyena mendorong Zia dan Justin menjauh,


"Ughhhh"


Justin mengeluh kesakitan saat dia terjatuh bersama Zia yang berada di atasnya,


"Hey, tuan pacar, kau baik baik saja"? Tanya Zia khawatir, dia langsung membantu Justin untuk bangun dari lantai,


" Tetap menunduk gadis bodoh" tegur Felix seraya menarik Zia dan Justin untuk kembali bersembunyi, Justin melirik Felix, pemuda itu ternyata juga seorang mafia pikirnya,


"Tidak, ayah" ucap Zia, dia melihat tuan Li lengah dan tidak tau di belakangnya sudah ada seseorang yang sudah siap melepas pelatuk nya, Zia berlari, Justin dan Felix mencoba untuk menariknya namun kekuatan Zia lebih kuat, tangan nya bisa terlepas dari genggaman Justin, dan juga Felix


"AWASS AYAH"


"DORRRR"


"ZIAAAAAAAAAAAAA"


Tuan Li berteriak saat menyadari bahwa putri kesayangan nya telah menyelamatkan hidupnya,mata Zia melotot merasakan sakit yang luar biasa menembus ke dalam punggung nya,


Zia batuk darah, di seberang sana Hyena tercengang saat melihat Zia tertembak, nyonya Yujin sendiri langsung jatuh pingsan saat melihat putrinya terkulai lemas di pangkuan sang suami,


Bagaikan ada sesuatu yang menerobos kedalam urat nadinya, jiwa Hyena bergejolak, mata nya memancarkan aura kemarahan, Hyena melompat dan menembaki semua pria berbaju hitam dengan cara membab* buta, Hyena kalap, hatinya sakit, sedih, dan marah menjadi satu saat melihat Zia tertembak, bukan hanya Hyena, Felix juga merasakan hal yang sama, di pikiran nya langsung terbayang senyum manis dan tingkah lucu gadis tersebut,


"Mari kita Bawa Zia kerumah sakit" ucap Justin, dia menggendong Zia dan berlari sekuat tenaga, dia yakin Hyena dan Felix bisa membereskan semua kekacauan,


"Kau bawa Zia, saya akan membawa istri saya dulu" ucap tuan Li dan Justin pun mengangguk,


...****************...


Satu jam kemudian keadaan sudah mulai kondusif, Hyena dan Felix menggila, mereka benar benar menghabisi semua anggota mafia itu, dan hal itu membuat Zerox, min dan juga para anggota p0lisi tercengang kaget, mereka berdua berkolaborasi dan terlihat seperti malaikat maut yang sangat mengerikan,


"Dua rambut putih itu benar benar seperti monster" gumam Zerox bergidik ngeri, bulu kuduk Min juga merinding saat melihat mayat bergelimpangan di mana mana, sementara itu Hyena dan Felix langsung berlari ke arah rumah sakit dimana Zia di rawat,


Dokter belum keluar dari ruang tempat Zia di operasi sepertinya Zia mengalami luka yang sangat serius, hingga membutuhkan waktu lama untuk mengangkat peluru yang bersarang di punggung nya,


"Ceklek"


"Tuan kami kehabisan stok Darah A resus negatif,nona Zia mengalami pendarahan hebat dan kita harus segera menemukan pendonor yang tepat" ucap Dokter yang menangani Zia,


"Aku ayahnya, biarkan aku yang mendonorkan darahku" ucap tuan Li Xaoran

__ADS_1


Dokter pun membawa tuan Li untuk mengambil darahnya dan mendonorkan nya kepada Zia, namun sayang, satu kantong darah tidak cukup, dan keadaan Zia semakin drop,


"Takkk, takkkk, takkk"


Terdengar suara langkah kaki Hyena dan felix yang berlari menuju pintu ruang operasi Zia, dengan tatapan sedih mereka bertanya kepada Justin


"Bagaimana, hahh"? tanya Hyena menarik tangan Justin


"Zia mengalami pendarahan hebat, tuan Li sudah mendonorkan darahnya, namun tidak cukup" ucap Justin


"Apa golongan darahnya"? Tanya felix


" A resus negatif" ucap Tuan Li terduduk lemah


"DARAHKU JUGA A RESUS NEGATIF" ucap Hyena dan Felix bersamaan, mereka saling lirik, bagaimana bisa mereka bertiga memiliki golongan darah yang sama pikirnya, tuan Li dan justin juga terkejut saat mengetahui bahwa golongan darah mereka bertiga sama, tak ingin berlama lama lagi, Felix dan Hyena pun masuk untuk mendonorkan darah mereka, dan akhirnya nyawa Zia pun berhasil terselamatkan,


******


Satu jam kemudian, dokter keluar sambil mengusap keringatnya, nyawa Zia hampir di hujung tanduk, tapi takdir berkata lain, tiba tiba saja tuhan mengirimkan dua orang muda mudi yang memiliki golongan darah yang sama datang untuk menolong gadis itu sehingga nyawanya berhasil di selamatkan,


"Bagaimana dokter"? Nyonya Yujin baru saja sadar dari pingsan nya dan langsung ingin mengetahui keadaan putrinya


" Operasinya berhasil, terimakasih kepada kalian berdua, karena darah kalian, nona Zia bisa di selamatkan" ucap Dokter menatap Hyena dan Felix


Dahi nyonya Yujin mengernyit, bagaimana bisa wajah mereka sangat mirip dengan putrinya Zia, bahkan golongan darah mereka juga sama, dia semakin tidak mengerti, tuan Li dan nyonya Yujin mengucapkan banyak terima kasih kepada Hyena dan Felix yang telah mendonorkan darahnya dan berhasil menyelamatkan nyawa putri mereka,


*******


"Ceklek"


"Dokter"


"Ada apa sus"? Tanya dokter yang menangani Zia


" Ada yang aneh disini" ucap nya ragu ragu


"Ada apa"?


" Saya lihat kedua muda mudi itu berusia sekitar dua puluhan , tapi darah mereka terkandung dengan darah nona Zia" ucap suster


"Maksudmu"?


" Hasil Lab mengatakan bahwa mereka orang tua dan juga anak kandung" ucap Suster itu lagi


"Hahahahhaha, jangan bercanda suster, nona Zia saja sudah berusia enam belas tahun, bagaimana bisa kedua nya bisa memiliki anak di usia dini, ada ada saja, jangan pikirkan, mungkin Lab kita sudah mulai kacau" ucap Dokter lagi,.


Bersambung❣️

__ADS_1


__ADS_2