Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
pengorbanan yang sesungguhnya


__ADS_3

Didalam istana kegelapan Genzi terus mengerang kesakitan, dan sebagai seorang ibu, tentu saja Ratu Hei sangat sedih melihat siksaan yang di terima putra nya, namun dia sendiri saat ini juga dalam keadaan terluka akibat mencoba untuk melindungi Genzi, perlahan Ratu Hei merangkak mendekati putranya sedangkan para penyihir itu sudah pergi karena mereka pikir Genzi maupun ratu Hei sudah dalam keadaan lemah tanpa tenaga,


"Genzi, apa kau mencintai nya nak"? Tanya Ratu Hei, dia tidak menyalahkan perasaan tulus putra nya tersebut karena dia tau bahwa Genzi bukan sepenuhnya seorang iblis, karena itulah dia masih mempunyai hati untuk mencintai seseorang,


" Apa aku salah Bu, aku sangat mencintai Suya, terlepas dari kabar bahwa dia sudah menikah dengan pria lain, apa aku salah bu"? Tanya Genzi terbata, dia terus mengerang merasakan panasnya rantai api yang membelenggunya,


"Tidak nak, kau tidak salah, mencintai seorang gadis adalah hak semua makhluk, meskipun darahmu terdapat darah iblis yang mengalir, namun separuh darimu adalah ibu, aku adalah manusia biasa yang dijadikan wadah untuk menghasilkan keturunan Huang Di, maafkan ibu nak, ibu tidak bisa menolong mu dari takdir yang kejam ini" ucap Ratu Hei menangis,


"Pergi, dan kejarlah cintamu, meski dia bukan kekasihmu di masa kini, dia akan menjadi milikmu di masa mendatang, percayalah pada ucapan ibu" ucap Ratu Hei, dia memegang rantai besi yang membelenggu tubuh Genzi dan merapal kan sebuah mantra terlarang, ratu Hei akan mengorbankan jiwanya demi Genzi,


"Tidak ibu, jangan lakukan"!!! Tegur Genzi, namun Ratu Hei tidak perduli dan terus berusaha menyempurnakan mantra nya, perlahan tubuhnya melebur, dari kaki sampai atas, wajah cantiknya tersenyum, dia mengorbankan diri agar Genzi bisa terlepas dari belenggu rantai api itu,


" TIDAK IBU, KENAPA KAU LAKUKAN INI BUUU"


"Hiduplah dengan bahagia nak, ibu akan menunggu mu di kehidupan selanjutnya, temukanlah cinta sejatimu nak, ibu mencintaimu"


"Syuuuhhhhhhhhhhhh"


Debu dari tubuh ratu hei berubah menjadi air suci yang bisa memadamkan belenggu api yang merantai tubuh Genzi, pemuda itu tercengang dan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan mata nya, ibunya mengorbankan diri demi dirinya, Genzi ambruk dan terduduk, setetes air mata jatuh di pipi nya, tubuh yang tadinya terluka parah kini segar kembali, dan kekuatan nya semakin meningkat,


"AKU BERJANJI AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK BU, AKU MENYAYANGIMU" ucap Genzi menatap kedua tangan nya yang telah terbebas, tanpa berlama lama lagi Genzi melesat untuk mencari keberadaan Huang Di,


...****************...


Lain hal dengan istana Zhu, mayat bergelimpangan dimana mana, sudah tidak ada lagi kehidupan di dunia ini, yang tersisa hanyalah Huang Di ,Genzi ,para penyihir, Suya,demon jiang Xin beserta ke lima putra nya


Huang Di bermaksud untuk menghabisi raja dan ratu beserta para makhluk kontraknya , lalu menghidupkan kembali mereka dengan jiwa iblis, dan dia lah yang menjadi Kaisar besar di dunia, dia sangat terobsesi dengan tahta dunia,


Jiang Xin dan kelima putranya sudah terluka parah, dan hal itu membuat Suya tidak tahan lagi dan memutuskan untuk keluar, dia menyerang Demon agar tidak menghalangi nya,


"Bughhhhhhhj"


"MINGGIRR" teriak Suya, mata nya berubah merah, emosi nya sudah berada di ujung tanduk, dia ingin menghabisi Huang di dan membalaskan dendam nya untuk semua orang yang mati sia sia, termasuk ayah dan adik nya Zhu Anba,


"Sringgggggggg"


"Wussssshhhhhhhh"


"Ughhhhhhhhh"


Suya mengeluarkan ilmu pamungkasnya berupa elemen air dan angin,dia membentuk bongkahan es yang runcing dan hal itu berhasil membuat Huang di terpental dan terluka di bagian dada kirinya,


"Hahahahahahahaha"

__ADS_1


"Akhirnya kau muncul juga Ratu penguasa, wah wah, bau mu wangi sekali, sepertinya kau sedang mengandung bayi malaikat" ucap Huang di menjilati darah nya sendiri,


"Hentikan omong kosong mu lawan aku" ucap Suya dingin,


Bulu kuduk Huang Di berdiri melihat sorot mata Suya yang tajam, dia tidak pernah merasakan hal ini di kehidupan nya yang lalu, dan akhirnya dia menyadari bahwa ratu yang ada dihadapan nya lebih kuat dari ratu yang sebelumnya,


"Heheh, menarik"!! Ucap nya menyeringai,


" Tidak ratu, kenapa kau keluar"? Tanya Jiang Xin lemah


"Aku tidak mungkin membiarkan kalian mati demi aku, ayo kita mati sama sama" ucap Suya berjongkok dan mengelus kepala Jiang Xin,lalu, Suya menatap putra nya satu persatu, kemudian tangan nya mengepal erat dan mengeluarkan sebercak cahaya,


"HANCURRRRR"


"DUAAAARRRRRRRRRRR"


Asap hitam mengepul di udara, para penyihir itu hancur dalam satu kali serangan, berbeda dengan Huang Di, dia tetap tegak berdiri, namun darah mulai mengalir dari bibir nya, kekuatan Suya benar benar dahsyat pikirnya,


"SUDAH CUKUP BERMAIN MAIN"


"JLEGAAARRRRR"


"DUAAARRRRRR"


Sekuat apapun Suya, dia tetap lemah karena dalam keadaan mengandung, bahkan saat ini perutnya terasa sakit dan sedikit kontraksi, keringat di dahi nya mulai bercucuran, sepertinya dia akan melahirkan,


"Ibu mohon jangan sekarang" ucap Suya mengelus perutnya yang terasa sakit,


"Wussshhhh"


"Wussshhhh"


Huang Di mencoba untuk menerkam Suya namun, wanita itu terus menghindari dengan kekuatan nya yang masih tersisa, dia harus lari, dan melahirkan dengan selamat,


"RATUUU"


"Duaaarrrrr"


"jedarrrrrrrrrr"


Jiang Xin mencoba bangkit dan mengerahkan sisa kekuatan nya demi melindungi istri dan calon anak nya, namun sayang, semakin dia mencoba semakin dia kehabisan tenaga, dan malah membuat Huang Di berbalik kembali untuk menyerangnya,


"DUAAAAAARRRRRRRRR"

__ADS_1


"JIANG XINNNNN" teriak Suya, dia berbalik dan berteleportasi kembali menuju Suami dan kelima putra nya, mereka telah kembali ke bentuk asal mereka,


Longwang manjadi seekor Naga kecil yang mirip ular, FengHuang berubah menjadi burung Phoenix, Huli jing menjadi rubah, Shinzi menjadi Singa biasa dan Chanku berubah kembali menjadi seekor serigala hitam, mereka dalam keadaan sekarat,


"Hiks, Hiks, maafkan ibu nak, maafkan ibu" ucap Suya menangis sejadi jadi nya,


Huang Di berjalan perlahan dan siap untuk menghunuskan Pedang kegelapan miliknya ke arah punggung Suya yang sedang meratapi keadaan Suami dan anak anaknya, namun tiba tiba ada sosok yang menghalangi Suya dengan dada nya sendiri, dia adalah Genzi, dia mengorbankan diri nya untuk Suya,


"Jleeeebbbbbbbbbb"


"Arrrrrghhhhhh"


Suya berbalik dan tubuh Genzi ambruk tepat di pangkuan nya,


"Aku, aku mencinta, cintai, mu su ya, izinkan a aku mencintai mu di kehidupan ku yang selanjutnya" ucap Genzi mengelus pipi Suya, sementara Suya masih diam tak percaya, Genzi rela mengorbankan diri demi Suya,


"Tidur lah Genzi, tidurlah dengan nyenyak, kau tidak akan merasakan sakit lagi, aku akan menyerahkan putriku kepada mu, jagakan dia untukku di masa depan" ucap Suya menutup mata Genzi yang mati dalam keadaan tersenyum, perlahan tubuh Genzi melebur dan terbang ke angkasa,


Suya berdiri dan mengangkat tangan nya tinggi ke udara, dia merapal kan mantra pamungkas, dia merasa sudah tidak ada gunanya lagi untuk tetap hidup tanpa Suami dan anak anak nya, dia mengorbankan diri dan menukarnya dengan kehidupan putrinya di masa depan,


"DEWA PENGUASA LANGIT DAN SEGALA ISI DUNIA, AKU ZHU SUYA MEMINTA KEADILAN YANG SEADIL ADILNYA, AMBILAH KEMBALI APA YANG MEMANG MENJADI MILIKMU, DAN KEMBALIKAN APA YANG AKAN MENJADI MILIKU, AKU RELA HANCUR BERSAMA DUNIA NAMUN BIARKAN ANAK KU MERASAKAN DUNIA MU, ANTARLAH DIA KEDUNIA LAIN YANG MENURUTMU LAYAK"


"HANCURRRRR"


"gleeeegaaarrrrrrrrr"


"DUAAAARRRRRRRRR"


Langit bergemuruh, petir menyambar ke segala arah, tanah mulai bergetar, gunung meledak dan mulai berhamburan mengeluarkan isi perutnya,


Huang di menatap ke segala arah, dunia bergetar, seperti nya kehancuran dunia akan segera tiba, karena Suya berkorban penuh dengan kesungguhan dan ketulusan, sehingga para Dewa mendengar permintaan nya,


Perut Suya kembali rata, dan sebuah Cahaya muncul dihadapan suya, cahaya itu berbentuk mutiara putih yang sangat indah dan cantik, seakan berpamitan mutiara bercahaya itu mengitari tubuh Suya, dan perlahan terbang ke atas angkasa menyusul jiwa Genzi yang juga telah pergi,


Air mata bercucuran di pipi Suya, hatinya sakit, namun juga mencoba untuk tetap menerima takdirnya, dia mendongak ke udara dan bersiap untuk mati bersama hancurnya isi Dunia


"Pergilah nak, jika dewa mengizinkan,ibu akan menemui mu kembali di kehidupan kita yang selanjutnya" ucap Suya dalam hati


"DUAARRRRRRR"


Seisi dunia telah hancur, seluruh mahluk telah mati begitu juga dengan Suya, jiangXin, Huang Di beserta isi Dunia, sedangkan dua cahaya yang di antarkan Suya terus terbang sampai ke langit tujuh, dan melewati Fortal yang telah terbuka,


Selamat datang dua jiwa yang akan segera saling menemukan dan menjalani takdir mereka di kehidupan yang selanjutnya, Dewa telah mengabulkan keinginan dua orang ibu yang menginginkan anak anak nya bahagia di masa depan,.

__ADS_1


SEASON 1 TAMAT❣️


__ADS_2