
Malam telah tiba, Zia masih mondar mandir di dalam kamarnya, dia baru menyadari bahwa dia tidak berani meminta izin kepada ayah dan ibu nya bagaimana tidak, usianya baru saja enam belas tahun, dan kedua orang tua nya pasti tidak mengizinkan dia untuk pacaran apalagi di ajak keluar makan malam di rumah sang pacar,
"Aduh Zia, kok kamu b0doh banget sih, langsung menyetujui ajakan kak justin sementara diri sendiri aja belum tentu di beri izin oleh ayah dan ibu" gumam Zia
Sementara di ruang tamu, tuan Li dan Yujin sedang duduk sambil bicara santai, mereka sedang membahas bisnis baru yang baru saja mereka mulai di bidang perhiasan,
"Selamat malam tuan, dan nyonya maaf mengganggu, di depan ada seorang pemuda yang mengaku bahwa dia adalah teman dekat nona Zia, " ucap Bi ong
"Suruh dia masuk" ucap tuan Li
Seorang pemuda tampan datang dengan aura berwibawa, dan hal itu membuat tuan Li dan Yujin terkejut karena terlihat dari penampilan nya bahwa pemuda ini bukanlah pemuda dari keluarga biasa,
"Kamu siapa"? Tanya nyonya Yujin meneliti Justin dari atas sampai bawah
" Selamat malam nyonya dan tuan Li, perkenalkan saya Justin Huang, teman dekat Zia, saya kemari ingin meminta izin kepada anda untuk membawa si cantik Zia untuk pergi makan malam di kediaman Huang" ucap Justin
Tuan Li dan nyonya Yujin terkejut setengah mati, sejak kapan Zia mempunyai hubungan dengan seorang pria pikir mereka, selama ini Zia tidak pernah memperlihatkan tanda tanda bahwa dia memiliki teman dekat terutama seorang pria,apalagi keluarga Huang adalah pembisnis yang cukup terkenal di kota mereka,
"Drap, Drap"
"Eh kak Justin udah sampai" ucap Zia
Semua mata menoleh ke arah tangga,Zia turun dengan sangat anggun, tidak pecicilan seperti biasa, Zia juga berdandan sopan sesuai dengan usianya, yang sangat lucu dan menggemaskan
"Selamat malam Ayah, ibu, maafkan Zia, selama ini aku tidak berani mengatakan hal ini pada kalian" ucap Zia hati hati dia takut ayahnya akan marah,
"Sejak kapan kalian memiliki hubungan"? Tanya Tuan Li tajam ke arah Justin, Zia mengeratkan tangan nya dan menunduk, sementara nyonya Yujin mendekati Zia dan mendekati putrinya yang sedang gugup,
" Satu minggu, dan malam ini saya akan memperkenalkan Zia pada kedua orang tua saya" ucap Justin tenang, dalam hati Zia tertawa, pria ini pandai berbohong juga pikirnya,
"Apa maksudmu mendekati putriku"?
__ADS_1
Tatapan tajam tuan Li belum juga luntur kepada Justin, hingga suasana di mansion Li itu terasa tegang dan mencekam, inilah kosenskuesi yang harus Justin hadapi, dan dia sudah siap untuk melangkah maju, karena dia sudah terlanjur menyatakan peperangan kepada tuan Li yang terkenal sangar itu,
" Saya hanya manusia biasa Tuan, saya punya hati, dan hati saya terlanjur di curi oleh putri anda, dan inilah resiko yang harus anda terima, anda dan nyonya Yujin harus bertanggung jawab karena telah menghadirkan Zia ke dunia" ucap Justin
Zia speechless mendengar ucapan Justin, dia tidak menyangka bahwa wajah datar seperti Justin bisa menggombal juga pikirnya, dan Ya, itu memang kenyataan, sebelum pergi ke rumah Zia, Justin sudah menyiapkan segala sesuatu dan belajar banyak dari g00gle bagaimana cara meluluhkan hati calon mertua hahahaha, dan seperti nya misi nya akan berhasil
Wajah kaku tuan Li menampilkan senyuman, dia merasa tersentuh dengan perkataan Justin dan yakin bahwa pemuda itu sangat baik dan mampu membimbing putrinya yang pecicilan,
"Jaga anak saya, jangan sampai dia terluka meski hanya seujung kuku"!!
Ucapan tuan Li membuat Zia dan Yujin tersenyum lega, ternyata Justin mampu meruntuhkan tembok kokoh yang di bangun oleh tuan Li,
" Pergilah nak, bersikaplah baik, ingat jangan membuat malu keluarga Li,titip salam kepada keluarga Huang" ucap Yujin mengelus rambut Zia,
"Baik bu, ayah,kami pamit" ucap Zia, Justin pun pamit membawa Zia menuju Kediaman nya,
*******
"Hahahahahaha"
"Aku yakin, kakak belajar dari internet untuk menggombal seperti itu" ucap Zia tertawa terbahak bahak setelah mereka masuk ke dalam mobil milik Justin
"Heh jangan menghina ayahku ya, aku tau, ayahmu juga tidak kalah menyeramkan" ucap Zia
"Tapi mereka menunggu mu dengan tak sabar, bersiaplah , dan jangan berulah" ucap Justin mengingatkan Zia, karena dia tau bagaimana sifat Zia yang sangat pecicilan itu
"Tenang saja, si cantik Zia ini pandai dalam bermain peran asal kau tau" sahut Zia
"Bruuuummmmmm"
Justin dan Zia akhirnya sampai di kediaman Huang, para penjaga menyambut kedatangan mereka berdua, dan berdecak kagum saat melihat Zia turun dari mobil milik tuan muda nya,
"Wah, cantik sekali" ucap para pelayan sambil berbisik bisik mereka sedikit terkejut karena untuk pertama kalinya sang tuan muda membawa seorang gadis datang ke mansion keluarga Huang,
"Selamat malam om, tante" sapa Zia
__ADS_1
Mata nyonya Huang langsung berbinar, ketika melihat seorang gadis kecil yang begitu cantik dan juga lucu, terlebih lagi dengan pita berwarna pink yang menghiasi rambut panjangnya, dengan tergesa gesa nyonya Huang datang untuk menyambut gadis yang di bawa oleh putranya itu
"Selamat malam sayang, ya dewa cantik sekali" ucap nyonya Huang mengangkat dagu Zia dan memperhatikan wajahnya dengan seksama,
"Hehe tante juga sangat cantik pantas saja wajah kak justin begitu tampan, ternyata dia mendapatkan wajah sempurna itu dari ayah dan ibunya" sahut Zia,
Nyonya Huang tersenyum, kesan pertama dia bertemu dengan Zia dia langsung jatuh cinta kepada teman wanita putranya itu,
" Selamat malam om" sapa Zia menghampiri tuan Huang dan memberi hormat ala bangsawan kepada pria berwajah datar itu,
Tuan Huang terkejut melihat cara Zia menghormati nya, lalu dia pun membungkukkan sedikit tubuhnya untuk membalas penghormatan yang Zia berikan kepadanya,
"Selamat malam, duduklah" ucap Tuan Huang,
"Ternyata wajah datar kak justin menurun dari ayahnya, astaga ingin sekali aku mencakar wajahnya itu, sabar Zia dia hanya ayah mertua palsu saja" batin Zia
Zia duduk di samping justin dan nyonya Huang, tidak ada yang bersuara, suasana nya masih begitu canggung,
"Apa kau benar benar pacar Justin, bukan gadis yang dia sewa kan"? Tanya Tuan Huang
"Pa" baru saja Nyonya huang akan berbicara
,tuan Huang mengangkat tangan pertanda bahwa dia dan justin harus diam, dan yang harus menjawab adalah Zia,
"Saya bukan sebuah rumah yang bisa di sewa, putri kesayangan keluarga Li tidak pernah kekurangan apapun" sahut Zia tajam, wajah manis nya berubah seratus delapan puluh derajat, Zia tidak tersinggung, dia malah ingin tertawa, hanya saja sebisa mungkin drama nya harus berjalan lancar, demi sebuah motor yang sangat dia impikan,
Tuan Huang terkejut saat mendengar nama Li, lalu dia pun kembali bertanya dengan nada yang melemah,
"Keluarga Li yang mana"?
" Panglima militer angkatan darat Li xaoran, dan cucu dari pengusaha nomor satu Tuan Wen Zao, dan Li Baoyu,oh ya, ayah dan ibu titip salam kepada anda berdua" sahut Zia
"Ya dewa, jadi ini dia harta karun milik keluarga Li, pantas saja Auramu sangat berbeda sayang,titip salam juga untuk keluarga mu ya sayang" ucap nyonya Huang
Tuan Huang tidak bertanya lagi, mendengar marga Zia saja dia sudah merasa tertampar, bagaimana bisa dia menolak untuk berbesan dengan keluarga ternama itu, justru dia berpikir bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk memperluas bisnisnya, tapi bukan berarti tuan Huang memanfaatkan Zia, dia hanya ingin menyelam sambil minum air,
__ADS_1
Tidak ada lagi pembicaraan, mereka duduk diam sambil menyantap hidangan makan malam dengan sangat Khidmat,Justin merasa lega, Zia tidak seburuk yang dia kira, dia nampak sangat berkelas dan elegan tidak sia sia dia mengajak Zia untuk bekerja sama pikirnya, namun satu hal yang tidak justin sadari perbuatan nya itulah yang justru mulai mengikat benang takdir mereka yang akan membuat mereka akan terus bergantung satu sama lain,.
Bersambung❣️