
Keesokan hari nya, Felix,maupun Hyena masih menemani Zia, mereka enggan untuk pergi dari rumah sakit tempat dimana Zia di rawat,apalagi setelah mereka membaca hasil lab yang membuat mereka berdua terus memikirkan hal di luar nalar tersebut,
"Ceklek"
Justin datang membawa seikat bunga dan juga satu kotak coklat di tangan nya, namun saat dia masuk kedalam ruangan Zia dia dikejutkan dengan pemandangan yang begitu aneh, dia melihat Felix dan Hyena tertidur di samping kiri dan kanan Zia sambil memegang tangan gadis itu, Zia sendiri masih tertidur dengan nyenyak seolah Felix dan Hyena memberikan nya perlindungan dan kenyamanan, tak ingin mengganggu mereka, Justin pun memutuskan untuk duduk dan menunggu mereka bangun sambil memainkan ponsel nya, sesekali dia melirik ke arah mereka bertiga,
"Bisa bisa nya wajah mereka mirip semua" gumam Justin, lalu dia melihat selembar kertas di atas meja, dan Justin pun membaca nya
"APA"!!!
Tanpa sengaja Justin berteriak karena terkejut, dan berhasil membangunkan Hyena, Felix dan Zia,
" Ughhhhh"
"Huaaahhhhh"
Zia merentangkan tangan nya dan menguap, tidur nyenyak nya tiba tiba terganggu oleh suara Justin,
"Khemmm"
Felix menatap justin dengan tajam, begitu juga dengan Hyena, sedangkan Justin mengangkat kertas itu dan seolah bertanya, apa maksud dari kertas itu,
"Ya seperti yang kau lihat, " ucap Hyena, membuka botol air dan menuangkan nya ke dalam gelas, dia membagi nya dengan Felix dan Zia,juatin masih tercengang dan mencerna apa yang sebenernya telah terjadi
"Apakah aku sudah bisa memanggilmu ibu hihi" ucap Zia cengengesan, semalam dia diperlihatkan mimpi lengkap tentang Zhu Suya dan Jiang Xin, Zia tersentuh melihat pengorbanan mereka, dan yang tau cerita lengkap nya hanya Zia saja, mungkin Dewa ingin membuat putri dari dua penguasa itu bisa percaya dan menerima kedua orang nya,
Hyena melirik Zia, kemarin dia mati matian tidak percaya pada kertas hasil Lab itu, tapi kenapa pagi ini berbeda pikirnya,
__ADS_1
"Aku terlalu muda untuk di panggil ibu" ucap Hyena , padahal dalam hatinya tumbuh bunga bermekaran saat Zia menyebutnya ibu
"Lalu bagaimana dengan mu, apa mau ku panggil ayah"? Tanya Zia beralih pada Felix
" Hmm, bagaimana dengan mommy dan Daddy, terdengar keren untuk kita" ucap Felix mengelus kepala Zia, setelah dipikirkan Felix langsung bisa menerima kenyataan bahwa Zia adalah putrinya, dan ucapan nya membuat Hyena tercengang mendengarnya, pemuda dingin itu tiba tiba sebucin itu pada Zia, seperti layaknya ayah dan anak sungguhan,
"Ckk, bagaimana ini bisa dipercaya, kalian saja seusia denganku"? Ucap Justin memecah keheningan,
" Tuan pacar, percaya atau tidak, mereka berdua adalah calon mertua mu haha" sahut Zia cengengesan , kemudian diam diam Hyena memperhatikan pahatan wajah pemuda itu,lalu dia sendiri terkejut saat menyadari bahwa Justin mirip dengan pria yang mengorbankan diri nya demi Zhu Suya,
Hyena berjalan menghampiri Justin dan duduk di samping pemuda itu,
"Apa kau bahagia tinggal di masa depan GENZI"? tanya Hyena
" Apa maksud mu"? tanya Justin terkejut,
"Huuufttt, aku sendiri menolak untuk percaya, tapi mimpi telah membimbing kita dan mempertemukan kita satu sama lain, " ucap Hyena terkekeh,
"Jangan katakan bahwa"? Ucapan Justin terhenti ketika melihat Felix, Hyena dan Zia mengangguk membenarkan,
" Kau, Zhu, Zhu"
"Zhu suya, dia suami ku Jiang Xin dan putri ku yang belum sempat terlahir" ucap Hyena
Justin tidak bisa mengatakan apa apa lagi, dia hanya bisa tersenyum kecut melihat kenyataan ini, ternyata Reinkarnasi itu ada, dia bukan hilang ingatan, dia hanya mengalami time travel dan masuk kedalam tubuh anak laki laki berusia enam tahun yang tertembak oleh musuh ayahnya,
Mereka berhenti berbicara dan tenggelam dalam pikiran masing masing, hingga sebuah suara membuyarkan lamunan mereka berempat,
__ADS_1
"Ceklek"
"Selamat pagi semua, wah, terima kasih banyak karena kalian telah menjaga Zia semalaman, tante membawakan Sarapan untuk kalian mari makan" ucap nyonya Yuji , dia dan suami nya menyempatkan diri untuk menjenguk Zia sebelum pergi ke perusahaan, tuan Li memutuskan untuk pensiun dini dari kemiliteran, dia ingin mengurus perusahaan besar milik keluarga Li dan juga ingin berada didekat anak dan juga istrinya,
"Zia"!!
Tiba tiba saja Wen yi datang, dia masuk dan memeluk Zia dengan erat, saat Zia masuk ke rumah sakit, keluarga Wen dan tuan besar Li sedang berada di luar negri,semalam mereka baru tau hal yang telah menimpa Zia, dan mereka langsung melakukan penerbangan pukul tiga pagi,karena mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Zia,
" Hey, jangan menangis, nanti ingusmu menempel padaku ih, " ucap Zia memecah suasana haru,
"Anak nakal ini, masih saja bisa bercanda dalam keadaan begini" ucap tuan Li mengusap kepala Zia,
"Mereka lah para pemuda yang aku maksud ayah" ucap nyonya Yujin menunjuk Felix, Hyena dan justin,
Wen yi terkejut, ternyata Felix wang berada disana, dengan cepat dia menghapus air mata nya dan memperbaiki riasan nya, sementara Zia terkekeh melihat kelakuan sepupu nya tersebut,
"Luar biasa, bagaimana ini bisa terjadi, mereka bertiga sangat mirip satu sama lain" ucap tuan Li memperhatikan wajah Hyena, Felix beserta cucu nya Zia,
"Itulah yang kami rasakan ayah, kami juga terkejut, bahkan golongan darah mereka juga sama" ucap nyonya Yujin
Hyena dan Felix saling lirik, mereka seperti sedang berbicara melalui tatapan mata, namun Zia langsung menggenggam tangan mereka untuk tidak mengatakan apapun terlebih dahulu, Zia sangat menyayangi tuan Li Xaoran dan nyonya Yujin, karena bagaimana pun mereka lah orang tua yang telah membesarkan nya, Hyena mengerti apa maksud Zia dan dia pun mengurungkan niat nya untuk menceritakan hal yang sebenarnya,
"Saya permisi, saya ada jam siang, jadi maaf saya pergi lebih dulu" ucap Justin, setelah di beri izin Justin pun keluar ruangan sambil memegang dada nya yang terus berdebar,
"Ehm, Felix wang terima kasih kamu sudah mendonorkan darah mu dan menyelamatkan adik sepupu ku"ucap Wen Yi malu malu, Hyena yang melihat tatapan Wen yi kepada Felix merasa panas dan tidak suka, mungkin jiwa seorang Zhu Suya sudah mulai bangkit dalam dirinya, setelah dia tau siapa itu Felix,
" Sama sama nona, ini sudah tugas kita untuk membantu sesama manusia, iya kan sayang" ucap Hyena bergelayut manja di tangan Felix,dia sengaja menekan kan kata sayang untuk menunjukkan tanda kepemilikan, sedangkan pemuda itu mengangguk dan memberikan tatapan datar saja, dan Zia berusaha untuk menahan tawa, ternyata ibu nya itu sangat cemburuan pikirnya, namun dia sedih melihat Wen Yi yang langsung menunduk saat melihat Hyena memanggil Felix dengan sebutan sayang, bahkan gadis itu mengepalkan tangan nya dengan sangat erat,
__ADS_1
"Kuharap tidak akan ada yang tersakiti, setelah semua nya terbongkar"batin Zia,.
Bersambung❣️