
Jiang Xin masih berdiri tegak dengan pertanyaan semua orang yang menyudutkan nya saat ini, dia menyunggingkan senyumnya karena berpikir bahwa ini lah kesempatan yang tepat untuk memulai rencana nya
"KEHENDAK DEWA, ITU SAJA, AKU JUGA TIDAK TAU BAGAIMANA AKU BISA SEMBUH, " sahut Jiang Xin singkat, lalu dia menuntun Ratu Yun untuk kembali ke tempat nya,
"Ahh sudah sudah, kalian jangan ribut, bersyukurlah karena akhirnya pangeran Jiang telah sembuh, Zen ikut senang" ucap Raja Xiao menengahi, setelah mendengar ucapan Raja para rakyat dan yang lain nya tidak lagi bertanya dan melanjutkan acara yang sempat tertunda,
Ratu Yun duduk dengan anggun, dia mengelus wajah dingin Jiang Xin, dia sangat sayang kepada putra satu satu nya itu, dia berpikir dewa memang sangat baik kepadanya, setiap hari Ratu berdoa di dalam kuil Suci agar putranya bisa tumbuh normal seperti anak yang lain, dan kini doa nya itu telah terkabulkan,
"Apa kau menyukai nya nak, matamu tidak pernah lepas dari putri Jendral itu semenjak dia datang"? Tanya Ratu Yun terkekeh, tanpa rasa malu dan ragu Jiang Xin menganggukkan kepala nya, karena menurutnya ini adalah kesempatan dia untuk bisa mendekati istrinya secara terang terangan, sementara Ratu Yun juga langsung merasa senang karena dia juga menyukai Suya ,
****
" Mau kemana"? Tanya Putri XiaoLin saat melihat Pangeran Kim berdiri,
"Ada hal yang harus ku selesaikan" sahut pangeran Kim, padahal dia ingin menyusul Suya yang berjalan ke arah belakang istana, dia hanya ingin ke kamar kecil, Kim turun dari singgasana nya dan menyusul Suya,
"Putri"!!
Suya menoleh, dan terlihat dibelakangnya, pria berambut merah sedang berjalan menyusul nya
" Aku mencarimu selama ini, aku tidak menyangka bahwa kau adalah putri Jendral" ucap Pangeran Kim
"Sekarang sudah terlambat, anda sudah akan menikah yang mulia" sahut Suya,
"Tidak, aku ingin menikahi mu,aku akan membatalkan pertunangan ini jika kau mau" sahut Pangeran Kim
"Duaaarrrrrrr"
Seseorang diam mematung, bagaikan tersambar petir, dia mendengar semua percakapan antara dua manusia berbeda jenis itu, dia adalah putri Xiao Lin, karena khawatir Kim akan lari diapun memutuskan untuk mengikuti nya, namun apa yang baru saja dia dengar benar benar di luar dugaan nya, ternyata gadis yang di cari calon suami nya adalah Zhu Suya, dia mengepalkan tangan, dia tidak terima kalah dari Zhu Suya, akhirnya pikiran jahat pun kembali merasuki pikiran nya, dia akan membuat Suya malu,
__ADS_1
"Apakah ini sikap dari seorang putri Jendral, dia merayu calon suami seorang putri raja, sungguh sangat memalukan" ucap Xiaolin
Suya dan Kim menoleh, mereka sama sama tidak tau bahwa ternyata Putri Xiao Lin juga mengikuti dan menguping percakapan mereka berdua
"Tolong ralat perkataan anda tuan putri sebelum Pangeran tampan ini melamar anda, kami sudah pernah bertemu, dan kami memang tidak berjodoh jadi hamba akan mundur dengan senang hati, meskipun awalnya hamba juga tertarik pada si rambut merah" ucap Suya Terkekeh
Xiaolin tidak habis pikir, putri macam apa Suya ini, dengan tidak tau malu nya dia mengatakan apa yang ada dalam pikiran nya, padahal dia jelas tau Kim adalah tunangan nya sekarang, seperti tidak ada niat untuk membela diri sama sekali, dan kepribadian Suya yang aneh itu malah membuat Kim semakin penasaran dan semakin menyukai Suya, karena menurutnya Suya adalah gadis paling unik yang pernah dia temui,
"Hamba pamit, pangeran Kim, jangan kejar saya lagi, saya rasa tidak ada lagi yang harus di bicarakan" ucap Suya membungkuk hormat dan meninggalkan Xiao Lin dan Kim, sementara Kim pun langsung pergi saat melihat kepergian Suya,
"Ughhhhh, Gadis tak tau malu awas kau" teriak Putri Xiao Lin, dia melupakan tata krama nya sebagai seorang putri,
*****
Pesta telah berakhir, semua orang membubarkan diri karena hari sudah mulai malam, kecuali rombongan kerajaan Dongji yang masih berada di sana, mereka akan menginap selama tiga hari, karena ada sesuatu yang akan mereka kompromikan, yaitu tentang pernikahan Pangeran Kim dan Putrj Xiao Lin,
"Salam yang mulia" sapa pangeran Kim pada Raja Dongji
" Hamba ingin membatalkan pertunangan ini"
"Duaaarrrrr"
"Kau, kau apa kau sudah gila pangeran"!! Teriak Raja Dongji
" Wussshhhh"
Dengan cepat raja dongji memasang aray agar tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka
"Putri Zhu Suya, dialah gadis yang hamba cari, dan yang hamba inginkan, bukankah perjanjian kita adalah satu bulan, ini baru saja tiga minggu" ucap nya santai
__ADS_1
"Tidak semudah itu, Raja Xiaohan tidak akan pernah menerima keputusan ini, kau jangan membuat onar putra mahkota"!! seru Raja Dongji
" Bukan kah Jiang Xin sudah normal, berikan tahta ini kepada nya, hamba tidak butuh, dan hamba akan tetap memutuskan pertunangan ini, anda bisa menukar posisi kami yang mulia, biarkan Jiang Xin yang menikah" ucap pangeran Kim, lagi
"Dia baru saja sembuh, dia masih belum kuat untuk menanggung beban, kau jangan jadi anak pembangkang, Zen tidak perduli, yang jelas kau harus menikah"! Ucap Raja Dongji tegas,
Di atas atap Suya tersenyum mendengar percakapan ayah dan anak tersenyum, Kim itu benar benar jatuh cinta kepadanya, tapi sayang kini dia sudah menemukan Suami tampan nya, dan sudah tidak tertarik lagi kepada pria lain, saat sibuk menguping sebuah tangan kekar tiba tiba memeluk Suya dari arah belakang, seolah tak terkejut Suya malah terkekeh, dia sudah tau pasti bahwa pelakunya adalah Suami nya Jiang Xin,
" Apa yang sedang Ratu lakukan, menguping ya hemm, nakal sekali" bisik Jiang Xin, bulu kuduk Suya merinding, entah apa yang dia rasakan yang jelas suara Jiang Xin sangat sensasional, lalu tiba tiba Jiang Xin menggendong Suya dan membawanya pergi
"Wusshhhh"
"Slappp"
"Slapppp"
Jiang Xin menggendong Suya dan membawanya berteleportasi ke suatu tempat, ternyata itu adalah tempat kesukaan nya, tempat dia ketika menyendiri, disebuah padang rumput yang luas, angin bertiup lembut, bunga bunga bermekaran dan menghembuskan bau harum ,
"Indah sekali" ucap Suya turun dari pangkuan Jiang Xin,
"Raja merindukan Ratu" ucap Jiang Xin mencium belakang telinga Suya dan membuat Suya merinding disko hahha
"Geli, jangan memancing ku Raja, aku ini masih gadis" ucap Suya,
"Bukankah kegadisan ini milikku"? Tanya Jiang Xin menyelipkan sekuntum bunga di telinga Suya,
" Ya, bersabarlah lagi, bisakah"? Tanya Suya mengelus pipi Jiang Xin, pemuda itu mengangguk, dia sangat mencintai Ratu nya dan tidak akan pernah memaksakan kehendak nya meskipun hasratnya sudah berada di puncak, dia hanya ingin Suya menyerahkan diri dengan senang hati tanpa paksaan,
"Hanya ingin tidur dan memeluk Ratu saja malam ini" bisik Jiang Xin Lagi, Suya mengangguk dan mengikuti langkah Jiang Xin yang membawanya masuk kedalam sebuah kamar sederhana tempat nya beristirahat, sangat tenang tanpa gangguan, kedua pasangan itu pun menutup mata nya dengan posisi saling berpelukan,.
__ADS_1
Bersambung❣️