Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
Kerajaan Qin


__ADS_3

Suya dan rombongan sudah tiba di depan gerbang kerajaan Qin,seperti yang sudah di perkirakan, Genzi juga tiba tepat ketika Suya baru saja berdiri,


"Salam permaisuri"


"Ah, salam yang mulia Kaisar Genzi" sahut Suya menampilkan senyum terbaiknya


"Deg, Deg, Deg"


Jantung Ganzi berdebar sangat kencang saat melihat senyum suya yang begitu manis,


"Bukan kah anda mengatakan bahwa Gerbang pulau hantu hanya akan terbuka selama satu tahun sekali"? tanya Suya terkekeh


" Zen mengerahkan kekuatan untuk membuka fortal, karena mendapat kabar bahwa ibu suri kerajaan Qin jatuh sakit, Raja Juan meminta pertolongan pada Zen untuk melihat penyakit apa yang diderita oleh ibu suri" sahut Genzi, Dan Suya pun hanya mengangguk tanda mengerti,


"Selamat datang permaisuri Zhu selamat datang kaisar Pulau hantu" sapa Raja Juan


"Apa kabarmu Juan"? Tanya Suya santai,


" Aku baik baik Saja Suya, yang tidak baik adalah ibuku, keadaan nya begitu buruk" ucap Juan Li


Genzi tercengang mendengar pembicaraan antara mereka berdua, sangat santai dan tak ada batasan, ya Suya dan raja Juan Li memutuskan untuk tidak berbicara secara formal, karena mereka telah bersahabat semenjak Raja Juan Li disembuhkan oleh nya


Tak ingin membuang waktu Suya langsung masuk kedalam ruangan pribadi milik ibu suri begitu juga dengan Genzi dan Juan, terlihat disana dalam tubuh ibu Suri terdapat asap hitam yang begitu kental, namun Suya memilih untuk berpura pura tidak tau dengan apa yang telah terjadi,


"Takkkkkk"


"Takkkkk"


Suya menotok bagian tangan dan kaki ibu suri namun saat Suya melakukan nya dia malah terpental ke dinding,


"Brakkkkk"


"Ughhhhhh"


"Uhuk, Uhukk"!!


" Permaisuri"!!


Genzi dan Juan berlari ke arah Suya yang terbatuk darah,


"Anda baik baik saja kan"? Tanya Juan


" Ibu Suri sepertinya terkena sihir" ucap Suya

__ADS_1


"Benar, Zen juga merasakan nya" ucap Genzi


Dalam hati Suya tertawa terbahak bahak, drama Genzi memang sangat baik, namun dalam hal ini tetap Suya lah pemenangnya,


"Biarkan Zen yang mengobati nya" ucap Genzi mengeluarkan jurus andalan nya, sebuah cahaya muncul di kedua telapak tangan Genzi, dia mengusapkan tangan nya dari wajah sampai ke ujung kaki Ibu Suri, sementara Suya tetap berpura pura menatap Genzi dengan takjub,


"Ughhhhh"


Suara lenguhan mulai terdengar dari bibir ibu suri, dan dia mulai membuka mata nya pelan pelan,


"Ibu Suri" ucap raja Juan menghampiri ibunya,


"Juan, ibu dimana nak"?


"ibu sudah terbaring selama dua minggu, yang mulia Genzi telah menyelamatkan anda ibu" ucap Raja Juan,


"Hormat"


"Tidak usah memberi hormat,anda lebih tua dari saya yang mulia, semoga anda selalu sehat " ucap Genzi menyela ucapan ibu Suri yang ingin memberi salam,


"Siapakah dia, cantik sekali" tanya ibu Suri saat melirik ke arah Suya


"Dialah yang telah mengobati Zen ibu suri, dia permaisuri Zhu" ucap Raja Juan,


"Jangan bersedih nak, apa yang membuat mu bersedih"? Tanya ibu Suri mengusap air mata Suya,


" Saya tidak pernah bertemu dengan ibu saya, karena dia telah tiada semenjak saya lahir" ucap Suya terisak,


Ibu suri berbalik memeluk Suya dengan erat, dia bisa merasakan kesedihan yang begitu dalam saat mendengar ucapan dari bibir Suya, dan saat ini Suya memang benar benar merasa emosional,


"Anggap saja aku ibu mu, kau dan Juan adalah anak ku" ucap ibu Suri,


*********


Setelah dipastikan bahwa ibu suri sudah baik baik saja, istana Qin mengadakan Jamuan untuk Suya dan Genzi yang telah membantu untuk mengobati ibu Suri, saat ini Suya dan Genzi sedang duduk bersama dalam satu meja, dari tadi tatapan mata Genzi tidak pernah lepas dari wajah Suya, dan hal itu membuat Suya sangat Risih, apalagi hal itu selalu terlihat di mata Jiang Xin, semenjak Suya meninggalkan istana Zhu Kaisar tiran itu selalu memantau Suya dari bola kristal milik nya, dia tidak tahan melihat tatapan penuh damba itu selalu tertuju kepada istri kesayangan nya,


"Sampai kapan Zen harus menahan perasaan kesal ini permaisuri" ucap Jiang Xin melalui telepati


"Hahah, sabarlah sayang, tunggu sampai Huang di sendiri yang datang menemui kita, "ucap Suya


Dahi Genzi mengerut, saat melihat bibir Suya senyum senyum sendiri,


" Ada apa permaisuri, sepertinya anda dalam keadaan senang"?

__ADS_1


Pertanyaan Genzi langsung membuat Suya memutuskan telepati nya dengan Jiang Xin, dia lupa bahwa dia masih berada di hadapan anak dari musuh terbesarnya itu, lalu Suya pun menetralkan kembali raut wajah nya,


*********


Satu bulan kemudian Suya dan Genzi sering bertemu dan mereka semakin dekat, Suya tidak gencar untuk terus memberikan kenyamanan kepada Genzi, dan membuat pemuda itu merasa bahwa Suya telah jatuh cinta kepada nya, dan hal itu membuat Genzi semakin mengulur waktu untuk melaksanakan perintah dari ayahnya, namun satu hal yang tidak Suya sadari, akhir akhir ini emosi nya tidak terkontrol, dia sering marah tidak jelas kepada Suami nya, tanpa dia sadari saat ini telah hadir seorang bayi di dalam perutnya, Demon sendiri sedang melakukan Kultivasi tertutup, dia menyiapkan diri untuk melawan Raja kegelapan yang sudah semakin dekat, begitu juga dengan anak anak Suya, karena itulah Suya tidak tau bahwa dia sedang mengandung,bahkan Suya maupun Jiang Xin belum melakukan acara pernikahan mereka secara sah untuk yang kedua kali nya, mereka hanya membiarkan waktu mengalir begitu saja karena jiwa mereka merasa bahwa sudah ribuan tahun lamanya mereka menjalani rumah tangga,


***


Hingga suatu hari,pagi pagi sekali Suya terbangun, dia merasa pegal dan mual, saat itulah Suya baru menyadari bahwa dia sedang mengandung, saat ini pikiran nya sangat kacau, dia kecolongan, seharusnya Suya tidak boleh mengandung sebelum peperangan dimulai,


"Bagaimana ini Sayang, aku hamil"! Ucap Suya dengan wajah bersalah,


" Tenanglah permaisuri, ada Zen yang akan melindungi kalian berdua" ucap Jiang Xin dengan perasaan terkejut bercampur bahagia


"Aku takut Huang Di akan datang secara tiba tiba, mari kita selesaikan sebelum kandungan ini membesar,dan Genzi juga pasti akan mencium bau bayi suci ini" ucap Suya


"Tidak, justru kita harus mengulur waktu, sampai bayi kita lahir, agar anda dan anak kita selamat" ucap Jiang Xin memeluk dan menenangkan Suya,


"Kita belum menikah" ucap Suya menatap Jiang Xin


"Mari pulang dan katakan pada Jendral untuk melangsungkan acara pernikahan secara tertutup" ucap Jiang Xin


Suya mengangguk setuju, setidak nya dia harus memiliki bukti untuk umum bahwa mereka telah di nikahkan, di zaman ini perempuan dan laki laki yang telah menikah akan diikat dengan benang merah yang di lingkarkan di pergelangan tangan mereka berdua,


****


Suya dan Jiang Xin telah sampai di kediaman Jendral, dan kebetulan sekali Zhu Anba juga sedang berada di sana,


"Ada apa kalian tiba tiba datang kemari"? Tanya Jendral,


" Ayah maafkan saya, saya sudah mengandung anak dari kaisar Jiang, maafkan saya tidak bisa menjaga diri" ucap Suya bersujud, dia tidak ingin berbasa basi dan memilih untuk langsung mengikrarkan niatnya,


"Duaaarrrrrrr"


Bagaikan tersambar petir di siang hari jendral dan Zhu Anba terkejut dengan pengakuan Suya yang tiba tiba,


"Menikahlah, wangye tau ini salah, tapi kalian harus segera menikah" ucap Jendral gemetar, dia benar benar terkejut dengan apa yang disampaikan oleh suya, meskipun dia merasa marah, namun dia tidak bisa menyalahkan Jiang Xin, karena mereka berdua sama sama bersalah dalam hal ini, terlebih lagi sudah ada cucu nya dalam perut Suya saat ini,.


Bersambung❣️


Sorry ceritanya emak percepat..


Soalnya ntar anak si Suya emak paketin ke masa depan... Biar ceritanya panjang hahahahaaaaaaaaaa

__ADS_1


__ADS_2