Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
#S2.16


__ADS_3

Zia baru sadar dari pengaruh obat bius, ketika dia bangun dia merasakan betapa sakit punggungnya itu,


"Arghhh"


"Zia"


Nyonya Yujin berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju arah ranjang Zia, sementara gadis itu masih menyesuaikan penglihatan nya dengan cahaya,


"Zia sadar" ucap Tuan Li keluar dan memberi tahu yang lain yang sedang menunggu di luar ruang rawat Zia,


"Aku ke kamar kecil dulu, nanti aku menyusul" ucap Hyena, Felix dan justin mengangguk dan berjalan masuk ke arah ruang tempat Zia di rawat,


Hyena terus berjalan dan masuk kedalam toilet wanita, disana dia melihat dua orang perawat yang sedang bergosip, dan tanpa sengaja Hyena mendengarkan pembicaraan mereka berdua,


"Apa kau tau hari ini ada hal yang menurutku sangat janggal, dokter Rush mengatakan agar aku tidak memikirkan nya, tapi aku terus kepikiran" ucap salah satu suster


"Apa itu, ceritakan saja padaku, barangkali aku bisa membantu" sahut suster yang satunya lagi,


"Hari ini kami menangani pasien yang menderita luka tembak,dia masuk ruang operasi dan mengalami pendarahan hebat, dan kami kekurangan stok darah A resus, sehingga ada seorang pemuda dan seorang gadis yang datang untuk mendonorkan darah mereka karena kebetulan darah mereka sama, "


"Lalu yang aneh apa, bukan kah memang banyak manusia yang bergolongan darah yang sama satu sama lain"?


" Bukan begitu, aku tercengang saat melihat hasil lab yang mengatakan bahwa mereka adalah orang tua kandung dari gadis itu, padahal kedua muda mudi itu mungkin baru berusia antara dua puluh sampai dua puluh tigaan"


Mata Hyena melotot saat mendengar ucapan suster itu, dia yakin bahwa orang yang sedang dia bicarakan adalah dirinya, dengan cepat Hyena keluar dan menghampiri suster itu,


"Orang yang kau bicarakan itu aku kan, akulah yang mendonorkan darahku" ucap Hyena


Suster itu terkejut melihat Hyena berada di toilet yang sama dengannya, dia sangat gugup dan gemetar saat melihat tatapan mata Hyena yang begitu tajam,


"Jangan takut, aku tidak akan menyerang mu, katakan dimana hasil Lab nya" ucap Hyena


"Ti, tidak boleh nona, ini dokumen rumah sakit, " ucap nya gugup


"Berikan saja" bentak Hyena, gertakan nya itu membuat kedua suster itu semakin takut, dan memilih untuk mencari jalan aman, mereka bertiga keluar bersama dan salah satu suster itu masuk ke dalam ruang dokumen dan memberikan kertas berwarna hijau yang berisi hasil Lab tadi, Hyena mengambilnya dan membaca nya dengan cepat


"A resus negatif, Blood Accept by parents"

__ADS_1


"Haaaahhhhh"


Tubuh Hyena limbung dan terhuyung kebelakang, dia tidak percaya dengan apa yang dia baca, lalu pikiran nya melayang memikirkan mimpi yang selalu menghantui nya beberapa hari ini, dengan keringat bercucuran, Hyena berjalan keluar dan menyembunyikan kertas tersebut di balik pakaian nya, dia harus membicarakan hal diluar nalar itu bersama dengan Felix,


"Ceklek"


Hyena masuk ke ruangan Zia dan membuat semua orang menoleh ke arah nya, termasuk Zia,


"Hai kak, dari mana saja, terimakasih sudah menyelamatkan hidupku ya, tanpa kalian berdua mungkin saat ini aku sudah mati" ucap Zia


Mata hyena berkabut, air mata nya tidak bisa dibendung lagi, dia merasakan sakit yang luar biasa saat mendengar Zia mengatakan kata mati,


"Brukkkk"


"Hikss, Hikss"


Dada Hyena begitu sesak, dia jatuh terduduk dan menutup wajah menggunakan kedua tangan nya, dia menangis sejadi jadinya, dan hal itu membuat semua orang panik,


"Kau kenapa" tanya Felix, tiba tiba dia merasa tidak tega, gunung es dalam hatinya mencair perlahan dan merasa iba mendengar tangisan pilu dari bibir Hyena,


Justin menatap Zia,Felix dan Hyena dia sendiri merasa bingung, bagaimana bisa orang berbeda darah dan keturunan bisa semirip itu, bahkan golongan darah mereka juga sama,


" Maaf, maafkan aku" ucap Hyena tersedu sedu, dia berdiri dan memeluk Zia dengan erat,


"Jangan keras keras kak punggungku sakit" ucap Zia, Hyena melepaskan pelukan nya, dan memperhatikan wajah pucat Zia dengan seksama, dan penuh dengan kelembutan Hyena mengecup kening Zia,


Tuan Li dan yang lain nya saling lirik, ada yang berubah dengan sikap gadis dingin itu, kenapa tiba tiba dia nampak dewasa dan keibuan, melihatnya mengecup kening Zia membuat mereka nampak seperti ibu dan anak,


Lalu Felix diam mematung, dia mengingat tentang mimpi yang selalu datang akhir akhir ini, dia memperhatikan Hyena dan Zia dengan seksama, mereka mirip dan sangat mirip dengan wanita perkasa yang ada dalam mimpinya,


"Zhu Suya" gumam Felix


Pendengaran Zia dan Hyena sangat tajam, mereka berdua menoleh saat Felix menggumamkan nama itu,dan tenggelam dalam pikiran mereka masing masing,


*******


Malam harinya, Hyena, dan Felix masih berada di rumah sakit tempat Zia dirawat, mereka menawarkan diri untuk berjaga malam ini, sementara tuan Li,Justin,dan Yujin telah kembali ke mansion mereka, karena besok ada pekerjaan yang tidak dapat mereka lewatkan,

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian" ucap Hyena memecahkan keheningan


Zia dan Felix menoleh ke arahnya dan mengangguk dan menunggu ucapan Hyena selanjutnya


"Aku mendengar mu menyebut nama Zhu Suya" ucap Hyena


"Apa kau mengenalnya"? Tanya Felix


" Percaya atau tidak, aku mengenal nama itu melalui mimpi yang sudah satu bulan ini selalu menggangguku" ucap Hyena


"Apakah mimpi tentang peperangan antara manusia dan juga iblis"? Tanya Zia


Felix dan Hyena menoleh ke arah Zia, mereka terkejut bagaimana dia bisa tau mimpi yang selama ini menghantui mereka,


" Jangan memelototi aku begitu dong, kalian menyeramkan sekali" ucap Zia pada Hyena dan Felix,


"Coba baca ini" ucap Hyena memberikan dokumen hasil lab siang tadi,


Felix menatap Hyena, dia tidak percaya dengan apa yang dia baca, dan Zia pun merebut kertas itu dengan cepat karena penasaran,


"Puuffftttt"


"HAHAHAHAHAHAHHAA"


Tawa Zia pecah begitu saja saat melihat hasil lab yang menurutnya sangat konyol bagaimana bisa dia memiliki orang tua yang memiliki usia yang tidak jauh dengan nya


"Kau boleh tertawa, tapi aku berkata jujur" ucap Hyena mengambil dan memeluk kertas itu


"Dalam mimpiku itu, ada seorang wanita yang mengorbankan dirinya demi dunia baru, dan mengirimkan anak nya menuju masa depan" ucap Felix,


"Dia membantu suami nya dan lima pemuda yang sudah sekarat, " sambung Hyena


"Wanita dan pria itu adalah Raja dan Ratu penguasa" ucap Zia


Mereka saling tatap dan terkejut satu sama lain, karena apa yang mereka ucapkan adalah bagian dari mimpi yang selalu datang menghantui mereka bertiga, andai Justin ada disana, dia juga pasti akan menambahkan apa yang ada juga terjadi di dalam mimpinya,


"Apakah reinkarnasi itu ada, jika iya, maka aku menyimpulkan bahwa akulah wanita itu, dan kau suamiku, sedangkan Zia, dia putri kita" ucap Hyena pelan

__ADS_1


Antara percaya dan tidak Felix sendiri tidak bisa mengatakan apa apa, dia masih ingin mencerna tentang apa yang sebenarnya sedang Dewa rencanakan,.


Bersambung❣️


__ADS_2