Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
Mengingat sesuatu


__ADS_3

Jiang Xin dan Sun masih berada di kedai mie milik Suya, awalnya mereka hanya berjalan jalan lalu di perjalanan mereka mendengar nama Kedai Zhu dan membuat mereka penasaran dengan kedai mie Suya yang di katakan orang dari mulut ke mulut,


"Ada apa yang mulia"?tanya Sun terkejut karena tuan nya terbatuk batuk tanpa henti


" Si4l" umpat Jiang Xin dalam hati, sementara si pelaku malah tertawa puas sambil menikmati hidangan yang di hidangkan oleh Bei Cheng


"Nona, makanan ini adalah makanan ternikmat di dunia, saya baru pertama kalinya memakan mie seenak ini" ucap Xuli


"Hemmm" sahut yang lain mengangguk setuju dengan ucapan Xuli


"Tentu saja, mie ini adalah mie yang aku buat sendiri dengan resep rahasia, tidak akan ada orang yang bisa menandingi nikmat nya makanan di kedai ku ini, rencana nya aku akan membuka kedai pakaian, dan perhiasan wanita, sepertinya aku akan menjemput tujuh belas gadis yang tersisa tadi" ucap Suya mengingat wajah wajah polos itu,


"Saya harap anda berhasil agar bisa membantu kami rakyat miskin nona" ucap Rumi terharu,


Suya menoleh lagi ke arah Jiang Xin yang sedang sibuk berbincang dengan pengawal nya, Suya merasa bosan dan ingin membantu pangeran dingin itu sedikit mengingat dirinya,


"Syuuuhhhhhh"


Suya meniupkan tiga buah jarum perak, dia menargetkan kepala Jiang Xin, jarum iru adalah jarum akupuntur, Suya bermaksud untuk membuat Jiang Xin sedikit mengingat memori masa lalu,


"Jangan terlalu memaksa nya yang mulia, raja akan kewalahan, karena rasanya sangat sakit" tegur Demon dalam ruang dimensi


"Kalian diam, dan lihat saja" sahut Suya,


"Slappppp"


"Slaaaappp"


"Slaaapppp"


Tiga Jarum itu menancap tepat di dahi , dan kepala kiri dan kanan Jiang Xin, tiba tiba saja kepala pemuda itu terasa pusing, dan begitu menyakitkan


"Arghhhhh"


"Ada apa yang mulia" Sun terkejut saat mendengar rintihan dari bibir Jiang Xin, sementara pria itu memegang kepalanya dan terlintas bayangan masa lalu dirinya bersama seseorang, dia adalah gadis tercantik yang pernah Jiang Xin lihat, dan matanya langsung membulat ketika dia ingat bahwa itu adalah wajah Suya, tapi kenapa di sana terlihat jelas Suya sedang bersama seorang pria berambut putih bahkan rambut Suya pun berwarna sama, namun wajah pria itu tidak terlihat jelas, namun terlihat jelas di sana bahwa mereka sangat saling mencintai, terutama sang pria, mereka terlihat bahagia bersama dengan lima pemuda yang wajahnya begitu cerah dan bercahaya,


"Ayah, ibu ayo kemari"!!


Jiang Xin terkesiap, bagaimana bisa mereka memanggilnya ayah dan ibu, sementara pasangan itu terlihat sangat muda, pikirnya

__ADS_1


" Yang mulia, anda baik baik saja"?? Sun khawatir melihat Jiang Xin yang terus merintih sambil memegangi kepala nya,tanpa berkata apa apalagi Jiang Xin berdiri dan berjalan keluar dari kedai, sementara Sun pergi membayar makanan mereka dan menyusul jiang Xin


"hehehe" Suya tertawa dengan nakal nya melihat Jiang Xin yang terlihat linglung dan sedikit kesakitan


"Apakah anda tau, rasanya sangat sakit yang mulia" ucap Demon tak habis pikir melihat kelakuan random Suya yang tak ada habisnya, dia terus saja menjahili suami nya itu, saat sedang asyik makan, tiba tiba Suya mendengar gosip dari orang orang yang ada di meja sebelahnya,


"Hey, apakah kalian tau aku mendengar bahwa Putra mahkota Kim akan menikah dengan putri Xiao Lin"? Ucap salah satu pria disana


" Benar, aku juga mendengar rumor bahwa sebenarnya dia bukanlah seorang putra mahkota, melainkan pangeran kedua dari kerajaan Dongji, dan parahnya lagi putra mahkota yang asli itu tidak normal dia seperti seorang anak kecil berusia tiga tahun, dan menurut legenda dulu Ratu Yun terkena kutukan penyihir jahat, karena si penyihir diramalkan akan mati ditangan putra mahkota Dongji" sahut pria yang lain nya


"Ada satu lagi kudengar sebelum menyetujui untuk di nikahkan, Pangeran kedua meminta izin untuk mencari wanita pujaan nya terlebih dahulu namun sayang dia tidak menemukan gadis itu dimanapun dia berada"


"Hey sudah sudah jangan sampai kita ketauan telah bergosip,bisa bahaya nanti" ucap pria yang lainnya menegur mereka, lalu mereka pun kembali makan dengan khidmat


Suya terkekeh mendengar ucapan para pria itu, tidak normal apanya, suami nya itu sangat waras dan sehat, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh pria itu pikir Suya,


"Yang Mulia, putra mahkota yang asli memang tidak normal, namun kini dia sudah di gantikan oleh jiwa Raja kita, makannya dia sangat sehat, " ucap Demon menghela nafas, meskipun punya kekuatan luar biasa namun Ratunya itu seperti malas untuk mencari tau tentang suami nya,


"Maafkan aku Demon, aku terlalu malas untuk menelusuri asal usulnya, yang aku tau hanyalah Suami ku masuk kedalam Raga yang tampan dan mirip dengan dirinya di masa lalu" ucap Suya menyeringai, lalu dia berpikir siapakah gerangan pangeran Kim ini, sepertinya pernikahan politik ini akan seru, karena Suya Tau, Raja Dongji ini berkarakter buruk dan jahat,


*******


"Putraku kau darimana saja Nak"? Tanya Ratu Yun


" Hormat hamba yang mulia, maafkan kami pergi terlalu lama, tadi yang mulia pangeran tertidur di padang rumput" ucap Sun berbohong,


"Jangan pergi terlalu jauh putraku di luar banyak bahaya yang mengintai berjanjilah pada ibu" ucap Ratu Yun mengelus pipi pangeran Jiang Xin yang lembut dan dingin , terlihat jelas sinar cinta dimata Ratu Yun, meskipun dia harus melahirkan seorang putra yang tidak normal, namun kasih sayang nya sebagai ibu tidak pernah berubah, dia justru sangat menjaga Jiang Xin karena tubuhnya yang lemah,


"Maafkan aku bu"! Ucap Jiang Xin, Ratu membawa nya kembali ke dalam istana, nampak di sana dua selir raja sedang melayani Raja yang sedang bermalas malasan, adapun pangeran Kim dan Luoyang mereka sedang mengasah sebuah belati, untuk mereka bawa esok hari untuk berjaga jaga di perjalanan menuju kerajaan Xiao, ya besok Pangeran Kim akan bertunangan dengan putri Xiao Lin dan menikah tiga hari kemudian,


" Darimana saja kalian"? Tanya Raja Dongji dengan nada tajam,


Jiang Xin terkejut dan bersembunyi di balik punggung Ratu Yun


"Dia hanya bermain yang mulia, jangan marahi dia, dia hanya anak anak" ucap Ratu Yun membela Jiang Xin


"Anda selalu saja memanjakan nya Ratu, lalu kapan dia akan berubah dan berpikiran dewasa, jika anda terus membantunya ketika dalam masalah" ucap Selir agung Fu, menabur bubuk api,


"Benar kata Jijie, anda seharusnya jangan terlalu memanjakan nya" sambung Selir Er

__ADS_1


Ratu Yun tidak mengatakan apapun lagi dia langsung saja menarik Jiang Xin untuk pergi dari sana,


"Lihatlah yang Mulia, Ratu bahkan sudah tidak menghormati anda" ucap Selir Agung Fu


"Biarkan saja, Zen pusing memikirkan mereka berdua, tunggu sampai kerajaan Xiao jadi milikku baru Zen akan memikirkan cara untuk menyingkirkan mereka berdua" ucap Raja Dongji menyeringai jahat,


Selir Agung Fu dan Selir Er tertawa Jahat akhirnya salah satu dari mereka akan tersingkirkan dan singgasana Ratu menjadi kosong, pada saat itulah mereka berdua akan berlomba untuk merebut hati Raja Dongji,


*******


"Aku sudah tidak tahan dengan sikap orang tua itu" ucap Jiang Xin


"Mau bagaimana lagi yang mulia, anda sendiri belum bisa menandingi kekuatan nya" ucap Sun,


Benar sekali, karena kekuatan Jiang Xin masih tersegel rapi, jadi dia belum bisa melawan Raja Dongji dan mengambil semua hal yang seharusnya menjadi miliknya, yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah berlatih supaya lebih kuat,


Ketika Jiang Xin masih memikirkan cara untuk memberontak, tiba tiba bayangan wajah Suya kembali merasuki pikiran nya, ternyata Suya tidak bermain main, dia sengaja menyiksa Jiang Xin agar cepat pulih dan ingat siapa dirinya,


"Arghhhhh, kepalaku"


"Yang mulia, sepertinya anda kurang sehat, lebih baik beristirahat dulu, besok kita pikirkan lagi bagaimana jalan keluarnya" ucap Sun Khawatir, Jiang Xin mengangguk dan berjalan menuju kediaman milik nya,


*****


"HAHAHAHA, Rasakan itu, siapa suruh kau lambat sekali" ucap Suya tertawa puas


"Ya ampun bu kenapa anda tega sekali, ayah kesakitan loh" ucap Huli jing memandang ibunya yang malah tertawa melihat penderitaan Ayahnya,


"Kapan kami bisa keluar sangat membosankan terus berada di sini" ucap Chanku, Suya menoleh kearah Chanku dan Shizi dan memerintahkan mereka untuk kembali kepada Jiang Xin agar kekuatan nya cepat pulih,


"Shizi, Chanku, kalian lindungilah ayah kalian, kembali lah kepadanya, dan jagakan dia untuk ku" ucap Suya


Shizi dan Chanku saling lirik lalu menganggukan kepala tanda mengerti, kemudian mereka keluar menuju Hutan terlarang untuk menunggu Jiang Xin datang dan menemukan mereka,


Bersambung❣️


Suya ini ciri ciri Bini Laknat..


Jangan ditiru ya anak anak emak yang baik 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2