Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu Penguasa
#S2.3


__ADS_3

WARNING, PART INI SEDIKIT MENGANDUNG BOMBAY :D,!!


Zia sedang berada di ruang kesehatan saat ini, Wenyi lah yang membawa nya ke ruang itu, dia tak habis pikir dengan apa yang saudara nya lakukan, apalagi saat Zia mengatakan bahwa dia sempat di usir oleh satpam dan bukan nya pergi, dia malah nekad memanjat tembok belakang kampusnya hanya dengan alasan Gabut, entah terbuat dari apa isi kepala Zia itu pikir Wen Yi,


"Jika sudah begini bagaimana rasanya Zia,sakit kan,kenapa kamu gak bisa diam sehari saja,kau membuat kepalaku sakit" ucap Wen yi memijit kepalanya yang berdenyut,


"Hehe, antar aku pulang dong" ucap Zia memperlihatkan deretan gigi nya yang rapi, dan sialnya malah nampak menggemaskan di mata Wen Yi,


"Ckkk, ni duduk di kursi roda" ucap Wen yi


"Jadi kaya orang cacat dong" ucap Zia cemberut


"Saat ini kau memang cacat, dan rasakan itu" ucap Wen yi lagi,


Zia pun akhirnya turun dan duduk di kursi roda dengan bantuan Wen yi, saat mereka sedang berjalan , banyak tatap mata yang menatap mereka berdua, karena saat ini adalah jam pergantian kelas, mereka menatap penuh kagum pada kecantikan dua saudara itu,


"Permisi hey, tolong berkedip, gak pernah liat orang cantik ya, maaf dua bidadari mau lewat, harap minggir" ucap Zia,


Ucapan nya itu membuat pemuda yang menolong Zia tadi menyunggingkan senyumnya, mulut gadis itu memang beracun pikirnya,


Wen yi terus mendorong Zia yang terus mengoceh di kursi rodanya, dan mereka berpapasan dengan pemuda tampan yang berjalan berlainan arah, Zia langsung terdiam seketika saat melihat paras pemuda itu,


"Astaga, apakah Dewa Yunani turun dari singgasana nya dan memilih untuk menjadi seorang mahasiswa"? Ucap Zia,sedangkan Wen yi sendiri juga terdiam dan tak berkedip,


" Wushhhh"


Mendengar ucapan Zia,Pemuda itu hanya melirik Zia dengan ujung mata nya, dan pergi begitu saja,


"Dia wangi sekali, parfum apa yang dia pakai ya, tidak mungkin kan aku harus meniru merk parfumnya, tapi dia benar benar wangi, iya kan kak Wen"?


"...... "!!!


Tidak ada jawaban, dan hal itu membuat dahi Zia mengernyit dan menoleh ke arah belakang ternyata Wen yi masih terdiam karena terpana,


" Kak, wey, jangan kampungan dong, kaya gak pernah liat cowok ganteng aja sih, masih ganteng Justin Huang sih menurut ku, " ucap Zia menepuk tangan Wen yi, dan berhasil menyadarkan keterkejutan nya,


"Ahhh, ayo pulang" wajah Wen yi memerah,dia ketauan telah melamun, dan langsung meneruskan perjalanan mereka untuk mengantarkan Zia ke mansion Li


****


Zia dan Wen yi tiba dengan selamat, seorang pelayan yang melihat kedatangan mereka langsung datang menyambut mereka, namun hal yang membuat nya terkejut adalah saat melihat Zia duduk di kursi roda dengan lutut yang terluka,


"Selamat datang nona muda, astaga apa yang terjadi pada anda, bagaimana bisa begini"?


" Aduh Bi ong, tolong jangan bertanya dulu, aku pusing ni" ucap Zia menegur pelayan yang selama ini telah menjaga nya itu, pelayan tersebut mengambil alih kursi roda yang Zia duduki dan mendorongnya masuk kedalam mansion, tadi nya dia ingin mengatakan bahwa di dalam tuan nya telah pulang, tapi mendengar teguran Zia, ong tidak jadi memberitahu nya,


"Klakk"


"Degggggg"

__ADS_1


Zia, dan Wenyi saling lirik, di hadapan mereka ada sepasang suami istri yang sedang duduk dan berbincang bersama, mereka adalah ayah dan ibu Zia yaitu tuan Li Xaoran dan istrinya Yujin


"Zia, kamu kenapa nak"?


Yujin berlari dan menghampiri Zia, sedangkan gadis itu masih terdiam dan menatap ayahnya, berharap pria itu perduli dan datang untuk menanyakan kabar nya, namun sial, pria itu tetap diam dan mengalihkan pandangan nya pada selembar koran,lagi lagi pria itu membuat hati Zia sakit dan terasa hancur, sesulit itukah untuknya mengucapkan satu kata saja kepada Zia pikirnya


" Apa yang terjadi Yi"? Tanya Yujin beralih kepada Wen yi karena tidak mendapat jawaban dari putrinya,


"Zia jatuh tante, dia tidak sengaja menginjak tali sepatunya saat jam pelajaran olahraga" ucap Wen yi menutupi kenakalan Zia, karena gawat jika sampai paman nya tau dengan apa yang di lakukan Zia tadi,


"Separah ini sayang, lain kali hati hati ya" ucap Yujin dengan mata yang mulai berair,


Tangan Zia menggenggam erat tangan Wen yi, dadanya begitu sesak, melihat ketidak perdulian ayahnya, meskipun sudah terbiasa tapi Zia tetap merasa sesak, Wen yi mengerti perasaan Zia, dan berlutut untuk melihat keadaan gadis kecil itu,


"Semua akan baik baik saja" ucap Wen yi mengelus rambut Zia dengan lembut


"Saya permisi tante, om apa kabar, kapan kembali"? Tanya Wen yi menyapa Li Xaoran


" Baru saja tiba, terimakasih sudah mengantarkan Zia pulang, dan jangan biasakan untuk berbohong, "! Tegur nya


Wen yi kikuk, seperti biasa, ketua militer itu selalu tau saat Wen yi selalu mencoba untuk melindungi Zia, tak ingin terkena masalah lebih dalam lagi, Wen yi pun memutuskan untuk pamit dan kembali pulang ke mansion kediaman Wen, dan Yujin mengambil alih kursi roda yang di duduki oleh Zia,


" Selamat siang ayah," sapa Zia dengan hati yang masih terasa sakit,


"Hemm, ganti baju dan istirahatlah" ucap Li Xaoran pergi meninggalkan Zia dan istrinya,


"Kenapa Ayah masih sedingin itu bu, apa salahku"?


Air mata mulai jatuh di pipi Zia, dia tidak mengerti, apa kesalahan yang telah dia perbuat sehingga membuat ayahnya begitu dingin terhadapnya,


"Tidak usah di pikirkan sayang, Bi ong, tolong antarkan nona muda, dan bantu dia mengganti bajunya" ucap Yujin memerintahkan pengasuh Zia untuk membantu nya ke kamar,


Yujin menatap kepergian putrinya dengan hati yang teriris, dan langsung pergi menemui suaminya,


"Tuan Li Xaoran, bolehkah saya bertanya, "?


" Apa maksudmu sayang, kenapa kau memanggilku seperti itu"? Tanya nya heran


"Sudah enam belas tahun anda mengabaikan putri saya, tapi kenapa anda tidak mengabaikan saya juga, apa anda tau selama ini putri saya sangat menderita, dia menginginkan kasih sayang dari sosok seorang ayah, apa salahnya terlahir sebagai anak perempuan,apakah dia bisa memilih, kenapa anda tidak mau menatapnya sebentar saja,dan lihat,di dalam mata polosnya itu terdapat sebuah sinar harapan kepada anda,bisakah anda memeluk nya sekali saja"?


Pertanyaan Yujin itu membuat Li Xaoran diam mematung, selama ini dia sangat egois dan menyiksa perasaan putrinya secara perlahan, tapi satu hal yang Yujin dan Zia tidak ketahui, sebenarnya secara diam diam Li Xaoran mengutus seorang penjaga bayaran untuk menjaga Zia,karena itulah Li Xaoran tau saat Wen Yi berbohong, Zia bukan jatuh saat berolah raga,tapi jatuh karena di kejar oleh seorang security,dia juga selalu memantau tumbuh kembang Zia, Li Xaoran hanya gengsi, sebenarnya dia juga menyayangi putrinya, Li Xaoran memeluk istrinya yang menangis sambil terisak, Li Xaoran akui, dia terlalu bod0h untuk mengabaikan malaikat secantik Zia,


*******


Di dalam kamarnya Zia bercermin, hidung nya merah karena menangis, dia mengusir Bi ong agar pergi meninggalkan nya sendiri,


"Apa salahku ayah, kenapa kau jahat padaku"? gumam Zia mengelus cermin di hadapan nya,


" Kenapaaaa"!!!

__ADS_1


"Pranggg, prangggg, prangggg"


"Brakkkkkkkkkk"


Zia melongo, dia hanya berteriak dan mengibaskan tangan nya penuh dengan emosi saja, tapi kenapa semua benda yang terbuat dari kaca di kamarnya bisa pecah semua, perlahan dia menatap kedua tangan nya, bulu kuduk nya mulai merinding, apakah dia seorang penyihir pikirnya konyol,


"Tok, tokk"


"Zia sayang, apa yang terjadi nak, Zia"?


Suara pecahan kaca dan segala benda pecah itu terdengar sampai lantai bawah, dan membuat Li Xaoran berlari di ikuti istrinya menuju kamar Zia,


" BUGHHH"


"BUGHHHHH"


"BRAKKKKKKKKK"


Li Xaoran mendobrak pintu kamar Zia sampai pintu itu rusak dan berhasil dibuka,kemudian dia berlari ke arah Zia dan memeriksa keadaan putrinya,


"Apa kau baik baik saja, apa yang terjadi, kau tidak apa apa kan nak"?


Tanya Li Xaoran memegang pipi Zia penuh dengan rasa khawatir, sementara Zia masih diam dan menatap tak percaya, untuk pertama kali nya Zia melihat sinar ketakutan di mata Ayahnya, tidak ada rasa benci atau kebohongan, dan Zia merasa telah bermimpi melihat ayahnya sekhawatir itu,


" Sayang, kamu baik baik saja"?


Yujin mengambil alih dan memeluk Zia dengan erat,


Mata Li Xaoran menelisik ke segala ruangan, dan melihat serpihan kaca yang berhamburan di lantai, namun ada yang aneh, dengan benda apa Zia memecahkan semua benda itu, sedangkan di tangan nya tidak ada tongkat, ataupun barang yang bisa di lemparkan secara bersamaan, alat make up maupun hiasan di kamar Zia tetap rapih, yang berhamburan hanya benda yang terbuat dari kaca saja,


"Kalian bersihkan kamar ini, dan jangan sampai ada serpihan kaca yang tersisa" ucap Li Xaoran menetralkan rasa terkejutnya,


Yujin mendorong Zia keluar dan berjalan menuju kamar lain nya untuk Zia beristirahat,


"Apa yang terjadi sayang"? Tanya Yujin lembut


"Aku tidak melakukan apa apa bu, apa kau percaya, aku hanya berteriak karena marah, tapi semua benda itu tiba tiba saja pecah" ucap Zia,


Yujin dan Li Xaoran saling lirik, ucapan Zia itu sangat mustahil dan di luar nalar, namun Li Xaoran sedikit menaruh rasa percaya karena dia sudah mengecek semua benda yang ada di kamar Zia, dan memang dia tidak menemukan benda apapun yang digunakan Zia untuk memecahkan semua kaca yang ada di kamarnya, bahkan cermin kamar mandi Zia sendiri juga pecah, Li Xaoran mulai khawatir, dia berpikir apakah putrinya memiliki kekuatan yang terpendam, jika iya, maka sudah di pastikan Zia harus menyembunyikan kelebihan nya agar tidak ada orang yang mengincar dan membahayakan keselamatan putrinya itu,


"Apa aku bermimpi bu, tadi ayah menyentuhku, jika memang aku bermimpi, tolong jangan bangunkan aku" ucap Zia


Li Xaoran menatap Zia kembali, hatinya mulai tercubit, setiap mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zia,


"Maafkan ayah nak, mulai saat ini, ayah akan memelukmu dengan erat" ucap Li Xaoran, dinding kekecewaan dalam hati nya akhirnya roboh saat melihat binar harapan yang muncul di mata Zia,


"Bu"!!


" Kamu tidak bermimpi sayang, dia ayahmu, izinkan dia menebus kesalahan nya selama ini" ucap Yujin meneteskan air mata bahagia, akhirnya Sang suami mampu mengalahkan ego nya,dan memilih untuk menerima keberadaan Zia.

__ADS_1


...****************...


Bersambung❣️


__ADS_2