
Felix masih diam mengendap endap, dan mengintip di atas atap, dia bisa melihat kondisi markas yang mulai sepi,perlahan dia meniupkan gas tidur ke arah para penjaga, dan dalam hitungan menit mereka merasa ngantuk lalu tertidur,
Zia mengerutkan kening nya saat melihat para penjaga yang tidur dengan pulas, lalu dia menatap ke arah atap, mata nya menangkap sesuatu, dan dia sadar bahwa ada seseorang yang sedang berusaha untuk menolongnya,
"Kletakk"
"Ssstttt"
"Eh, rambut putih, bagaimana kau tau aku disini"? Tanya Zia
" Sssttt, jangan banyak tanya" ucap Felix membuka ikatan di tangan dan kaki Zia,
"Huuufftttt, akhirnya" ucap Zia Lega, namun sial, tiba tiba ada anggota yang berhasil melihat mereka,
"ceklek"
"HEY, KAU SIAPA"??
" BOSS ADA PENYUSUP" teriak nya
"Dorrr"
"BRUKKKK"
Felix menarik Zia dan berlari menuju keluar, mereka melewati satu persatu penjaga yang terus mengejar mereka,
"Aduhhhhh kakiku" teriak Zia, kaki nya yang pendek tidak sanggup berlari mengikuti kaki panjang Felix, dan akhirnya dia terjatuh dengan lutut berdarah
"Brughhh"
"Awww, sial, kakak kakimu terlalu panjang, mana bisa aku mengimbangi lari mu yang cepat seperti jerapah" umpat Zia meniup lututnya,
"Ayo cepat naik"
Felix berjongkok dan menyuruh Zia untuk naik ke punggung nya,
"Dorrrr"
"Berhenti atau kalian akan mati" ucap Bo
Felix dan Zia tersudut, dia tidak membawa senjata sama sekali, dan hanya bisa mengangkat tangan pasrah,
"Kakak kau b0d0h sekali, bagaimana kau bisa menjadi Hero tanpa senjata, malah ikutan tertangkap" ucap Zia, namun dia berbicara sambil menyeringai, karena tangan nya kini bebas dan tidak dalam keadaan terikat,
"Swingggggg"
"Brugggg"
"Ambil itu"
Zia mengibaskan tangan nya dan membuat Bo terpental melayang dan tersungkur ke kolam renang,begitu juga dengan yang lain, Zia malah melemparkan Bos bandit ke dinding tembok sampai tulang punggung nya terdengar patah,sedangkan senjata nya berhasil Zia lempar ke arah Felix, karena dia malas , Zia duduk saja sambil mengobati lututnya sendiri,
Felix diam mematung, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, Zia melempar para bandit hanya dengan satu kibasan tangan saja,
__ADS_1
"Tahan dulu kaget nya ayo Lari" ucap Zia menarik Felix, pria itu malah semakin tercengang, lutut Zia yang terluka sembuh hanya dalam hitungan menit, monster apa yang sedang dia selamatkan ini pikirnya,
"Dorrrrr"
"Brukkkkkkkk"
Zia menarik pintu salah satu mobil sampai jebol, karena tidak ada kunci untuk membuka nya, dia pun sengaja menjebolkan salah satu pintu mobil agar bisa masuk
"AYo cepat naik" ucap Zia naik duluan, dia menarik jepit rambutnya dan membuat kunci agar bisa menghidupkan mesin mobil nya,
"Bruuuum"
"BERHASIL"
Felix langsung tancap gas dan melajukan mobilnya secepat kilat, dibelakang mereka bos bandit sedang mengumpat kesal karena punggung nya terasa patah akibat hempasan tangan Zia, mereka harus segera pindah dari sana karena Zia berhasil kabur di bawa oleh seorang pria tak dikenal
"HAHAHAHA"
Zia tertawa terbahak bahak mengingat kelakuan nya hari ini, sedangkan Felix masih mencoba untuk mencerna semuanya, dia tak bisa berkata apa apa lagi, dan di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Hyena yang melaju ke arah tempat Zia di culik, mata Hyena yang tajam mampu melihat Zia dan Felix meski hanya selintas,
"CKITTTTTT"
"ZIA"!!
Hyena memutar mobilnya dengan cepat,sampai Min merasa syok akibat putaran seratus delapan puluh derajat yang di lakukan Hyena untuk mengejar Zia,
" Santai Hyena aku belum mau mati" ucap Min menyentuh dada nya yang berdebar
"Zia kau baik baik saja"?
" Aku baik kak, tuan datar yang menyelamatkanku" ucap Zia
"Lebih tepatnya dia menyelamatkan diri sendiri" sahut Felix datar,
Hyena tak mengerti arah pembicaraan mereka dan memutuskan untuk mengikuti Zia dan Felix yang melaju ke arah kediaman Li,
"Brummm"
"Bruuummn"
"Zia putriku"
Melihat ada dua mobil terparkir di halaman rumah nya,Yujin pun berlari saat dia melihat ke arah Zia dan memeluk putrinya, kemudian mengecek seluruh anggota badan Zia,syukurlah Zia tidak terluka sedikitpun pikirnya
"Terimakasih kalian sudah menyelamatkan putriku" ucap Yujin, lalu dia tercengang saat melihat dua orang manusia yang wajahnya mirip dan sama sama berambut perak,
"Kenapa kalian mirip sekali dengan Zia"? Tanya nyonya Yujin,
Tuan Li menatap ke arah muda mudi itu, lalu dia sendiri terperanjat, saat menyadari bahwa ucapan istrinya adalah benar, Felix dan Hyena mirip satu sama lain, dan parahnya mereka bertiga memiliki paras yang sangat mirip,
Felix dan Hyena sendiri saling tatap, bahkan mereka sendiri baru menyadari bahwa mereka berdua juga mirip bahkan dengan warna rambut yang sama,
__ADS_1
" mungkinkah kita bertiga saudara yang terpisah Bu" ucap Zia cengengesan
"Tidak, ibu yang melahirkan mu, dan ibu masih ingat putri ibu hanya kamu saja" ucap Yujin
"Mungkin hanya kebetulan, tapi kalian berdua sebaiknya melakukan tes darah, gen kalian sepertinya sama" ucap tuan Li
"Siapa yang mau jadi saudara pria kaku ini" ucap Hyena sebal
"Heleh kakak, kau juga sama datarnya seperti papan skateboard" sahut Zia mengejek
Felix dan Hyena saling tatap lalu memalingkan wajah dengan kesal
"Jangan bertengkar terus, nanti kalian jatuh cinta baru tau" ucap Zia berjalan ria memasuki kediaman Li,
"Sekali lagi terima kasih nona Hyena, dan anda"?
" FELIX" ucap Felix singkat,
"Ya terimakasih"
Setelah urusan selesai, Hyena dan Felix pun membubarkan diri dari kediaman Li, Felix membuang mobil bandit itu masuk kedalam jurang, dan Hyena memberikan nya tumpangan untuk pulang,
"Apa mereka sudah terkejar"? Tanya Felix
" Percuma , kalaupun tim kesana, mereka pasti sudah pergi, dan sekarang keadaan semakin kacau, mereka pasti akan terus menargetkan Zia, apalagi mereka sudah sadar bahwa Zia bukan lah aku" ucap Hyena,
"Gadis itu memiliki kekuatan di luar nalar" ucap Felix
"Apa maksudmu"?
Felix pun menceritakan peristiwa yang dia alami saat menyelamatkan Zia, dan semua yang di ceritakan nya membuat Hyena tercengang, karena benar benar di luar nalar manusia, pantas saja gadis itu memiliki pancaran mata yang seolah tidak pernah takut dengan apapun, bahkan saat Zerox menggertak nya dengan senjata, gadis itu bahkan tidak berekspresi takut sama sekali, dia mendengar cerita itu dari Min,
" Apa kau benar benar ingin melakukan tes DNA"? tanya Hyena melirik Felix
"Kau gila, aku anak tunggal" ucap Felix
"Tapi aku tidak tau siapa keluarga ku aku hidup bersama tim Cyber semenjak aku kecil" ucap Hyena
"Jika kau ingin mari kita lakukan" ucap Felix, entah kenapa tiba tiba dia tidak tega melihat ekspresi Hyena yang terlihat sedih, Hyena tersenyum dan melajukan mobilnya menuju arah rumah sakit,
Satu jam kemudian***
"Ceklek"
"Bagaimana"?
" NEGATIF, KALIAN BUKAN SAUDARA" ucap Dokter
"Sudah aku katakan, mungkin hanya kebetulan saja" ucap Felix menatap Hyena, gadis itu hanya diam dengan wajah yang sangat datar, lalu berjalan pergi menjauhi Felix,
"Tapi apa kau tau Hyena, entah mengapa selalu ada perasaan hangat setiap aku berdiri di sampingmu" gumam Felix melihat kepergian Hyena,.
Bersambung❣️
__ADS_1