
Gadis si pengendara mobil merah itu keluar dari mobilnya, dia sangat kesal saat ban mobilnya tiba tiba pecah, dan banyak murid sma maupun para mahasiswa yang menertawakan nya,
"BUBAR KALIAN, GAK ADA YANG LUCU" teriak nya kesal
"Huuuuu, Maluuuuuu" Sorak para siswa dan membuatnya semakin ciut, karena dia hanya seorang diri, Wen yi dan Zia sendiri sudah pergi sambil terus tertawa, hingga akhirnya mereka berpisah menuju kelas masing masing,
*********
Justin tidak ada kelas hari ini, jadi dia memutuskan untuk bersantai di mansion kediaman nya, Justin adalah anak tunggal jadi tidak ada siapapun yang menemaninya selain para pelayan, hingga sebuah suara membuyarkan lamunan nya,
"Just"
Justin menoleh, seorang wanita datang menghampiri nya dan memeluk nya dengan penuh kasih sayang, dia adalah patrice huang, ibu dari justin,
"Mom, kapan kau kembali, kenapa aku tidak tau"? Tanya Justin
" Semalam kamu sudah tidur, mom tidak tega membangun kan mu, kamu pasti lelah" ucap Patrice
"Selamat pagi" sapa tuan Huang yang juga baru turun dari kamarnya,
"Pagi pap" Justin berdiri dan berpelukan ala pria bersama ayahnya,
"Kebetulan sekali kamu ada di rumah, rekan bisnis papi akan datang untuk makan siang, dia membawa putrinya, kalian bisa berkenalan dan mengenal satu sama lain, " ucap tuan Huang
Justin menatap ibu nya, seperti biasa perintah tuan Huang adalah mutlak dan justin hanya bisa mengiyakan saja, hingga tiba tiba dia memiliki sebuah ide yang muncul di kepala nya
"Tapi hanya untuk berteman dan tidak lebih dari itu" ucap Justin
"kenapa"? Tanya tuan Huang,
" Itu karena aku sudah punya pacar sekarang" ucap justin
Tuan Huang dan istrinya saling lirik antara percaya dan tak percaya karena putranya ini senang menyendiri, tidak ada satu teman perempuan pun yang dia dekati, dia seperti pria yang menutup diri dari perempuan, namun entah kenapa kali ini justin malah mengatakan bahwa dia sudah punya pacar,
"Jika memang benar, bawa pacar mu datang untuk makan malam" ucap tuan Huang menantang,
"Dia masih sekolah, dan mungkin besok malam aku akan membawa nya" ucap Justin
Tuan huang mengangguk, dia berpikir justin pasti berbohong untuk menghindari perjodohan antara dia dan putri teman nya,
******
Jam makan siang telah tiba, rekan kerja tuan Huang benar benar datang membawa istri dan juga putrinya, tuan Huang dan patrice pun menyambut mereka dengan baik,
"Kamu manis sekali, siapa namamu nak"? Tanya Patrice
__ADS_1
"Nama saya Lingmey tante"
"Oh nama yang manis seperti orang nya" ucap Patrice,
"Mana putra anda tuan huang"? Tanya tuan Ling
" Drappp"
"Drapp"
Suara derap langkah kaki membuat mereka semua menoleh ke arah tangga, Justin turun dengan pakaian santai nya, dan sialnya pemuda itu terlihat sangat gagah dan tampan, dalam satu kali lirik Lingmey langsung jatuh cinta pada pesona nya, wajahnya memerah karena berharap orang tua mereka menjodohkan nya dan justin,
"Itu dia, Justin kemari nak, sapa lah tuan Ling dan keluarga" ucap Huang
"Selamat siang om, tante, hai" sapa Justin pada Lingmey
"Hai"
"Wah dia sangat tampan sama seperti anda tuan" puji tuan Ling,
Tuan Huang tersenyum lalu mempersilahkan mereka untuk duduk dan menikmati hidangan yang sudah di siapkan,
"Kamu sedang sibuk apa nak"? Tanya nyonya Ling
" Kuliah, sambil belajar menjalankan bisnis papi" sahut justin singkat, wajahnya selalu dingin dan datar, namun hal itu malah membuat Lingmey semakin menyukai Justin
" Sudah" sahut Justin singkat, dan ucapan nya itu membuat senyum cerah di wajah Ling Mey berubah mendung, sedangkan tuan Ling sendiri menatap tuan Huang, karena kemarin dia mengatakan bahwa Putra nya belum pernah berpacaran
" Ekhemmm, sebenarnya saya juga kaget, saat mendengar bahwa putra ku yang dingin ini sudah memiliki seorang kekasih, tapi bukan berati tidak ada kesempatan, selama mereka masih bisa memilih" ucap tuan Huang menghibur Ling mey yang terlihat kecewa,
"Ah sudahlah, mereka masih muda, beri mereka waktu untuk saling mengenal terlebih dahulu" ucap nyonya Ling bijak,
Tuan Huang lega, ternyata keluarga Ling tidak marah dengan jawaban Justin, namun dia tidak tau bahwa Lingmey diam diam mengepalkan tangan nya, gadis itu terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama dan mulai terobsesi pada Justin,
******
Keesokan hari nya, Justin masih memikirkan siapa gadis yang bisa dia ajak kerjasama, hingga mata nya menatap ke arah seorang gadis yang sedang bercanda bersama teman teman nya di kantin sekolah, dia adalah Si narsis Zia, Justin sedikit tertarik pada gadis bar bar itu, dan berpikir untuk bekerja sama dengan nya, meskipun dia yakin Zia bukan orang yang mudah untuk di ajak kerja sama
"Zia, bisakah kita bicara sebentar"? Tanya justin tiba tiba, teman teman Zia bersorak ria melihat pahatan tampan itu datang menghampiri meja mereka,
" Wahh tampan sekali" ucap teman teman Zia
"Kampungan sekali, dia memang tampan, tapi tidak setampan Felix wang" ucap Zia, dan Zia memang begitu, saat dia hadapan Felix dia akan mengatakan bahwa Justin Huang yang paling tampan, sedangkan di hadapan justin dia mengatakan bahwa Felix yang tertampan, entah apa yang ada di dalam otak kecil gadis tersebut,
Justin menarik tangan Zia dengan lembut dan membawanya ke dalam koridor sekol
__ADS_1
"Dih ada apa sih kak, gaje banget" omel Zia
"JADILAH PACARKU"
Mata Zia berkedip pelan, dia masih berusaha untuk mencerna perkataan Justin yang tiba tiba,
"Dih,ogah kakak udah gila ya, kita gak kenal kali ah,"
"PLEASE, AKU AKAN MEMBERIKAN APAPUN YANG KAMU MAU" ucap Justin dan tawaran nya itu terdengar begitu menggiurkan di telinga Zia, lalu gadis itu menyeringai,
"Baiklah tuan pacar, aku ingin motor sport keluaran terbaru warna hitam mate, bagaimana"? Tanya Zia menantang, Justin mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu, dan selesai dalam hitungan detik
" Apapun itu, barangnya akan datang nanti malam"
Mata Zia melotot tak percaya, dengan mudahnya Justin menyutujui persyaratan dari nya, sepertinya pemuda itu bukanlah orang sembarangan pikir Zia,
"Ehmm kenapa kau menjadikanku pacar kak"? Tanya Zia
" Hanya pura pura, ayahku ingin aku menjalin hubungan dengan seorang gadis, dan aku tidak menyukai nya, tenang saja setelah ayah menyerah,maka kau akan bebas, dan ya nanti malam aku akan mengajakmu makan malam di mansionku, berdandan yang sopan" ucap Justin
"DEAL" ucap Zia, lalu mereka pun berjabat tangan, saking senangnya dia akan segera memiliki sebuah motor, Zia sampai lupa bagaimana cara dia meminta izin kepada ayah dan ibu nya nanti,dalam hati Zia malah sibuk tertawa, karena dirinya terlalu narsis dan mengira bahwa Justin benar benar mencintai nya, tapi dia bersyukur karena dia bebas dan hanya perlu menyingkirkan para ulat bulu di sekitar Justin saja dengan bayaran yang sangat fantastis,
"Zia" teriak Wen yi
"Hey kak, bagaimana apa aku diterima"?
" Para senior ingin melihat kebolehan mu dulu" sahut Wen yi, lalu matanya melirik ke arah Justin yang sedang berdiri bersandar di dinding sambil melamun,
"Kenapa kau bersamanya " tanya Wen yi menunjuk ke arah
"Dia pacarku sekarang" ucap Zia santai, Wen yi dan Justin terkejut, bahkan pemuda itu menepuk dahinya , dia tidak menyangka pacar pura pura nya itu akan menyebarkan hubungan mereka,
"APA"??
" Aduh jangan berteriak kak, telingaku sakit"
"HEH JUSTIN, JANGAN MAIN MAIN DENGAN ADIKKU YA, ATAU KU TINJU MUKA MU YANG SEPERTI ES BALOK ITU" ancam Wen yi
"Hey kakak, jangan galak galak pada adik ipar, dia begitu mencintaiku, iya kan sayang"? Ucap Zia
Dalam dada Justin seperti ada bunga bunga yang bermekaran dan kupu kupu berterbangan, saat Zia memanggilnya sayang, pemuda itu hanya bisa diam dan tersenyum dalam hati, menjadikan Zia sebagai kekasih palsunya ternyata menyenangkan juga,
" Pletakkkk"
"Masih kecil sekolah dulu yang bener, ayo pergi" ucap Wen yi menjitak dan menarik pergi Zia dari hadapan justin, sementara Zia hanya bisa mengelus keningnya yang sakit, sambil terus mengomel sepanjang jalan,.
__ADS_1
Bersambung❣️