
HEH YANG KERJAAN NYA CUMA BISA MINTA UPDATE,, KOMEN DONG, RATING DONG, LIKE DONG,,JANGAN BISA NYA CUMA JADI GHOST RIDER AJA LU, EMAK NULIS JUGA CAPEK, HARGAIN DONG WEYYY,,!!
EMAK MALES NULIS KALO KALIAN AJA GAK BISA NGEHARGAIN KARYA EMAK,, 😴
Back To Cerita,,
Di Ruangan yang dingin dan gelap,seorang pemuda berambut hitam perlahan membuka mata nya, mata itu berwarna merah menyala,dan rambutnya perlahan berubah menjadi putih,
Dialah Putra mahkota Jiang Xin, dia menggenggam erat kedua tangan nya dan menggertakan gigi nya ketika dia ingat segala hal yang pernah ia alami di sepanjang hidupnya, hinaan, siksaan dan juga caci maki semua orang terhadapnya masih terekam jelas dalam ingatan nya,
"Wusshhhh"
"Salam yang mulia, akhirnya anda telah bangkit kembali dengan jiwa yang berbeda" ucap Seorang pria bersurai hitam kepada nya, dia adalah pengawal setia putra mahkota yang bernama Sun, Sun mengetahui perubahan putra mahkota dari peramal yang pernah meramal sang tuan, meskipun dia akan mengalami kecacatan sementara, namun dia akan kembali normal setelah bangun dari tidurnya, dan hal itu hanya di ketahui oleh pengawal pribadinya saja,
"Diam dan berpura pura tidak tau, lakukanlah hal seperti biasa, aku akan membalas mereka secara perlahan" ucap Jiang Xin dengan aura yang sangat dingin dan pekat, bulu kuduk Sun langsung berdiri saat merasakan aura yang terpancar dari jiwa sang tuan, kini pria cacat itu telah bangkit dengan jiwa iblis yang melekat dalam dirinya,
Sementara di seberang sana Suya tersenyum saat merasakan Aura dingin yang juga dapat ia rasakan,
"Akhirnya kau bangkit Sayang hehe" gumam Suya, namun Sayang, Suya hanya bisa merasakan Aura ini saja, tanpa tau dimana dan siapa yang akan menjadi pendampingnya kelak, seperti layaknya manusia biasa, Suya memutuskan untuk jatuh cinta dan menikah dengan pria yang memang adalah jodohnya meskipun dia bukan raja yang menjadi pendamping nya di masa lalu sekalipun,
****
"Hormat yang mulia Raja Dongji, pangeran Jiang sudah sadar, dan saat ini beliau bersama dengan pengawal setianya Sun, sesuai dengan perintah anda, Pangeran Jiang telah di tempatkan di paviliun belakang istana" ucap seorang pengawal melaporkan keadaan Jiang Xin
Ratu Yun berdiri, dia mengajak suami nya untuk menemui putra pertama nya, namun sayang seakan enggan, raja menolaknya secara halus dengan alasan masih sangat sibuk, meski hati nya sakit Ratu Yun hanya bisa tersenyum dan pamit kepada suaminya untuk menemui putra nya Jiang Xin,
"Jiang Xin" ucap Ratu Yun
"A, anda siapa"? Ucap Jiang Xin dengan suara layaknya anak kecil, Ratu Yun memeluk putranya dengan erat, air matanya langsung jatuh, betapa dia merindukan putra semata wayang nya itu, dalam hati Jiang Xin sendiri menjerit, dia sangat membenci air mata yang jatuh dari mata ibunya, dia pasti akan membalas semua orang yang tega memisahkan dia dari ibunya,
__ADS_1
" Putraku,ini ibu nak hiks," Ratu Yun terus menangis dan meraung memanggil Jiang Xin
"Jangan menangis bu" ucap Jiang Xin menghapus air mata Ratu Yun, sementara perempuan cantik itu hanya bisa tersenyum pahit melihat kepolosan yang ada di mata Jiang Xin, tanpa dia sadari putranya kini hanya berpura pura bod0h saja,
"Selir Agung Fu dan selir Er,beserta pangeran ketiga telah tiba" teriak Kasim lantang
Ratu Yun menoleh, terlihat disana Selir Agung dan yang lainnya telah datang untuk melihat kondisi pangeran Jiang Xin
"Salam yang mulia Ratu Yun, Salam Pangeran Jiang Xin" ucap mereka bertiga,
"Jahatt pergi kau orang jahat" teriak Jiang Xin kepada Selir Agung Fu, sedangkan wanita itu terkejut melihat respon Jiang Xin yang menunjuk nya seperti itu, dulu sebelum dia tertidur Selir Agung Fu sering menyiksanya dan pangeran Jiang Xin tidak berani mengadukan nya kepada raja karena dia selalu mengancam bahwa dia akan membun*h ibu Jiang Xin jika berani mengadu kepada Raja,
"Apa maksud anda pangeran Jiang Xin, kita baru saja bertemu kenapa anda sudah bersikap lancang begini" ucap Selir Agung Fu
Ratu Yun Langsung memeluk dan menutup mulut pangeran Jiang Xin agar dia tidak berbicara sembarangan, raja Dongji sangat mencintai Selir Agung Fu, dan sangat mempercayai nya Ratu Yun takut hukuman Jiang Xin akan bertambah setelah raja tau Jiang Xin telah bersikap kasar terhadap selir kesayangan nya tersebut,
"Lepaskan aku bu dia jahat, dia pernah menceburkan ku ke kolam bu, aku tidak bohong" ucap Jiang Xin
Jiang Xin menggeram dalam hatinya, bahkan ibunya yang berpangkat ratu saja harus merendahkan diri nya dihadapan selir raja,
"Tidak usah memohon seperti itu yang mulia,pangeran Jiang hanyalah anak anak, hamba yakin selir agung tidak akan mempermasalahkan nya" ucap selir Er, sementara Selir Agung Fu hanya bisa menahan rasa kesalnya, sebisa mungkin dia menahan amarahnya melihat kelakuan Jiang Xin yang terus meracau
"Gege"! ucap Pangeran Luoyang memanggil Jiang Xin
" Kau siapa"?
"Aku adik bungsu Luoyang" ucap nya tersenyum ramah
"...... "? pangeran Jiang Xin hanya diam dan berpura pura tidak mengenal adik bungsunya tersebut,
__ADS_1
*****
Sementara dilain wilayah, seorang pemuda sedang memanah, sudah banyak hewan buruan yang dia dapatkan, namun seakan tidak pernah puas dia terus memburu semua mahkluk yang melintas di hadapan nya
" Yang mulia, sudah cukup, anda hampir membabad habis seluruh isi hutan ini" ucap Pengawal setia pemuda tersebut
"JANGAN MENGGANGGU" ucap nya dingin, pengawal itu terdiam dan menepi sebelum tuan nya balik membidiknya seperti para hewan yang sedang di buru nya
"Syuuuuuuhhh" angin bertiup kencang
Seseorang berdiri di atas pohon dan memperhatikan pemuda berambut merah yang sedang berburu dengan cara memb*bi buta,
"Apakah anda ingin merusak alam yang sangat lestari ini tuan rambut merah" ucap nya
Pemuda itu berbalik dan melihat seorang wanita cantik yang sedang berdiri di atas sebuah pohon, matanya terpana ketika melihat kecantikan luar biasa pada wajah gadis tersebut selama ini tidak ada satu wanita pun bisa memikat hati nya, namun entah kenapa dalam satu kali pandang jantungnya langsung berdetak kencang saat melihat paras sempurna gadis di hadapan nya,
"Siapa kau"? Tanya nya berusaha menetralkan jantung nya yang terus berdebar
" Tidak usah tau, yang jelas sekarang saya meminta anda untuk berhenti merusak alam" ucap gadis itu memilin rambutnya
"Lancang"
"Sttttt" pemuda berambut merah itu langsung menyela saat pengawalnya akan menegur gadis itu karena tidak sopan,
"Baiklah maafkan aku, tapi setidaknya beritahu aku siapa namamu" tanya nya lagi,
"Syuuuuhhhh"
Dalam sekejap mata gadis cantik itu malah menghilang, tapi hal itu tidak membuat si rambut merah marah, dia malah tersenyum dan mengajak pengawalnya untuk kembali pulang,
__ADS_1
"Ayo Gao kita kembali" seru nya, sedangkan si pengawal bernama Gao itu hanya bisa menatap heran, bagaimana bisa tuan nya yang sangat pemarah itu sama sekali tidak bereaksi terhadap gadis yang telah mengganggu acara berburu nya,.
Bersambung❣️